instagram.com/madisonbeer
Madison dikenal dengan karya-karyanya yang menyentuh hati dan related dengan kehidupan banyak anak-anak muda. Kebanyakan lagunya bertemakan toxic relationships, patah hati, dan proses pencarian jati diri serta kesehatan mental. Ia dikenal sering menulis lirik yang sangat jujur, rapuh, dan berdasarkan pengalaman pribadinya.
Madison sangat terbuka mengenai perjuangannya melawan kecemasan, depresi, dan tekanan emosional, terutama melalui album debutnya, Life Support. Ia sendiri pernah didiagnosa mengalami gangguan kecemasan, PTSD karena pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan, hingga borderline personality disorder (BPD). Kini, Madison masih berjuang dengan mental health-nya dan mulai terlihat lebih baik.
Selain itu, ia juga membuat karya yang penuh pesan positif yang menunjukkan proses pendewasaan. Banyak liriknya yang menceritakan momen ketika ia akhirnya memilih untuk pergi demi kebaikan dirinya sendiri. Salah satunya tertuang dalam album Silence Between Songs dan Locket yang banyak mengeksplorasi tema refleksi diri, berdamai dengan masa lalu, serta belajar untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas kegagalan hubungan.
Tidak hanya tentang cinta romantis, Madison juga menulis lagu personal tentang orang-orang terdekatnya. Lagu "Ryder" merupakan karya emosional yang ia dedikasikan khusus untuk adik kandungnya, Ryder Beer, mengenai hubungan persaudaraan mereka di tengah perceraian orang tua mereka.