Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

PAPION Kenakan Karya Desainer Lokal di Indonesia Fashion Week 2026

PAPION Kenakan Karya Desainer Lokal di Indonesia Fashion Week 2026
dok. PAPION
Intinya Sih
  • PAPION tampil sebagai guest star di BTN Indonesia Fashion Week 2026 dengan karya KOYKO, menandai pengalaman pertama para member mengenakan rancangan desainer Indonesia.

  • Outfit KOYKO memadukan siluet modern dan unsur budaya Indonesia, termasuk kain khas Palembang serta motif batik, yang mendapat respons positif dari para member PAPION.

  • Setiap member PAPION menunjukkan preferensi gaya berbeda, dari warna hingga kostum panggung impian, dengan fashion menjadi medium ekspresi identitas dan kepercayaan diri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Panggung peragaan busana tak lagi hanya menjadi tempat bagi para desainer memperkenalkan koleksi terbaru. Dalam beberapa tahun terakhir, kehadiran musisi sebagai bagian dari fashion show juga semakin memperlihatkan eratnya hubungan antara musik dan mode. Hal itulah yang turut mewarnai BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 ketika girl group global PAPION tampil sebagai guest star mengenakan karya desainer muda Indonesia, KOYKO.

Bagi para member, momen tersebut menjadi pengalaman pertama mereka mengenakan rancangan desainer Indonesia. Dari kesan pertama melihat outfit hingga pandangan mereka tentang personal style, para member PAPION pun berbagi cerita mengenai bagaimana fashion menjadi bagian dari identitas mereka, baik di atas maupun di luar panggung.

Kesan member PAPION mengenakan karya desainer Indonesia

PAPION di Indonesia Fashion Week 2026 (IFW)
dok. PAPION

Dalam gelaran BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, PAPION tampil mengenakan outfit rancangan KOYKO, desainer muda Indonesia yang aktif berkarya di industri fashion Tanah Air. Menariknya, KOYKO bukan nama baru di panggung IFW. Ia telah berpartisipasi secara konsisten sejak edisi 2022 dan kembali menghadirkan karya yang memadukan sentuhan modern dengan identitas budaya Indonesia.

Kesan positif pun langsung dirasakan para member sejak pertama kali melihat outfit yang akan mereka kenakan. Naia, misalnya, menggambarkan penampilannya seperti "bathed in moonlight". Menurutnya, perpaduan busana serba putih dengan kain khas Palembang bernuansa gelap menciptakan kontras yang indah sekaligus memberikan kesan elegan.

"I was like bathed in the moonlight. It’s dark and also white at the same time it’s like very beautiful." ungkap Naia dalam sebuah interview.

Naufa juga mengungkapkan bahwa pengalaman mengenakan outfit bermotif batik meninggalkan kesan tersendiri bagi Naia dan Ponn. Sebagai member yang berasal dari luar Indonesia, keduanya mengaku antusias dan terkesan bisa mengenakan karya yang mengangkat unsur budaya lokal.

Saat diminta mendeskripsikan busana mereka hanya dalam tiga kata, jawaban setiap member pun mencerminkan kesan yang berbeda-beda. Naia memilih "moonlight, yin and yang, elegant". Sementara itu, Naufa menyebut "Aladin, Jasmine, me", mengacu pada siluet busananya yang mengingatkannya pada karakter ikonik tersebut. Farah menggambarkan outfit-nya dengan tiga kata, yakni "elegant, beautiful, mewah", sedangkan Ponn memilih "slay, pretty, elegant" sebagai kata yang paling mewakili gayanya.

Kostum panggung impian versi PAPION

PAPION di Indonesia Fashion Week 2026 (IFW)
dok. PAPION

Sebagai idol group yang selalu tampil dengan koreografi energik, para member PAPION mengaku punya bayangan tersendiri mengenai kostum panggung impian mereka. Bagi mereka, outfit yang ideal bukan hanya harus mencuri perhatian secara visual, tetapi juga mendukung kenyamanan selama tampil di atas panggung.

Meski sama-sama tampil sebagai satu grup, para member PAPION ternyata memiliki bayangan yang berbeda tentang kostum panggung impian mereka. Farah, misalnya, membayangkan outfit yang trendy, nyaman dikenakan, sekaligus memancarkan kesan lebih elegan dan dewasa. Berbeda dengan Farah, Naufa justru memilih konsep yang lebih seksi, didominasi nuansa gelap, dan tetap mendukung pergerakan saat menari di atas panggung. Sementara itu, Naia mengaku tertarik dengan gaya Lolita, yang dikenal lewat siluet feminin, detail dekoratif, serta sentuhan klasik yang khas.

Pengalaman mengenakan karya desainer Indonesia di BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 pun menjadi inspirasi tersendiri bagi mereka. Lewat rancangan yang memadukan unsur budaya dengan siluet modern, para member melihat bahwa kostum panggung juga bisa menjadi medium untuk menyampaikan cerita sekaligus memperkuat konsep yang ingin ditampilkan di atas panggung.

Lewat warna dan personal style, PAPION tunjukkan karakter berbeda

PAPION di Indonesia Fashion Week 2026 (IFW)
dok. PAPION

Di luar aktivitas sebagai performer, setiap member PAPION memiliki selera fashion yang mencerminkan kepribadian masing-masing. Hal itu terlihat ketika mereka diminta memilih satu warna yang bersedia dikenakan selama satu tahun penuh.

Naia memilih seluruh gradasi abu-abu karena mengaku menyukai warna-warna gelap sebagai personal style-nya. Sementara itu, Farah menjatuhkan pilihannya pada warna cokelat yang memberikan kesan hangat dan timeless, meski sebelumnya dia sempat ragu dan memilih warna putih.

Adapun Ponn memilih seluruh gradasi warna biru. Alih-alih terpaku pada satu tone tertentu, ia mengaku akan tetap nyaman mengenakan berbagai nuansa biru selama satu tahun penuh. Selanjutnya, Naufa dengan yakin memilih warna hitam sebagai warna yang harus ia kenakan selama satu tahun penuh.

Soal urusan gaya berpakaian, ternyata setiap member PAPION punya pendekatan yang berbeda. Para member kompak menyebut Naia sebagai sosok yang paling gemar bereksperimen dengan outfit. Menurut mereka, Naia selalu punya berbagai alternatif gaya dan tak ragu mencoba padu padan yang berbeda. Kebiasaannya itu pula yang membuat Naia menjadi member yang paling lama berdandan sebelum tampil ataupun dalam kegiatan sehari-hari.

Sementara itu, jika berbicara soal tren fashion, para member menunjuk Ponn sebagai member yang paling cepat mengikuti perkembangan gaya terbaru. Berbeda dengan Naia, Ponn justru dikenal sebagai trend follower di dalam grup. Kalau ada item atau gaya fashion yang sedang ramai dibicarakan, Ponn yang paling cepat mengikuti perkembangan gaya terbaru.

"Kalau ada sesuatu yang baru, dia pasti langsung pakai," ujar member sambil tertawa.

Bagi PAPION, fashion bukan sekadar mengikuti apa yang sedang populer. Di balik setiap outfit yang dikenakan, selalu ada cara masing-masing member untuk mengekspresikan identitas dan kepercayaan diri mereka. Karena itulah, meski tampil sebagai satu grup, setiap personel tetap memiliki ciri khas yang membuat gaya mereka terasa berbeda satu sama lain.

Kehadiran PAPION di BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 menjadi bukti bahwa fashion dan musik dapat saling melengkapi dalam menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan audiens. Momen ini pun menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas budaya yang semakin memperkaya panggung Indonesia Fashion Week dari tahun ke tahun.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More