Ello (2005)
Ello – Repackage (2006)
Realistis Idealis (2009)
Taub Mumu (2012)
Jalur Alternatif (2015)
Antistatis (2019)
Saphir (2020
99 (2020)
Babylon (2021)
Ombak Melankolia (2025)
Profil Marcello Tahitoe, dari Keluarga Musisi Legendaris hingga Panggung Besar Dewa 19

- Marcello Tahitoe, dikenal sebagai Ello, adalah musisi Indonesia dengan darah Maluku dan Batak yang tumbuh dalam keluarga musisi legendaris.
- Pada 2022, Ello bergabung dengan Dewa 19 sebagai vokalis baru setelah sukses dengan album-album solo dan proyek kolaboratifnya.
- Dari debut pada 2005 hingga kini, Ello telah merilis berbagai album dan single yang menandai perkembangan musikalnya di industri Tanah Air.
Belakangan ini, nama Marcello Tahitoe kembali mencuat dalam perbincangan publik. Sosok yang dikenal lewat suara khas dan perjalanan panjangnya di industri musik Indonesia ini ramai disorot setelah memberikan tanggapan singkat terhadap perilisan memoar Aurelie Moeremans, Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Memoar tersebut memuat kisah personal Aurelie tentang pengalaman pahit di masa remajanya, termasuk relasi relasi emosional yang meninggalkan luka.
Mengingat dirinya pernah memiliki hubungan dengan Aurelie Moeremans di masa lalu, tak heran jika namanya ikut terseret dalam perbincangan. Saat dimintai tanggapan, ia memilih bersikap tenang dan dewasa. Ia menyampaikan apresiasi atas keberanian Aurelie menuangkan kisah hidupnya dalam bentuk buku, tanpa masuk ke detail atau polemik apapun.
Sikap itu pun memicu beragam reaksi publik sekaligus membangkitkan rasa penasaran terhadap musisi tersebut. Untuk itu, simak profil Marcello Tahitoe selengkapnya berikut ini!
Tumbuh di keluarga musisi legendaris
Marcello Tahitoe lahir di Jakarta pada 20 Februari 1983. Ia dikenal luas dengan nama panggung Ello sebagai seorang penyanyi, pengarang lagu, sekaligus produser musik Indonesia dengan darah Maluku dan Batak yang mengalir dalam dirinya. Sejak 2022 hingga sekarang, Ello juga dikenal sebagai salah satu vokalis baru Dewa 19, yang secara otomatis menempatkannya di pusat perhatian industri musik Tanah Air.
Bakat musik Ello bukan datang tanpa latar belakang. Ia lahir dari keluarga yang sangat kental dengan dunia musik. Ayahnya, Minggoes Tahitoe, merupakan musikus dan pengarang lagu berdarah Maluku. Sementara mendiang ibu, Diana Nasution, dikenal sebagai penyanyi pop legendaris Indonesia. Ello juga merupakan keponakan dari Rita Nasution, seorang penyanyi senior di era 70-an.
Lingkungan inilah yang membentuk Ello sejak dini. Musik menjadi bagian dari kesehariannya, bukan sekadar minat sesaat. Meski demikian, Ello tetap menempuh jalur akademik dengan menyelesaikan pendidikan diploma di bidang Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia.
Jalani ritme hidup yang baru

Di luar musik, kehidupan pribadi Ello juga mengalami pasang surut. Pada awal 2017, ia sempat tersandung kasus penyalahgunaan narkotika dan menjalani rehabilitasi hingga dinyatakan selesai pada Mei 2018. Periode tersebut menjadi titik refleksi penting dalam hidupnya.
Seiring waktu, Ello bangkit dan menata ulang kehidupannya. Pada 2022, ia menikah dengan Cindy Maria dan kini dikenal lebih fokus pada keluarga serta karier musiknya. Ia pun juga dikaruniai dua anak perempuan dengan nama Dunia dan Darah Tahitoe.
Dari pendatang baru hingga bergabung dengan Dewa 19

Ello memulai debut profesionalnya pada 2005 lewat album Ello, yang langsung mencuri perhatian industri musik. Tahun debutnya menjadi tonggak penting karena ia sukses membawa pulang sejumlah penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI), termasuk Pendatang Baru Terbaik dan Album Pop Terbaik.
Seiring waktu, Ello terus bereksplorasi dengan warna musik yang lebih berani, mulai dari pop, rock, hingga alternatif. Album-album seperti Jalur Alternatif, Antistatis, dan 99 menunjukkan kedewasaan musikal serta keberaniannya keluar dari pakem awal. Konsistensi tersebut membawanya meraih kembali penghargaan AMI di kategori Penyanyi Solo Rock Terbaik pada 2016 dan 2019, hingga Album Rock Terbaik dan Album Terbaik-Terbaik pada 2021.
Puncak fase baru dalam kariernya terjadi pada 28 Februari 2022, saat Dewa 19 resmi mengumumkan Ello sebagai vokalis baru, lebih dari satu dekade setelah hengkangnya Once. Di tengah kesibukannya bersama Dewa 19, Ello juga terlibat dalam proyek kolaboratif yang mencuri perhatian, yakni Loh Kok Tum Band.
Daftar diskografi Marcello Tahitoe

Sepanjang kariernya, Ello telah merilis berbagai album yang menandai setiap fase musikalnya, di antaranya:
Album:
Single dan kolaborasi pilihan:
“Buka Semangat Baru” ft. Berry Manoch, Ipang Lazuardi, dan Lala Karmela (2009)
“Yang Ku Nanti” (2011)
“Allah Bangkit, Bersoraklah” (2011)
“Aku Selalu Ada” (2012)
“Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki (2014)
“Sorry Abis” (2014)
“Berdiri Sampai Mati” (2015)
“Sampah - Sampah Dunia Maya” (2018)
“Munafik” (2018)
“Cinta Lama” (2020)
“Sudah” ft. Dewa 19 (2021)
“Juliette” bersama Dewa 19 (2023)
“Do Over” (2023)
“Separuh Nafas” bersama Dewa 19, Ari Lasso & Virzha (2024)
“Janji Sumpah” (2024)
“Asmaralaya” (2024)
“Setunggal” (2025)
“Indonesia Manise” bersama Chicco Jerikho, Gabagababeatz & Ridho Hafiedz, ft. Barry Likumahuwa & Sandy Canester (2025)
Itu dia profil Marcello Tahitoe kali ini. Dari perjalanan karier hingga kisah hidupnya, apakah Ello juga termasuk musisi favorit kamu?


















