Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Profil Pandji Pragiwaksono, Komika di Balik 'Mens Rea' yang Ramai Dibicarakan

Pandji Pragiwaksono.
Pandji Pragiwaksono. (instagram.com/farid_efte)
Intinya sih...
  • Mens Rea, acara spesial stand-up comedy karya Pandji Pragiwaksono di Netflix viral dan memicu perbincangan luas di media sosial.
  • Pandji Pragiwaksono adalah komika yang mendekatkan topik politik kepada anak muda lewat bahasa yang cair dan relevan dengan keseharian.
  • Pandji Pragiwaksono konsisten membawa tema sosial, politik, dan kebangsaan ke atas panggung stand-up comedy.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mens Rea, acara spesial stand-up comedy karya Pandji Pragiwaksono langsung mencuri perhatian sejak tayang di Netflix pada 27 Desember 2025. Pertunjukan berdurasi 2 jam 24 menit ini dengan cepat masuk jajaran tontonan terpopuler, sekaligus memicu perbincangan luas di media sosial. Materinya yang menyorot budaya hukum Indonesia, kebijakan pemerintah dan berbagai keanehan dalam kehidupan sehari-hari, disampaikan lewat sudut pandang satir khas Pandji, membuat Mens Rea viral dan menuai respons beragam.

Mens Rea sebelumnya digelar sebagai tur Pandji di 10 kota sepanjang April hingga Agustus 2025. Sejak awal, pertunjukan ini memang dirancang untuk mendekatkan topik politik kepada anak muda, dengan bahasa yang lebih cair dan relevan dengan keseharian. Lewat panggung stand-up, Pandji mengajak penonton memahami cara berpikir kritis terhadap kekuasaan, hukum, dan dinamika sosial yang sering terasa jauh dari generasi muda.

Oleh karena itu, nama Pandji Pragiwaksono pun kembali menjadi sorotan. Lantas, siapa sebenarnya sosok di balik special stand-up yang ramai dibicarakan ini? Simak profil selengkapnya berikut ini.

Latar belakang dan pendidikan

potret Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono. (instagram.com/Pandji.pragiwaksono)

Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo lahir pada 18 Juni 1979 di Singapura. Meski lahir di luar negeri, perjalanan hidup dan kariernya banyak dibentuk di Indonesia. Ia mengenyam pendidikan di Jakarta sebelum melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB), tepatnya di Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Latar pendidikan seni ini kerap tercermin dalam cara Pandji meramu ide, baik di panggung, tulisan, maupun karya audiovisual. Ia dikenal memiliki ketertarikan besar pada isu sosial, kebangsaan, dan identitas, yang kemudian menjadi benang merah dalam hampir seluruh karyanya.

Karier awal dari dunia radio

DSC08114.JPG
Pandji Pragiwaksono. (IDN Times/Aryodamar)

Sebelum dikenal luas sebagai komika, Pandji justru memulai kariernya di dunia radio. Ia menjadi penyiar di Hard Rock FM Bandung pada awal 2000-an, lalu melanjutkan kariernya di Hard Rock FM Jakarta. Dari sinilah kemampuan bicaranya terasah, yang terkesan cepat, reflektif, dan komunikatif.

Radio juga menjadi ruang awal bagi Pandji untuk membangun persona publik yang kritis, tapi tetap dalam suasana santai. Gaya bicaranya yang lugas dan berani mengemukakan pendapat perlahan menarik perhatian audiens yang lebih luas.

Wajah populer di televisi

Pandji Pragiwaksono. (instagram.com/pandji.pragiwaksono)
Pandji Pragiwaksono. (instagram.com/pandji.pragiwaksono)

Nama Pandji semakin dikenal publik ketika ia terjun ke dunia televisi sebagai presenter. Ia membawakan berbagai program hiburan dan reality show, termasuk acara yang menguji spontanitas dan interaksi langsung dengan peserta.

Di periode ini, Pandji juga dikenal sebagai sosok yang memiliki ketertarikan besar pada basket dan NBA, yang sempat membawanya menjadi presenter program olahraga. Eksposur televisi membuatnya dikenal lintas segmen, sebelum akhirnya menemukan panggung stand-up comedy yang benar-benar merepresentasikan suaranya.

Perjalanan di dunia stand-up comedy

potret Pandji Pragiwaksono (instagram.com/pandji.pragiwaksono)
Pandji Pragiwaksono. (instagram.com/pandji.pragiwaksono)

Pandji termasuk generasi awal yang ikut mendorong perkembangan stand-up comedy modern di Indonesia. Ia dikenal luas sebagai host ajang Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV pada musim-musim awal, sebelum kemudian berperan sebagai juri.

Berbeda dari banyak komika lain, Pandji konsisten membawa tema sosial, politik, dan kebangsaan ke atas panggung. Tur-tur stand-up-nya kerap dirancang sebagai satu kesatuan narasi besar, tidak hanya sekadar kumpulan materi lepas. Mulai dari Bhinneka Tunggal Tawa, Mesakke Bangsaku, Juru Bicara, Komoidoumenoi, hingga akhirnya Mens Rea, Pandji jadikan panggung komedi sebagai ruang diskusi publik.

'Mens Rea' dan komedi politik untuk anak muda

Dalam Mens Rea, Pandji mengangkat istilah hukum yang merujuk pada niat di balik sebuah tindakan. Konsep ini diterjemahkan ke dalam materi komedi yang menyorot cara berpikir masyarakat, elite politik, hingga budaya menyikapi kekuasaan.

Pertunjukan ini digelar agar anak muda bisa memahami isu politik tanpa merasa digurui. Pandji menggunakan contoh sehari-hari, pengalaman personal, dan observasi sosial yang dekat dengan realitas penonton. Pendekatan ini pula yang membuat Mens Rea terasa relevan, sekaligus memancing reaksi beragam dari publik.

Daftar karya Pandji Pragiwaksono

Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono. (instagram.com/pandji.pragiwaksono)

Diskografi:

  • Provocative Proactive (2008)
  • You’ll Never Know When Someone Comes in and Press Play on Your Paused Life (2009)
  • Merdesa (2010)
  • Album 32 (2012)
  • Pemanasan (2015)
  • Pembalasan (2018)

Film:

  • Make Money (2013), sebagai Aris Mulyono
  • Comic 8 (2014), sebagai dr. Pandji
  • Marmut Merah Jambu (2014), sebagai guru SMA
  • Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014), sebagai pengisi suara komentator sepakbola
  • Di Balik 98 (2015), sebagai Susilo Bambang Yudhoyono
  • Youtubers (2015), sebagai dosen
  • Comic 8: Casino Kings Part 1 (2015), sebagai dr. Pandji
  • Get Married 5: 99% Muhrim (2015), sebagai Pak Bambang
  • Single (2015), sebagai Wawan
  • Comic 8: Casino Kings Part 2 (2016), sebagai dr. Pandji
  • Rudy Habibie (2016), sebagai Peter Manumasa
  • Stip & Pensil (2017), sebagai Pak Adam
  • Insya Allah Sah (2017), sebagai Raka Djakasasmita
  • The Underdogs (2017), sebagai pembawa acara talkshow
  • Ayat-Ayat Cinta 2 (2017), sebagai Hulusi
  • Si Juki the Movie: Panitia Hari Akhir (2017), sebagai pengisi suara Ganjar Ginanjar
  • Partikelir (2018), sebagai penulis naskah, sutradara, dan pemeran Adrian Pratama
  • Insya Allah Sah 2 (2018), sebagai Raka Djakasasmita
  • DOA (Doyok-Otoy-Ali): Cari Jodoh (2018), sebagai Otoy
  • Mendadak Kaya (2019), sebagai Otoy
  • Mendarat Darurat (2022), sebagai penulis naskah, sutradara, dan pemeran Yahya

Serial Televisi:

  • Comic Story (2014-2015), sebagai Pandji

Serial Web:

  • Name for a Band the Series (2023), sebagai produser
  • Hubungi Agen Gue! (2023), sebagai Pandji

Buku:

  • National.Is.Me
  • How I Sold 1000 CDs in 30 Days
  • Menghargai Gratisan
  • Merdeka dalam Bercanda
  • Berani Mengubah
  • Indiepreuneur
  • Menemukan Indonesia
  • Juru Bicara
  • Persistent
  • Septictack: Pengalaman Nyemplung ke Kolam Politik

Special Show Stand-up:

  • Bhinneka Tunggal Tawa (2011)
  • Merdeka Dalam Bercanda (2012)
  • Mesakke Bangsaku (2013)
  • Juru Bicara (2016)
  • Pragiwaksono (2018)
  • Septictank (2019)
  • Hiduplah Indonesia Maya (2019)
  • Keadaan Kahar (2020)
  • Ternyata Ini Sebabnya (2021)
  • Komoidoumenoi (2022)
  • Mens Rea (2025)

Itu dia profil Pandji Pragiwaksono yang berhasil Popbela rangkum kali ini. Respons publik terhadap gaya komedi Pandji hampir selalu terbagi. Ada yang merasa terwakili oleh kegelisahannya, ada pula yang terganggu dengan sudut pandangnya.

Namun, konsistensinya menjadikan komedi sebagai medium diskusi sosial membuat namanya terus relevan dari waktu ke waktu. Pandji kembali menegaskan posisinya sebagai komika yang berani membawa isu sensitif ke ruang hiburan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ayu Utami
Niken Ari Prayitno
Ayu Utami
EditorAyu Utami
Follow Us

Latest in Career

See More

Cara Baca Jam dalam Bahasa Inggris yang Mudah Dipahami

07 Jan 2026, 23:15 WIBCareer