Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Commitment Issues? Ini Penyebab dan Tips Mengatasinya

Apa Itu Commitment Issues? Ini Penyebab dan Tips Mengatasinya
pexels.com/Ron Lach
  • Commitment issues adalah ketakutan atau keengganan terikat dalam hubungan jangka panjang yang tampak dari sulit membahas masa depan atau membawa hubungan ke tahap serius.

  • Kondisi ini dapat dipengaruhi trauma hubungan, pengalaman masa kecil, pola asuh, dan avoidant attachment. Tandanya meliputi menghindari hubungan serius, status, kedekatan emosional, serta komunikasi.

  • Commitment issues bisa memicu cemas, stres, rasa bersalah, konflik, hingga perpisahan. Penanganannya mencakup komunikasi terbuka, membangun kedekatan emosional, terapi individu, atau konseling bersama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menjalin hubungan yang sehat tentu membutuhkan komitmen dari kedua belah pihak. Sayangnya, tak semua orang mampu memberikan komitmen yang utuh dalam sebuah hubungan. Salah satu contoh yang paling umum ialah pasangan yang takut menikah, padahal hubungannya sudah berjalan selama bertahun-tahun.

Istilah untuk menggambarkan kondisi tersebut disebut dengan commitment issues. Kira-kira, apa itu commitment issues? Yuk, cari tahu definisi, penyebab dan tanda-tandanya berikut ini.

  1. 1. Apa itu commitment issues?

    commitment issues
    pexels.com/Gustavo Fring

    Melansir Healthline, commitment issues merupakan kondisi saat seseorang merasa takut atau enggan mengambil keputusan yang dapat membuat dirinya terikat dalam hubungan atau situasi jangka panjang.

    Dalam hubungan romantis, hal ini biasanya terlihat dari kesulitan membicarakan masa depan atau keengganan melangkah ke tahap hubungan yang lebih serius. Akibatnya, hubungan bisa sulit untuk maju atau justru bertahan dalam jangka panjang tanpa kejelasan ending-nya.

  2. 2. Penyebab commitment issues

    Commitment issues dapat dipengaruhi oleh pengalaman buruk atau trauma dalam hubungan di masa lalu. Misalnya, pernah disakiti, mengalami toxic relationship, atau hubungan yang tidak berjalan dengan baik. Hal itu yang membuat seseorang takut kembali jatuh cinta dan menjalin hubungan serius.

    Selain itu, pengalaman masa kecil dan pola asuh keluarga juga bisa memengaruhi cara seseorang membangun hubungan, lho. Pola attachment tertentu, seperti avoidant attachment, dapat membuat seseorang cenderung menjaga jarak dan sulit berkomitmen. Berbagai pengalaman itu akan memengaruhi perilaku seseorang dalam hubungan.

  3. 3. Ciri-ciri commitment issues

    commitment issues
    pexels.com/Keira Burton

    Selain mengetahui commitment issue, kamu juga perlu memahami ciri-cirinya. Berikut beberapa tanda seseorang memiliki commitment issues, di antaranya:

    • Menghindari hubungan atau kencan yang serius
    • Enggan membicarakan masa depan bersama pasangan
    • Tidak ingin merasa terikat secara emosional dengan pasangan
    • Merasa tidak nyaman saat pasangan mulai menunjukkan komitmen
    • Kurang antusias untuk berkomunikasi dengan pasangan
    • Sulit mengungkapkan perasaan atau mengucapkan kata cinta
    • Enggan memberi status pada hubungan, seperti menyebut diri sebagai pacar
    • Lebih nyaman menjalani kehidupan sendiri tanpa pasangan

    Meski demikian, tanda-tanda tersebut tidak selalu mudah dikenali. Pasalnya, seseorang dengan commitment issues bisa menunjukkan beberapa tanda atau bahkan tidak sama sekali.

  4. 4. Dampak commitment issues

    Orang yang mengalami commitment issues dapat merasa takut, cemas, dan stres karena kesulitan membawa hubungan ke tahap yang lebih serius.

    Tak hanya frustasi dengan diri sendiri, ia juga akan merasa bersalah karena telah menyakiti pasangannya. Selain itu, commitment issues juga bisa menyebabkan retaknya suatu hubungan, bahkan berakhir dengan perpisahan.

    Pada situasi tertentu, seseorang yang punya commitment issues bisa merusak hubungannya sendiri dengan cara berselingkuh, menciptakan konflik yang tidak perlu, dan menjauhkan diri dari hubungan. Tentu, semua itu tetap menimbulkan luka emosional bagi kedua pihak.

  5. 5. Tips mengatasi commitment issues

    commitment issues
    pexels.com/Tima Miroshnichenko

    Agar hubungan tetap terjaga dan menghambat kamu untuk melangkah ke tahap yang lebih serius, berikut beberapa tips mengatasi commitment issues, antara lain:

    • Bicarakan dengan pasangan
      Coba ungkapkan rasa takut dan kekhawatiran yang kamu rasakan kepada pasangan. Komunikasi terbuka ini akan membantu pasangan memahami kondisimu. Kamu pun bisa memutuskan solusi terbaik bersama pasangan untuk keluar dari masalah percintaan tersebut.
    • Bangun kedekatan emosional
      Luangkan lebih banyak waktu bersama, misalnya dengan berlibur, melakukan aktivitas yang disukai, atau sekadar mengobrol. Cara ini bisa mengurangi masalah trust issue karena kamu dapat mengenal pasangan lebih baik, begitu pula sebaliknya. Jadi, kamu akan lebih berani berkomitmen.
    • Ikuti terapi individu
      Jika rasa takut berkomitmen ini sulit diatasi, terapi bisa kamu pilih. Terapis dapat membantu kamu memahami penyebab sekaligus menemukan cara yang tepat untuk mengatasinya.
    • Lakukan konseling bersama
      Konseling bersama bisa membantu kamu dan pasangan memahami masalah komitmen dengan lebih baik. Kamu juga dapat belajar saling mendukung dan membangun hubungan yang lebih sehat dari sebelumnya.

    Itu dia penjelasan seputar apa itu commitment issues, penyebab, dampak, dan cara mengatasinya. Jika kamu kesulitan mengatasi masalah tersebut, jangan ragu pergi ke terapis atau konselor, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More