Penulis buku Harry Potter, J.K. Rowling, mendapat banyak kecaman di akun Twitternya setelah mengomentari sebuah artikel mengenai kerentanan para perempuan dan kelompok non-biner atau genderqueer, yang mengalami menstruasi di situasi pasca pandemi.  

Komentar yang dicuit pada Sabtu (6/6) lalu ini membuat Rowling dinilai oleh netizen sebagai orang yang tak berpihak kepada kelompok transeksual. Penulis asal Inggris ini juga disebut sebagai orang yang anti-trans dan juga transfobia terhadap kelompok transeksual serta non-biner atau genderqueer.

Banjir kecaman yang didapatkan oleh perempuan berusia 54 tahun ini tak membuatnya diam. Masih lewat cuitan di Twitter, Rowling menanggapi berbagai kecaman yang datang kepadanya itu. Tidak hanya menanggapi kecaman, Rowling juga membantah pernyataan yang menyebutkan bahwa dirinya adalah sosok yang fobia atau benci pada kaum transeksual. Rowling justru menyebut dirinya sebagai sosok yang menghargai dan menaruh rasa empati pada kaum transeksual.

Respon berbagai pihak

Bagi banyak orang, cuitan di akun Twitter yang diikuti oleh hampir 15 juta orang tersebut merupakan sesuatu yang sangat memilukan. Hal ini dikarenakan Rowling sendiri melalui karya-karyanya, salah satunya Harry Potter, mengajarkan kepada pembacanya mengenai nilai-nilai empati, egalitarianisme atau kesetaraan, dan juga rasa cinta. Oleh karena itu, cuitan Rowling tersebut dirasa sangat bertentangan dengan hal-hal yang selama ini disebarluaskan oleh Rowling melalui buku-bukunya. 

Salah satu pihak yang turut buka suara mengenai cuitan Rowling ini ialah pemeran Harry Potter, yaitu Daniel Radcliffe. Dalam sebuah esai yang diunggah dalam laman the Trevor Project, Radcliffe menyatakan sikap yang berbeda dengan Rowling. Radcliffe sendiri secara tegas menyatakan dukungannya kepada kelompok transeksual sekaligus membantah anggapan Rowling bahwa kelompok transeksual tidak mengalami menstruasi. 

"Transgender perempuan juga perempuan. Pernyataan apapun yang berlawanan [dengan transgender] menghapus identitas dan martabat masyarakat transgender dan bertentangan dengan seluruh saran yang diberikan oleh asosiasi kesehatan profesional yang jauh lebih ahli soal ini dibanding saya maupun Jo [JK Rowling]," kata Radcliffe dalam esai tersebut. 

Tak hanya menyampaikan sikap yang kontra dengan Rowling, Radcliffe pun turut meminta maaf kepada para penggemar Harry Potter yang merasa tersakiti dengan cuitan Rowling tersebut.  

"Kepada seluruh pihak yang kini merasa pengalaman mereka dengan buku-buku tersebut telah ternoda atau berkurang, saya dengan tulus memohon maaf atas rasa sakit akibat komentar tersebut kepada kalian. Saya sungguh berharap bahwa kalian tidak seutuhnya kehilangan apa yang berharga dalam cerita tersebut dalam hidup kalian," kata Radcliffe. 

Selain pihak-pihak personal seperti Radcliffe, ada banyak komunitas dan organisasi yang juga turut berkomentar terhadap cuitan Rowling tersebut. Salah satunya ialah sebuah organisasi pengawas media LGBTQ, yaitu GLAAD. Dikutip dari Variety, GLAAD menantang pihak-pihak yang bermitra dengan Rowling, seperti Warner Bros, untuk secara terbuka menegur pernyataan anti-trans yang dikemukakan oleh Rowling. 

"Pria trans, wanita trans dan orang-orang non-biner bukanlah ancaman, dan untuk menyiratkan sebaliknya menempatkan orang-orang trans berisiko. Sekarang adalah waktu bagi pendukung yang tahu dan mendukung orang-orang trans untuk berbicara dan mendukung hak fundamental mereka untuk diperlakukan sama dan adil." kata kepala talenta GLAAD, Anthony Ramos, kepada Variety. 

Bukan kasus pertama J.K. Rowling

Kontroversi persoalan mengenai gender bukanlah hal baru yang pernah dialami oleh Rowling. Desember tahun lalu, masih di akun Twitternya, Rowling juga mendapatkan kecaman keras dari pendukung LGBT. Rowling mendapatkan banyak komentar negatif dari netizen lantaran ia membela seorang peneliti bernama Maya Forstater yang menyebutkan bahwa sebenarnya seorang pria tidak akan pernah bisa mengubah seks biologis mereka. 

Pembelaan yang dilakukan oleh Rowling terhadap Forstater ini juga membuat banyak pihak mengklaim bahwa Rowling merupakan seorang yang memiliki sifat transphobia. Lantaran pembelaannya ini, ia juga disebut sebagai seorang perempuan yang sombong karena memiliki sikap serta prasangka-prasangka dan menyalaraskan dirinya dengan ideologi antisains yang menyangkal kemanusiaan dasar kaum transgender. 

Baca Juga: Sembuh dari Gejala Corona, Ini yang Dilakukan JK Rowling

Baca Juga: Inilah Transformasi Daniel Radcliffe Sejak Bermain di Harry Potter Hingga Sekarang

Baca Juga: Ramaikan Instagram dengan #BlackoutTuesday, Emma Watson malah Dikritik