Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Rayakan 50 Tahun, Museum Tekstil dan Himpunan Wastraprema Gelar Pameran Wastra Langka Bersejarah

Rayakan 50 Tahun, Museum Tekstil dan Himpunan Wastraprema Gelar Pameran Wastra Langka Bersejarah
Pameran Wastra "Menjaga Warisan untuk Masa Depan". (Dok. Museum Tekstil Jakarta)
Intinya Sih
5W1H
  • Pameran Wastra "Menjaga Warisan untuk Masa Depan" digelar di Museum Tekstil Jakarta mulai 24 Juni hingga 30 Agustus 2026 untuk merayakan 50 tahun pelestarian wastra Nusantara bersama Himpunan Wastraprema.

  • Sebanyak 62 helai wastra langka dipamerkan, termasuk Umbul-umbul Caruban Nagari dari Keraton Kasepuhan Cirebon dan koleksi ulos sumbangan Torang Sitorus yang menonjolkan nilai sejarah serta budaya tinggi.

  • Acara ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam menjaga warisan tekstil tradisional Indonesia sekaligus menjadi ruang edukatif bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kain tradisional Indonesia menyimpan lebih dari keindahan visual semata. Di balik setiap motif, warna, dan teknik pembuatannya, tersimpan jejak sejarah, identitas budaya, hingga kisah perjalanan bangsa dari masa ke masa. Kekayaan inilah yang terus dijaga dan diwariskan agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Dalam rangka merayakan usia emas ke-50, Museum Tekstil Jakarta bersama Himpunan Wastraprema (HWP) menghadirkan pameran bertajuk "Menjaga Warisan untuk Masa Depan". Pameran ini mengajak masyarakat melihat lebih dekat berbagai koleksi wastra langka dan bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi.

Table of Content

Merayakan setengah abad dedikasi melestarikan wastra Nusantara

Merayakan setengah abad dedikasi melestarikan wastra Nusantara

Pameran Wastra, Museum Tekstil
Pameran Wastra "Menjaga Warisan untuk Masa Depan". (Dok. Museum Tekstil Jakarta)

Pameran ini resmi dibuka pada 24 Juni 2026 di Museum Tekstil Jakarta oleh Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary. Momen ini menjadi bagian dari perayaan perjalanan panjang Museum Tekstil dan Himpunan Wastraprema dalam menjaga warisan budaya Indonesia.

Menurut Miftahulloh, perjalanan selama lima dekade tersebut menunjukkan komitmen bersama berbagai pihak dalam merawat kekayaan wastra Nusantara.

"Peringatan 50 tahun Museum Tekstil menjadi refleksi komitmen dan dedikasi bersama dalam menjaga warisan wastra Indonesia. Perjalanan panjang ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Himpunan Wastraprema yang telah menghibahkan 500 koleksi wastra sebagai modal awal berdirinya museum ini," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa upaya pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi yang terus berlanjut agar museum dapat menjadi ruang dialog sekaligus sarana pembelajaran bagi masyarakat.

Menampilkan koleksi wastra bernilai sejarah tinggi

Pameran Wastra, Museum Tekstil
Pameran Wastra "Menjaga Warisan untuk Masa Depan". (Dok. Museum Tekstil Jakarta)

Pameran yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026 ini menghadirkan 62 helai wastra pilihan hasil kurasi dari koleksi yang telah dihimpun selama puluhan tahun.

Koleksi tersebut terdiri dari 19 wastra legendaris sumbangan para pendiri Himpunan Wastraprema, 31 wastra hibah dari berbagai donatur, serta 12 ulos langka yang berasal dari koleksi Torang Sitorus.

Seluruh koleksi yang dipamerkan memiliki nilai sejarah penting karena menjadi bagian dari perjalanan panjang pelestarian tekstil tradisional Indonesia sejak Museum Tekstil dan HWP didirikan pada tahun 1976.

Ketua Umum Himpunan Wastraprema periode 2023–2027, Sri Sintasari Iskandar atau yang akrab disapa Neneng Iskandar, mengatakan bahwa seluruh kain yang dipamerkan merupakan hasil kurasi terbaik dari berbagai hibah yang diterima organisasi tersebut selama hampir lima dekade.

"Warisan budaya bernilai seni tinggi adalah mahakarya bangsa yang harus dihargai. Karena itu, Himpunan Wastraprema berkomitmen meningkatkan citra, pemahaman, dan apresiasi terhadap kain tradisional Indonesia agar terus diwariskan kepada generasi penerus," kata Neneng.

Kisah 500 wastra yang menjadi fondasi Museum Tekstil

Pameran Wastra, Museum Tekstil
Pameran Wastra "Menjaga Warisan untuk Masa Depan". (Dok. Museum Tekstil Jakarta)

Sejarah Museum Tekstil memiliki hubungan erat dengan Himpunan Wastraprema. Saat organisasi pencinta kain tradisional tersebut berdiri pada 28 Januari 1976, para pendiri dan anggotanya menghibahkan sekitar 500 helai kain kepada museum yang baru dibentuk.

Koleksi awal tersebut berasal dari berbagai tokoh nasional dan pemerhati budaya, di antaranya Ibu Negara Tien Soeharto, Ali Sadikin, Go Tik Swan atau Panembahan Hardjonegoro, Gusti Putri Mangkunegoro VIII, Lasmidjah Hardi, Herawati Diah, dan sejumlah tokoh lainnya.

Pada perayaan 25 tahun, jumlah koleksi kembali bertambah melalui hibah sekitar 200 helai wastra. Tradisi berbagi dan melestarikan warisan budaya itu terus berlanjut hingga saat ini.

Umbul-umbul Caruban Nagari jadi magnet utama pameran

Pameran Wastra, Museum Tekstil
Pameran Wastra "Menjaga Warisan untuk Masa Depan". (Dok. Museum Tekstil Jakarta)

Salah satu koleksi yang paling menyita perhatian adalah Umbul-umbul Caruban Nagari dari Keraton Kasepuhan Cirebon.

Karya bersejarah ini merupakan lambang kenegaraan Kesultanan Cirebon yang dibuat menggunakan teknik batik keris dengan motif kaligrafi. Selain memiliki nilai artistik tinggi, benda tersebut juga menyimpan kisah penting dalam sejarah perjuangan masyarakat pribumi di Sunda Kelapa.

Umbul-umbul Caruban Nagari dikenal sebagai simbol yang membangkitkan semangat perjuangan melawan penjajahan pada masanya. Koleksi berharga ini merupakan sumbangan dari Gusti Kanjeng Putri Mangkunegaran VIII.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat berbagai koleksi adiluhung lainnya, termasuk Destar Singa Ali, karya batik istimewa dari Go Tik Swan dan Iwan Tirta, hingga sejumlah wastra langka yang jarang dipamerkan kepada publik.

Upaya Torang Sitorus dalam melestarikan ulos untuk generasi mendatang

Pameran Wastra, Museum Tekstil
Pameran Wastra "Menjaga Warisan untuk Masa Depan". (Dok. Museum Tekstil Jakarta)

Perayaan 50 tahun Museum Tekstil dan HWP juga menjadi momen penting bagi pelestarian ulos melalui kontribusi kolektor Torang Sitorus.

Nama Torang dikenal luas di kalangan pencinta wastra Nusantara berkat dedikasinya mengumpulkan, merawat, dan memperkenalkan ulos hingga ke tingkat internasional. Selama lebih dari dua dekade, ia mengoleksi berbagai jenis ulos dari tanah Batak maupun dari kolektor di berbagai negara.

Pada 4 Mei 2026, Torang menyerahkan 114 helai ulos kepada Himpunan Wastraprema sebagai bentuk dukungannya terhadap pelestarian warisan budaya Indonesia. Hibah tersebut kemudian diserahkan secara simbolis kepada Museum Tekstil dalam perayaan ulang tahun ke-50 ini.

Sebagian dari koleksi tersebut turut ditampilkan dalam pameran sehingga pengunjung dapat melihat keragaman dan keunikan ulos yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Batak.

Menghadirkan ruang belajar bagi generasi muda

Pameran Wastra, Museum Tekstil
Pameran Wastra "Menjaga Warisan untuk Masa Depan". (Dok. Museum Tekstil Jakarta)

Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Sri Kusumawati, menilai pameran ini memiliki nilai edukatif yang kuat bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Menurutnya, Museum Tekstil memiliki peran penting dalam menjaga, merawat, mengembangkan, serta memperkenalkan kekayaan wastra Nusantara kepada publik.

"Kami berharap pameran ini menginspirasi masyarakat mengenal lebih dekat budaya kita dengan ke Museum Tekstil," ujar Sri Kusumawati.

Selain pameran, rangkaian perayaan juga menghadirkan acara Bincang-Bincang Wastra pada 4 Juli 2026 yang akan membahas sejarah dan filosofi Dwaja Pusaka Caruban Nagari bersama budayawan dan sejarawan Cirebon, Astaqim Asteja.

Pameran Wastra "Menjaga Warisan untuk Masa Depan" menjadi kesempatan menarik untuk melihat langsung koleksi tekstil bersejarah yang jarang ditampilkan kepada publik. Pameran ini berlangsung di Museum Tekstil Jakarta hingga 30 Agustus 2026 dan terbuka untuk umum.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Michael Richards
EditorMichael Richards

Related Articles

See More