Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

10 Makanan Khas Meksiko Terbaik Versi TasteAtlas 2026, Tertarik Coba?

10 Makanan Khas Meksiko Terbaik Versi TasteAtlas 2026, Tertarik Coba?
tasteatlas.com
Intinya Sih
5W1H
  • TasteAtlas 2026 merilis daftar 10 makanan khas Meksiko terbaik, menyoroti hidangan autentik dari berbagai daerah seperti Tijuana, Yucatán, dan Michoacán.
  • Daftar mencakup beragam menu mulai dari street food populer seperti quesabirria dan esquites hingga hidangan tradisional seperti barbacoa dan cochinita pibil.
  • Rilis ini bertepatan dengan euforia Piala Dunia 2026, mengajak publik menjelajahi kekayaan cita rasa kuliner Meksiko sebagai bagian dari budaya tuan rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Demam FIFA World Cup 2026 bukan cuma soal pertandingan sepak bola. Momen juga jadi ajang untuk mengenal kuliner dari negara tuan rumah, salah satunya Meksiko.

Platform kuliner global TasteAtlas baru saja merilis daftar makanan khas Meksiko terbaik versi 2026. Daftar ini tidak hanya menampilkan hidangan populer, tetapi juga berbagai menu autentik yang mungkin belum banyak dikenal.

Buat kamu yang ingin icip-icip makanan khas Meksiko sambil menunggu euforia Piala Dunia 2026 dimulai, daftar ini bisa jadi panduan seru untuk mengenal cita rasa khasnya.

Table of Content

1. Quesabirria (birria tacos)

1. Quesabirria (birria tacos)

makanan khas meksiko
tasteatlas.com

Berasal dari Tijuana, quesabirria menjadi salah satu street food paling populer di Meksiko dalam beberapa tahun terakhir.

Hidangan ini merupakan perpaduan antara birria, yaitu semur daging khas Meksiko, dengan quesadilla yang gurih dan penuh keju.

Quesabirria biasanya dibuat dari tortilla berukuran besar yang diisi daging birria, umumnya daging sapi yang dimasak hingga empuk dan kaya rempah, lalu ditambahkan keju dalam jumlah melimpah. Tortilla kemudian dipanggang di atas wajan hingga keju meleleh sempurna dan bagian luarnya berubah renyah.

Cara penyajiannya membuat hidangan ini semakin istimewa. Quesabirria hampir selalu disajikan dengan semangkuk consomé atau kuah kaldu birria di sampingnya, yang digunakan untuk mencelupkan taco sebelum disantap.

Kombinasi tekstur renyah, isian yang juicy, dan kuah yang kaya rasa membuat hidangan ini begitu digemari.

2. Cochinita pibil

makanan khas meksiko
tasteatlas.com

Cochinita pibil adalah hidangan daging babi khas Yucatán yang dikenal dengan cita rasa kaya rempah dan warna merah khasnya. Warna ini berasal dari annatto atau biji achiote yang menjadi bagian penting dalam bumbu marinasi.

Daging babi dimarinasi dengan campuran achiote, perasan jeruk asam khas, dan bawang putih, lalu dimasak perlahan hingga sangat empuk.

Setelah matang, daging akan disuwir dan biasanya disajikan dengan tortilla, taco, atau dinikmati langsung bersama pelengkap seperti acar bawang, salsa, dan sayuran panggang.

Secara tradisional, cochinita pibil dimasak dengan cara dibungkus daun pisang lalu dipanggang di dalam tanah. Nama "cochinita" berarti anak babi, sementara "pibil" merujuk pada teknik memasak dalam lubang tanah, yang menunjukkan akar tradisi kuno dari hidangan ini.

Hingga kini, cochinita pibil masih sering hadir sebagai menu spesial akhir pekan di banyak rumah di Meksiko, terutama dalam momen makan bersama keluarga.

3. Chilaquiles

makanan khas meksiko
tasteatlas.com

Chilaquiles adalah salah satu menu sarapan paling ikonik di Meksiko.

Hidangan ini pada dasarnya terdiri dari potongan tortilla yang digoreng, lalu disiram dengan saus cabai yang kaya rasa, menciptakan perpaduan tekstur renyah dan lembut dalam satu sajian.

Biasanya, chilaquiles disajikan dengan tambahan topping seperti telur, ayam suwir, keju, krim, hingga sayuran.

Menariknya, hidangan ini juga dikenal sebagai cara kreatif untuk memanfaatkan tortilla yang sudah tidak segar, sehingga tidak terbuang sia-sia.

Nama “chilaquiles” sendiri berasal dari bahasa Nahuatl yang berarti sayuran atau rempah dalam kuah cabai. Seiring waktu, hidangan ini berkembang dengan berbagai variasi di tiap daerah.

Di Sinaloa, misalnya, chilaquiles disajikan dengan saus putih, sementara di Mexico City sering diberi tambahan daun epazote sebagai sentuhan khas.

4. Esquites

makanan khas meksiko
tasteatlas.com

Esquites adalah camilan street food yang sangat populer di Meksiko, biasanya dinikmati sebagai snack praktis saat beraktivitas.

Hidangan ini dibuat dari biji jagung matang yang dimasak bersama epazote dan sedikit garam untuk memberikan aroma khas.

Jagung bisa dipanggang lalu dipipil, atau langsung dimasak hingga empuk sebelum disajikan dalam cup kecil.

Penyajiannya kemudian dilengkapi berbagai topping seperti perasan jeruk nipis, bubuk cabai, hingga keju cotija yang gurih.

Beberapa penjual juga menyediakan tambahan seperti krim asam, mayones, atau bubuk cabai pequin, sehingga setiap orang bisa menyesuaikan rasa sesuai selera.

Nama “esquites” sendiri berasal dari bahasa Nahuatl izquitl, yang berarti jagung panggang, mencerminkan teknik dasar dalam pengolahannya.

5. Antojitos

makanan khas meksiko
tasteatlas.com

Antojitos, yang secara harfiah berarti “little cravings”, merujuk pada beragam jenis street food khas Meksiko yang biasa dijual di pasar atau kaki lima.

Hidangan ini menjadi bagian penting dari keseharian masyarakat, terutama karena waktu makan utama biasanya berlangsung di siang hari, sehingga antojitos lebih sering dinikmati di pagi atau malam hari.

Kategori antojitos sangat luas, mencakup berbagai makanan populer seperti taco, tamale, quesadilla, tostada, hingga empanada.

Bahkan beberapa hidangan seperti sup tradisional dan minuman segar khas jalanan seperti aguas frescas juga termasuk dalam kelompok ini.

Salah satu ciri utama antojitos adalah penggunaan masa, yaitu adonan jagung yang menjadi bahan dasar banyak hidangan Meksiko. Dari situlah lahir berbagai variasi yang berbeda bentuk dan rasa, namun tetap memiliki akar yang sama.

Lebih dari sekadar camilan, antojitos bisa dinikmati sebagai pembuka, snack, atau bahkan makanan utama jika disantap dalam beberapa porsi.

Ragamnya yang luas dan fleksibilitas penyajiannya menjadikan antojitos sebagai salah satu representasi paling autentik dari kuliner Meksiko.

6. Camarones al mojo de ajo

makanan khas meksiko
tasteatlas.com

Camarones al mojo de ajo adalah hidangan udang khas Meksiko yang dikenal dengan rasa gurih dan aroma bawang putih yang kuat.

Udang dimasak dengan mentega, bawang putih dalam jumlah melimpah, cabai, serta taburan daun ketumbar yang segar.

Proses memasaknya sederhana, tetapi menghasilkan cita rasa yang kaya dan menggugah selera.

Biasanya, hidangan ini disajikan dengan nasi putih sebagai pelengkap, lalu ditambahkan perasan jeruk nipis untuk memberi sentuhan segar yang menyeimbangkan rasa.

Selain menjadi menu makan utama, camarones al mojo de ajo juga kerap hadir dalam berbagai perayaan atau acara santai.

Hidangan ini bahkan sering dinikmati bersama minuman seperti margarita, menjadikannya pilihan populer untuk suasana hangout atau pesta khas Meksiko.

7. Carlota de limón

makanan khas meksiko
tasteatlas.com

Carlota de limón adalah dessert khas Meksiko yang dikenal dengan rasa segar dan cara pembuatannya yang praktis karena tidak perlu dipanggang.

Hidangan ini terdiri dari lapisan biskuit Maria yang dihancurkan, disusun bergantian dengan krim berbahan dasar susu dan perasan jeruk nipis.

Tekstur krimnya biasanya didinginkan hingga hampir menyerupai es krim, sehingga menghasilkan sensasi dingin dan lembut saat disantap. Perpaduan rasa manis dan asam membuat dessert ini terasa ringan namun tetap memuaskan.

Carlota de limón sering disajikan saat momen spesial seperti Paskah dan Natal, menjadikannya salah satu hidangan penutup favorit yang identik dengan suasana perayaan di Meksiko.

8. Sopa de lima

makanan khas meksiko
tasteatlas.com

Sopa de lima merupakan sup tradisional dari wilayah Yucatán yang dikenal dengan rasa segar, sedikit pedas, dan kaya rempah.

Meski namanya menonjolkan jeruk nipis, hidangan ini sebenarnya berbasis kaldu ayam dan tomat yang dimasak hingga menghasilkan cita rasa yang dalam.

Sentuhan khasnya datang dari penggunaan jeruk nipis lokal Yucatán yang memiliki karakter pahit-manis, dipadukan dengan cabai habanero yang memberi sensasi pedas. Kombinasi ini menciptakan rasa yang unik dan berbeda dari sup pada umumnya.

Sebagai hidangan yang berasal dari daerah beriklim hangat, sopa de lima terasa ringan namun tetap mengenyangkan. Menariknya, sup ini juga sering dinikmati sebagai comfort food saat cuaca dingin.

Meski asal-usul pastinya belum diketahui, beberapa sejarawan kuliner meyakini bahwa hidangan ini memiliki akar dari tradisi masakan kuno suku Maya.

9. Carnitas

makanan khas meksiko
tasteatlas.com

Carnitas adalah hidangan daging babi khas Michoacán yang terkenal dengan teksturnya yang lembut di dalam dan renyah di luar.

Biasanya menggunakan bagian bahu atau potongan depan babi, daging dimasak perlahan dalam lemaknya sendiri hingga empuk dan juicy.

Setelah proses slow-cooking selesai, suhu dinaikkan untuk menghasilkan bagian luar yang sedikit garing, sebelum akhirnya disuwir menjadi potongan kecil.

Nama “carnitas” sendiri berarti “potongan daging kecil”, merujuk pada caranya disajikan dengan tortilla, bersama beberapa pelengkap seperti salsa, kacang, guacamole, perasan jeruk nipis, dan sayuran segar.

Di daerah asalnya, carnitas bisa ditemukan di berbagai tempat, mulai dari kaki lima hingga restoran kelas atas. Meski begitu, menu ini juga sering hadir dalam momen spesial seperti Natal, ulang tahun, atau perayaan keluarga lainnya.

10. Barbacoa

makanan khas meksiko
tasteatlas.com

Barbacoa bukan sekadar hidangan, melainkan teknik memasak tradisional khas Meksiko yang sudah ada sejak zaman kuno. Metode ini melibatkan proses memasak daging di dalam lubang tanah yang berfungsi sebagai oven alami.

Biasanya, lubang akan dilapisi batu dan kayu bakar, lalu ditutup dengan daun agave sebelum daging seperti kambing, domba, atau sapi diletakkan di atasnya.

Setelah itu, lubang ditutup rapat dan daging dibiarkan matang perlahan selama berjam-jam, bahkan semalaman, hingga teksturnya sangat empuk dan kaya rasa.

Teknik ini diyakini berasal dari tradisi kuliner suku Maya dan Aztec, meski istilah “barbacoa” sendiri memiliki akar dari wilayah Karibia.

Seiring waktu, metode ini berkembang dengan berbagai variasi di berbagai daerah, termasuk istilah lain seperti pibil atau birria yang merujuk pada teknik serupa.

Kini, barbacoa tetap menjadi bagian penting dari kuliner Meksiko, meski cara memasak tradisionalnya mulai jarang ditemui karena alasan praktis dan regulasi.

Namun, cita rasa khas dari proses slow-cooking ini tetap menjadikannya salah satu pengalaman kuliner yang paling autentik.

Tertarik mencoba salah satu makanan khas Meksiko di atas, Bela?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Niken Ari Prayitno
EditorNiken Ari Prayitno

Related Articles

See More