Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

7 Fakta Kebakaran Desa Adat Sade Lombok, Warisan Budaya yang Hangus

7 Fakta Kebakaran Desa Adat Sade Lombok, Warisan Budaya yang Hangus
agoda.com
  • Desa Adat Sade di Lombok Tengah dilalap api hebat pada Sabtu malam hingga ratusan rumah tradisional ludes.
  • Korsleting listrik diduga menjadi pemicu, sementara Inafis Polda NTB dan Polres Lombok Tengah masih menyelidiki penyebab pasti.
  • Kebakaran berdampak pada 320 warga dan fasilitas desa, dengan bantuan, posko tanggap darurat, serta dapur umum telah disiapkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kabar duka datang dari Bumi Seribu Masjid, Bela. Desa Adat Sade di Lombok Tengah, salah satu destinasi wisata budaya paling ikonik di Lombok, dilalap api hebat pada Sabtu (22-8-2026) malam. Dalam hitungan jam, ratusan rumah tradisional yang sudah berdiri turun-temurun ludes tak bersisa.

Kebakaran tersebut diduga berasal dari korsleting listrik, namun penyebab pastinya masih diselidiki. Biar makin paham, yuk simak 7 fakta kebakaran Desa Sade lengkapnya di bawah ini!

  1. 1. Sade bukan sekadar desa wisata biasa

    Kebakaran Desa Adat Sade
    Dok. Internet/Kompas

    Desa Adat Sade terletak di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Nama Sade dipercaya berasal dari kata "Saded" yang artinya obat atau penawar. Lebih dari sekadar nama unik, Sade adalah rumah bagi masyarakat Suku Sasak yang masih menjaga tradisi leluhur mereka.

    Desa satu ini diperkirakan telah berusia sekitar 600 tahun dan disebut telah ada sejak sekitar abad ke-14. Kawasannya dihuni sekitar 700 warga yang menurut laporan berasal dari satu garis keturunan, dan sebelum kebakaran diperkirakan memiliki sekitar 150 rumah adat.

    Desa Sade adalah warisan budaya. Sade merupakan kampung adat masyarakat Sasak yang menjadi tempat berlangsungnya tradisi, termasuk menenun (nyesek), tempat tersimpannya benda budaya, serta pewarisan pengetahuan dan cerita masyarakat.

  2. 2. Arsitektur unik dan otentik

    Kebakaran Desa Adat Sade
    wikipedia.com

    Hal yang membuat Desa Adat Sade spesial adalah arsitektur rumahnya yang masih otentik. Rumah adat suku Sasak terbuat dari jerami dengan dinding anyaman bambu atau yang biasa disebut bedek. Uniknya lagi, lantainya terbuat dari tanah liat yang dicampur kotoran kerbau dan abu jerami, sebuah teknik yang sudah diwariskan turun-temurun dan membuat lantai mengeras seperti semen. Material bangunan seperti kayu dan bambu didapat langsung dari lingkungan sekitar, bahkan penyambungan kayunya pakai paku dari bambu, lho.

  3. 3. Roda ekonominya bertumpu pada pariwisata dan kerajinan tangan

    Kebakaran Desa Adat Sade
    wikipedia.com

    Selain jadi rumah tinggal, kawasan Sade juga jadi sumber penghidupan warganya lewat sektor pariwisata. Barang-barang milik warga yang menunjang aktivitas ekonomi, termasuk kain tenun dan kerajinan tangan, biasa dijual langsung kepada wisatawan yang berkunjung. Maka itu, saat api melahap desa, bukan hanya tempat tinggal yang hilang, tapi juga sumber nafkah masyarakat sehari-hari.

  4. 4. Kebakaran malam hari saat warga tertidur

    Kebakaran Desa Adat Sade
    tripadvisor.com

    Pada Sabtu (22-8-2026) kemarin, Desa Adat Sade mengalami kebakaran hebat yang terjadi sekitar pukul 20.00 WITA. Salah satu warga, Amaq Imi, mengungkapkan kebakaran terjadi secara tiba-tiba saat warga sedang tertidur, sehingga barang-barang seperti kain tenun, uang, hingga ponsel tidak sempat diselamatkan.

    Beberapa laporan menyebut api mulai terlihat dari tengah permukiman sekitar pukul 22.00 WITA lalu merembet dengan sangat cepat ke rumah-rumah lain. Menurut beberapa warga, kebakaran ini bukanlah kali yang pertama. Selama ini ada 5-6 kali kebakaran di desa tersebut, namun yang satu inilah yang paling besar dan menghanguskan banyak rumah.

  5. 5. Penyebabnya masih diselidiki, diduga ada korsleting listrik

    Kebakaran Desa Adat Sade
    Dok. Internet/Detik

    Terkait penyebab pasti kebakaran tersebut, sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. Pemerintah Provinsi NTB menyebut kebakaran diduga dipicu korsleting listrik, namun pihak berwajib menegaskan penyebab pasti masih perlu dipastikan lebih lanjut.

    Tim gabungan dari Inafis Polda NTB dan Polres Lombok Tengah bahkan turun langsung melakukan olah TKP, mengambil dokumentasi dan meminta keterangan saksi maupun korban. Faktor yang memperparah adalah kondisi bangunan itu sendiri. Seluruh rumah adat di kawasan tersebut menggunakan atap berbahan ilalang serta dinding dari anyaman bambu yang mudah terbakar, ditambah permukiman yang cukup padat sehingga api lebih mudah merambat dari satu bangunan ke bangunan lain.

  6. 6. Bantuan diluncurkan segera

    Kebakaran Desa Adat Sade
    threads.com/@lombok.laluhabibi

    Saat kabar kebakaran menyebar, berbagai pihak langsung mengerahkan bantuan. Puluhan mobil pemadam kebakaran dan penyelamatan gabungan dikerahkan, dengan bantuan armada dari Lombok Timur, Lombok Barat, Kota Mataram, Pemerintah Provinsi NTB, hingga seluruh unit Damkartan Lombok Tengah.

    Sekitar 100 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah juga diterjunkan untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan lokasi. Untuk penanganan pascakebakaran, posko tanggap darurat juga didirikan lengkap dengan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

  7. 7. Kerugian Fisik Miliaran Rupiah, Untung Tak Ada Korban Jiwa

    Kebakaran Desa Adat Sade
    Dok. Internet/Antara Foto

    Kebakaran ini dilaporkan berdampak terhadap 320 warga atau 120 kepala keluarga. Tak hanya ratusan rumah warga yang ludes terbakar dalam semalam, sejumlah fasilitas seperti masjid, museum, dan lapak UMKM turut terdampak. Kerugian materiil diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat tingginya nilai cagar budaya serta barang-barang warga yang tak sempat diselamatkan. Kabar baiknya, di tengah musibah besar ini, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

    Semoga warisan budaya ini bisa segera bangkit lagi, ya, Bela.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More