Profil Magnus Ferrell, Musisi di Balik “Asleep Talking”

- Magnus Paulin Ferrell, musisi dan aktor kelahiran 2004 asal Irvine, California, adalah putra Will Ferrell dan Viveca Paulin serta mahasiswa USC yang menjeda studi pada 2025 demi musik.
- Ia memilih jalur musik, terinspirasi kakeknya Roy Lee Ferrell Jr. yang musisi jazz; belajar piano sejak usia lima tahun, menulis lagu remaja, dan mengusung soul, R&B, serta pop.
- Lagu “Asleep Talking” viral setelah diputar Will Ferrell di podcast Michelle Obama dan menembus Billboard; lagu ini juga di-cover sejumlah musisi, sementara Magnus aktif merilis konten di media sosial.
Lagu “Asleep Talking” akhir-akhir viral dan makin banyak diputar di media sosial. Salah satunya ada Audrey Tapiheru, Gamaliel Tapiheru, serta solois asal Korea, Jacob, yang juga ikut me-cover lagu tersebut, sampai di-notice langsung oleh sang penyanyi, Magnus Ferrell.
Magnus Ferrell sendiri merupakan musisi muda asal Amerika yang sedang naik daun. Penyanyi kelahiran tahun 2004 tersebut juga merupakan putra dari komedian senior, Will Ferrell. Digadang jadi penyanyi besar Hollywood masa depan, berikut profil dan fakta menarik Magnus Ferrell.
Table of Content
Biodata singkat

instagram.com/magnus_ferrell Nama lengkap: Magnus Paulin Ferrell
Tanggal lahir: 7 Maret 2004
Tempat lahir: Irvine, California, Amerika Serikat
Zodiak: Pisces
Profesi: Musisi (penyanyi-penulis lagu) dan aktor
Orang tua: Will Ferrell & Viveca Paulin
Saudara: Mattias Ferrell dan Axel Ferrell
Pendidikan: University of Southern California (USC)
Punya orang tua artis

instyle.com Magnus Ferrell merupakan anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Will Ferrell dan Viveca Paulin. Kedua orang tuanya adalah artis. Ibunya merupakan aktris asal Swedia, sementara sang ayah merupakan aktor, komedian, penulis, dan produser papan atas Amerika.
Nama Magnus sendiri konon berarti "yang agung" dalam bahasa Latin, sekaligus merujuk pada garis keturunan Skandinavia dari sang ibu yang berasal dari Swedia. Meski tumbuh sebagai anak seorang bintang Hollywood ternama, masa kecil Magnus terbilang cukup privat. Ia bahkan mengaku baru benar-benar menyadari betapa populernya sang ayah ketika berusia sekitar 11 tahun.
Darah musik dari sang kakek

People.com Ayah Magnus, Will Ferrell, lebih menekuni seni akting dibanding musik. Filmografi mencakup puluhan judul. Sementara itu, bukan mengikuti jejak akting ayahnya, Magnus justru memilih musik sebagai jalur karier utamanya. Ini ternyata warisan dari sang kakek. Kakek Magnus, Roy Lee Ferrell Jr., merupakan seorang musisi jazz profesional yang pernah bermain saksofon dan piano bersama grup The Righteous Brothers pada era 1960–1970-an. Magnus tumbuh besar di rumah yang kental dengan alunan jazz dan blues.
Magnus mulai belajar piano sejak usia lima tahun atas arahan ibunya. Menariknya, ia mengaku sempat tidak menyukai piano dari usia 5 hingga 12 tahun. Titik baliknya terjadi saat usia 13 tahun, ketika ia mulai mendalami jazz dan menemukan cara memainkan akor minor kesembilan. Momen tersebut lah yang membuka pemahamannya tentang mengapa ia terus berlatih musik.
Sempat ambil jurusan akting di perguruan tinggi

instagram.com/magnus_ferrell Magnus diketahui melanjutkan studi di University of Southern California (USC), almamater yang sama dengan sang ayah. Di sana, ia mengambil jurusan akting dan sempat menjalani masa kuliah sebagai mahasiswa aktif sembari mulai merintis karier musik. Pada tahun 2025, ia memilih untuk menjeda studinya agar fokus penuh mengembangkan kariernya di dunia musik.
Masuk ke dunia hiburan sejak kecil

instagram.com/magnus_ferrell Artis berzodiak Pisces itu sudah dekat dengan dunia hiburan sejak kecil. Pada tahun 2013, di usia yang masih 9 tahun, Magnus debut akting dengan tampil sebagai cameo bersama ayahnya dalam film Anchorman 2: The Legend Continues. Ia bahkan mulai menulis musik sendiri sejak masih remaja sekitar usia 12-13 tahun. Namun, menurutnya karya-karya awal itu belum tentu bagus dan dilakukan sekadar untuk bersenang-senang saja.
Rilis lagu hingga penampilan panggung pertamanya

instagram.com/magnus_ferrell Minatnya pada produksi musik semakin serius selama masa pandemi COVID-19. Salah satu single awalnya, "Missed Your Chance," dirilis pada Januari 2024 saat ia masih berstatus mahasiswa aktif di USC. meski demikian, Magnus justru resmi memulai debut kariernya secara publik dengan penampilan live pertamanya di The Troubadour, venue musik ikonik di Los Angeles. Dalam momen tersebut, sang ayah bahkan naik panggung memainkan cowbell, instrumen yang identik dengan sketsa terkenal Will Ferrell di Saturday Night Live.
Kini, Magnus dikenal sebagai musisi dengan genre musik yang memadukan soul, R&B, dan pop dengan sentuhan lirik yang introspektif dan personal. Karya-karyanya dapat dinikmati di berbagai platform streaming. Beberapa lagunya yang hits, seperti "Asleep Talking" dan "Waste Your Heart".
Viral usai lagunya diputar di podcast Michelle Obama
Momen besar dalam kariernya terjadi ketika sang ayah memutar lagunya, "Asleep Talking", dalam podcast mantan Ibu Negara Amerika Serikat, Michelle Obama, yang bertajuk IMO. Momen viral ini mendorong lagu tersebut menembus tangga lagu Billboard. Selama berkarier sebagai penyanyi, Magnus banyak tampil di berbagai event, termasuk showcase musik dan tur atau pertunjukan di sekolah-sekolah menengah. Terobosan kariernya terbaru adalah ia masuk dalam nominasi Best New Artist dalam ajang MTV VMA 2026.
Aktif menjadi content creator

instagram.com/magnus_ferrell Selain aktif merilis musik, Magnus juga membangun dan menyapa para penggemar melalui media sosial, termasuk Instagram dan TikTok. Gen-Z satu ini kerap berbagi proses kreatif dan kesehariannya dalam video atau konten yang ia unggah di media sosial. Magnus juga tercatat memiliki kanal YouTube resmi dan situs web pribadi sebagai musisi sekaligus aktor.
Dalam berbagai wawancara, Magnus mengaku bangga menjadi anak Will Ferrell, namun ia tetap berusaha menunjukkan bahwa kecintaannya pada musik murni miliknya sendiri, terlepas dari nama besar keluarganya.
Itulah profil Magnus Ferrell, musisi muda yang sedang hits. Kamu pendengar lagu-lagunya juga, nggak?




















