Mendengar alunan musik gamelan di tengah kota besar seperti di Jakarta hanya bisa kita jumpai dikala pesta pernikahan adat Jawa atau disela seni pertunjukan. Padahal, gamelan sudah diakui oleh UNESCO sejak tahun 2014, Bela. Lalu perlukah kita sebagai bangsa Indonesia malu kalau tahu keindahan bunyi dan vibrasi yang dihasilkan dari gamelan ternyata justru diperhatikan dan dimanfaatkan oleh negara lain bukan sekedar sebagai “alat musik”?