Jonathan Anderson Bawa Semangat House Party ke Dior Men Summer 2027

- Jonathan Anderson menghadirkan koleksi Dior Men’s Summer 2027 dengan konsep house party penuh energi, mengubah suasana soirée elegan jadi pesta santai di Paris Fashion Week.
- Show di Musée Nissim de Camondo menampilkan runway bergaya club malam dengan musik eksklusif dari Fred again.. yang memadukan remix dan kolaborasi berbagai musisi.
- Koleksi menonjolkan reinterpretasi DNA klasik Dior lewat potongan longgar, motif cetak, detail berkilau, serta eksplorasi bahan vintage yang menciptakan nuansa playful dan bebas aturan.
Jonathan Anderson kembali membuktikan kalau fashion nggak harus selalu serius. Untuk koleksi Dior Men's Spring/Summer 2027, sang creative director mengubah suasana soirée yang elegan menjadi house party penuh energi, musik, dan karakter.
Dipresentasikan dalam rangkaian Paris Fashion Week pada 24 Juni 2026, koleksi ini menghadirkan interpretasi baru terhadap menswear klasik Dior dengan pendekatan yang lebih santai, spontan, dan sedikit berantakan.
1. Undangan Bentuk Discoball

Sebelum show dimulai, Jonathan Anderson sudah memberi petunjuk soal tema besar koleksi ini. Para tamu yang hadir menerima undangan unik berbentuk mini disco ball berwarna hitam dengan charm Dior yang bisa dipasang pada tas atau aksesori lainnya. Undangan tersebut jadi simbol dari tema koleksi Summer 2027 tentang pesta, musik, dan euforia.
2. Runway yang Terasa Seperti Club Malam

Show digelar di Musée Nissim de Camondo, Paris dengan model Orlando Spence berjalan menuruni tangga sambil membawa gadget mirip iPod, lalu menghubungkannya ke sistem suara sebelum musik dimulai. Dari momen itu, runway berubah jadi sebuah pesta yang enerjik.
3. Fred Again.. Jadi Soundtrack

Kalau ngomongin musik yang lagi punya cult following besar sekarang, nama Fred again.. jelas nggak bisa dilewatkan.
Jonathan Anderson menggandeng sang DJ untuk meracik soundtrack eksklusif yang berisi remix, sampling, dan kolaborasi dari berbagai musisi seperti Christine and the Queens, Jamie T, Mabe Fratti, sampai KTNA. Konsep remix ini ternyata nggak cuma ada di musiknya, sang desainer juga melakukan hal yang sama ke koleksi pakaiannya.
4. Archive Dior, Tapi Dibikin Fresh

Alih-alih bikin sesuatu yang benar-benar baru, Anderson memilih mengacak ulang DNA Dior yang sudah ada. Tuxedo dibuat lebih longgar. Motif houndstooth nggak lagi ditenun, tapi dicetak. Polkadot muncul lewat ribuan sequin yang berkilau seperti lampu klub malam.
Paruh pertama show didominasi warna-warna netral seperti hitam, krem, dan beige. Namun seiring musik yang semakin intens, koleksi mulai menunjukkan sisi yang lebih playful.
5. Remix Ala Jonathan Anderson

Sang direktur kreatif mengambil benda, motif, teknik, dan referensi lama lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang terasa baru. Mirip seperti lagu lama yang di-remix jadi soundtrack favorit generasi sekarang.
Tas dibuat dari selimut vintage, bordir abad ke-19 muncul di sepatu suede, dan berbagai DNA klasik Dior diberi interpretasi yang jauh lebih eksploratif.
6. Denim Rusak, Cardigan Fringe, dan Celana Penuh Kilau

Koleksi ini jadi ajakan untuk bersenang-senang. Ada distressed jeans yang sengaja terlihat berantakan, cardigan fringe dengan vibe indie-rock, blazer denim robek, sampai celana holographic berkilau.
Belum lagi boots disco ball, kacamata crystal pavé, rantai perak yang dipakai seperti dekorasi pesta, dan berbagai aksesori yang mencuri spotlight.
7. Warisan Dior dalam Interpretasi Baru

Dalam 66 look yang ditampilkan, Jonathan Anderson memainkan berbagai referensi dari sejarah Dior. Salah satu detail paling menarik muncul pada look ke-15, ketika motif scarf trompe l'oeil dari koleksi haute couture Dior tahun 1979 dihadirkan kembali dalam bentuk bordir pada vest.
Chainmail yang sebelumnya muncul dalam koleksi Cruise 2027 hadir kembali dalam bentuk syal. Kerah jaket dibuat sengaja miring dan tidak simetris. Tas tote berukuran besar tampil dalam motif chevron warna-warni serta denim dengan efek usang.


















