Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Jelang HYROX Indonesia, Miniletics Ajak Perempuan Coba Hybrid Training

Jelang HYROX Indonesia, Miniletics Ajak Perempuan Coba Hybrid Training
dok. Miniletics
Intinya Sih
  • Miniletics bersama PowerPace menggelar sesi hybrid training di Vertex8 BSD untuk memperkenalkan konsep latihan yang memadukan kekuatan dan endurance bagi perempuan menjelang HYROX Indonesia.
  • Sesi dipandu oleh coach berpengalaman, Siska Antolis dan Saraswita Wulandari, yang berbagi teknik, strategi pacing, serta cara menjaga performa selama latihan intensitas tinggi.
  • Peserta mencoba koleksi Solid Miniletics selama latihan dan memberikan respons positif terhadap kenyamanan serta fleksibilitas produk saat melakukan berbagai gerakan hybrid training.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Popularitas hybrid training terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan perempuan yang sudah terbiasa menjalani strength training atau rutin berlari. Setelah berhasil membangun konsistensi olahraga, banyak yang mulai mencari tantangan baru, mulai dari mengangkat beban yang lebih berat hingga mencoba format latihan yang menggabungkan kekuatan dan endurance dalam satu sesi.

Salah satu bentuk latihan yang sedang banyak diminati adalah hybrid training. Latihan ini memadukan aktivitas kardio seperti berlari dengan gerakan functional strength yang menuntut kekuatan, koordinasi, dan daya tahan tubuh secara bersamaan.

Melihat tren tersebut, Miniletics bersama PowerPace menggelar Miniletics x PowerPace Hybrid Training pada 14 Juni 2026 di Vertex8 BSD. Sebanyak 50 peserta perempuan mengikuti sesi latihan yang dirancang untuk memperkenalkan pengalaman hybrid training, termasuk bagi mereka yang sedang mempersiapkan diri menuju HYROX Indonesia.

1. Dipandu oleh Coach yang Aktif Bertanding di HYROX

Mingle3.jpg
dok. Miniletics

Sesi latihan dipimpin oleh Siska Antolis dan Saraswita Wulandari atau Wita dari PowerPace. Keduanya tidak hanya memiliki pengalaman sebagai coach, tetapi juga aktif mengikuti berbagai kompetisi HYROX di tingkat internasional.

Siska telah berkarier sebagai coach selama lebih dari 15 tahun dan dikenal melalui konten fitness serta perjalanan kompetitifnya sebagai atlet HYROX. Sementara itu, Wita telah menjadi coach selama kurang lebih delapan tahun dan aktif membangun komunitas olahraga melalui PowerPace.

Keduanya pernah bertanding di berbagai seri HYROX, mulai dari Istanbul, Bangkok, Korea Selatan, hingga Turki. Salah satu pencapaian yang mereka raih adalah podium pada kategori HYROX Pro Doubles Women di Istanbul. Pengalaman tersebut turut dibagikan kepada peserta melalui sesi latihan yang mencakup teknik, strategi pacing, pengaturan tenaga, hingga cara menjaga performa ketika tubuh mulai mengalami kelelahan.

2. Sesi latihan dirancang untuk mengenal hybrid training

Sled Pull.jpg
dok. Miniletics

Meski digelar menjelang HYROX Indonesia, acara ini bukan simulasi perlombaan. Peserta diajak memahami konsep hybrid training melalui sesi yang menggabungkan lari dan berbagai gerakan functional strength yang umum ditemukan dalam kompetisi HYROX.

Latihan meliputi treadmill running, SkiErg, RowErg, sled push, burpee broad jumps, hingga sandbag walking lunges. Seluruh sesi berlangsung di Vertex8 BSD yang memiliki fasilitas HYROX Zone serta perlengkapan yang biasa digunakan dalam persiapan kompetisi.

Peserta yang hadir memiliki latar belakang olahraga yang beragam. Ada yang sudah terbiasa mengikuti strength training dan lari jarak jauh, namun ada juga yang baru pertama kali mencoba alat seperti SkiErg atau sled push. Karena itu, fokus latihan lebih diarahkan pada penguasaan teknik dan pengelolaan tenaga dibanding mengejar kecepatan semata.

3. Koleksi Solid Miniletics digunakan dalam sesi hybrid training

Sandbag Lunges 2.jpg
dok. Miniletics

Selama sesi berlangsung, peserta mengenakan berbagai item dari koleksi Solid Miniletics, mulai dari sports bra, shorts, hingga leggings. Koleksi tersebut digunakan sepanjang rangkaian latihan, mulai dari pemanasan hingga berbagai gerakan hybrid training yang mengombinasikan kardio dan functional workout.

Peserta mengenakannya saat berlari di treadmill, menggunakan SkiErg dan RowErg, melakukan burpees, mendorong sled, hingga sandbag walking lunges. Beragam gerakan tersebut menuntut pakaian olahraga yang dapat mengikuti mobilitas tubuh tanpa mengganggu kenyamanan selama latihan.

Aktivitas seperti lari, squat, lunges, hingga gerakan yang melibatkan perubahan posisi tubuh secara cepat membutuhkan sports bra dengan support yang memadai, waistband yang tetap stabil, serta material yang nyaman digunakan dalam durasi latihan yang cukup panjang. Selain itu, kemampuan bahan dalam mengelola keringat juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan selama sesi berlangsung.

Bagi Miniletics, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana koleksi Solid digunakan dalam lingkungan latihan hybrid training dengan perlengkapan resmi HYROX. Melalui sesi tersebut, brand juga memperoleh masukan langsung dari peserta mengenai pengalaman mereka saat menggunakan produk selama workout.

"Kami melihat banyak perempuan memulai dari yoga, pilates, atau gym, lalu perlahan ingin mencoba latihan yang lebih menantang. Miniletics ingin ikut berkembang bersama perjalanan mereka," ujar Monica Oktabiany, Chief Operating Officer Miniletics.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana produk digunakan dalam berbagai jenis latihan sekaligus mendengarkan pengalaman pengguna secara langsung.

4. Mendapat respons positif dari peserta

miniletics-153.jpg
dok. Miniletics

Selain menjadi ajang latihan bersama, acara ini juga memberikan gambaran mengenai pengalaman peserta saat menggunakan koleksi Solid selama sesi hybrid training. Mayoritas peserta menilai outfit yang dikenakan tetap nyaman digunakan untuk berbagai jenis gerakan, mulai dari running, rowing, hingga latihan fungsional yang melibatkan lompatan, dorongan, dan perubahan arah. Material yang terasa ringan di kulit, fit yang mengikuti bentuk tubuh tanpa membatasi gerakan, kemampuan menyerap keringat, serta waistband yang tetap berada pada posisinya saat digunakan untuk berlari maupun melakukan berbagai gerakan fungsional.

Bagi sebagian peserta, ini menjadi pengalaman pertama menggunakan produk Miniletics dalam sesi latihan berintensitas tinggi. Karena itu, masukan yang diberikan menjadi gambaran menarik mengenai performa activewear saat digunakan di luar aktivitas yang lebih umum seperti gym, yoga, atau pilates. Detail sederhana seperti leggings yang tetap nyaman saat bergerak, shorts yang tidak mengganggu mobilitas, hingga sports bra yang tetap memberikan support selama latihan ternyata menjadi bagian yang turut menunjang kenyamanan peserta hingga sesi berakhir.

5. Hybrid training dapat dimulai untuk all fitness level

Running.jpg
dok. Miniletics

Melihat kompetisi HYROX di media sosial terkadang membuat olahraga ini terlihat hanya cocok untuk mereka yang sudah memiliki tingkat kebugaran tinggi. Padahal, hybrid training dapat dipelajari dan dijalani oleh peserta dengan latar belakang olahraga yang beragam. Hal tersebut terlihat dari peserta yang mengikuti Miniletics x PowerPace Hybrid Training. Sebagian sudah terbiasa menjalani program lari dan strength training, beberapa tengah mempersiapkan kompetisi, sementara lainnya baru pertama kali mencoba alat seperti SkiErg, sled push, atau treadmill manual.

Melalui arahan coach, peserta diajak memahami teknik dasar terlebih dahulu sebelum meningkatkan intensitas latihan. Fokus utama sesi ini bukan sekadar menyelesaikan workout dengan cepat, tetapi memahami pola gerakan dan mengatur tenaga dengan lebih efektif. Dalam kesempatan yang sama, koleksi Solid juga digunakan untuk mendukung berbagai jenis gerakan hybrid training. Mulai dari lari hingga latihan fungsional, peserta tetap dapat bergerak dengan leluasa berkat material yang fleksibel dan nyaman digunakan selama sesi berlangsung.

Bagi Siska dan Wita, fondasi latihan, konsistensi, serta kemampuan mengatur tenaga memiliki peran yang sama pentingnya dengan kekuatan fisik. Karena itu, seseorang tidak perlu menunggu merasa cukup kuat atau cukup fit untuk mulai mencoba. Setiap proses dapat dimulai secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.

6. Strength training semakin banyak diminati perempuan usia 40 tahun ke atas

Sandbag Lunges.jpg
dok. Miniletics

Menariknya, peserta yang hadir dalam sesi hybrid training ini berasal dari berbagai kelompok usia dan latar belakang olahraga. Tidak semuanya terbiasa mengikuti latihan berintensitas tinggi. Sebagian datang dengan tujuan membangun kekuatan tubuh sebagai bagian dari gaya hidup aktif dalam jangka panjang.

Latihan kekuatan diketahui berperan dalam membantu menjaga massa otot, kepadatan tulang, keseimbangan tubuh, serta mendukung aktivitas sehari-hari. Sehingga berbagai gerakan yang umum ditemukan dalam hybrid training seperti sled push, rowing, sandbag lunges, maupun latihan fungsional lainnya tidak hanya relevan bagi atlet atau peserta kompetisi. Latihan tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran dan kualitas gerak tubuh dalam jangka panjang.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mencoba format latihan yang berbeda, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai bagaimana tubuh merespons kombinasi latihan kekuatan dan endurance dalam satu sesi. Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa latihan kekuatan kini menjadi bagian yang semakin dekat dengan gaya hidup aktif perempuan.

7. Dari sesi latihan bersama menuju HYROX Indonesia

Foto Bersama Miniletics.jpg
dok. Miniletics

Setelah kegiatan ini, Siska dan Wita dijadwalkan kembali bertanding di HYROX Indonesia. Keduanya akan mengikuti beberapa kategori kompetisi, termasuk Women Pro Doubles, sembari terus membagikan pengalaman dan proses persiapan mereka melalui komunitas PowerPace. Dalam kompetisi tersebut, keduanya juga akan menggunakan produk Miniletics. Hal ini menjadi kesempatan berikutnya bagi brand untuk melihat bagaimana performa koleksi yang digunakan dalam lingkungan race yang sesungguhnya.

Bagi Miniletics, keterlibatan dalam dunia hybrid training merupakan bagian dari perkembangan yang berjalan seiring dengan perubahan kebutuhan komunitas olahraga perempuan. Banyak perempuan yang memulai aktivitas dari yoga, pilates, atau gym, lalu berkembang ke lari, strength training, hingga mencoba kompetisi hybrid fitness. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap pakaian olahraga juga ikut berkembang. Mulai dari aktivitas berintensitas rendah hingga latihan yang menuntut kekuatan dan daya tahan lebih tinggi, activewear menjadi bagian yang menemani setiap tahap perjalanan olahraga seseorang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidhza Putri Andiza
EditorHafidhza Putri Andiza

Related Articles

See More