Cara Baca QRIS yang Benar, Ini Penjelasannya!

Cara baca QRIS yang benar adalah "Kris", bukan Q-R-I-S. Ini untuk memudahkan komunikasi dan pemahaman dalam transaksi sehari-hari.
QRIS sudah terhubung dengan sistem pembayaran di beberapa negara melalui skema QRIS Cross-Border, termasuk Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Brunei Darussalam, dan Jepang.
Keunggulan QRIS antara lain satu QR untuk semua aplikasi, transaksi lebih aman dan terawasi, mendukung transaksi lintas negara, praktis untuk pelaku usaha, dan mendorong inklusi keuangan.
Cara baca QRIS yang benar penting kamu pahami supaya proses pembayaran digital terasa lebih praktis dan aman. Lewat artikel ini, kamu bakal diajak mengenal QRIS secara menyeluruh, mulai dari pengertiannya sampai cara menggunakannya dalam berbagai situasi. Tidak cuma itu, kamu juga akan menemukan informasi seputar keunggulan QRIS serta daftar negara yang sudah mendukung transaksi lintas batas menggunakan QRIS. Simak artikel ini, ya!
Table of Content
Apa itu QRIS?
QRIS adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Sederhananya, QRIS adalah standar pembayaran dengan kode QR yang berlaku di Indonesia. Tujuannya supaya pembayaran jadi lebih mudah, cepat, dan seragam.
Dengan QRIS, satu kode QR bisa dipakai untuk banyak platform pembayaran. Kamu bisa melakukan transaksi lewat mobile banking atau dompet digital yang sudah mendukung QRIS. Ini bikin proses pembayaran jadi lebih simpel, terutama saat kamu sedang buru-buru.
QRIS memang mirip QR code biasa, tapi fungsinya berbeda. QR code bisa menyimpan banyak jenis informasi, sementara QRIS khusus dibuat untuk transaksi pembayaran. Karena itu, QRIS lebih aman dan sistemnya sudah disesuaikan untuk kebutuhan transaksi.
QRIS juga mendukung pembayaran lintas negara dengan sistem yang disebut QRIS Cross-Border, di mana kamu bisa pakai satu kode QR yang sama di beberapa negara mitra tanpa harus ganti kode atau bayar tunai langsung.
Cara baca QRIS yang benar menurut Bank Indonesia
Cara baca QRIS yang benar adalah “kris”, bukan dibaca satu per satu sebagai Q-R-I-S. Bank Indonesia secara resmi menetapkan pelafalan ini agar mudah diingat dan terasa dekat dengan identitas Indonesia, karena bunyinya menyerupai keris. Jadi, saat kamu menyebut atau menjelaskan QRIS ke orang lain, cukup ucapkan “kris” supaya sesuai dengan standar nasional.
Pelafalan “kris” juga memudahkan komunikasi dalam transaksi sehari-hari, baik di merchant, edukasi ke pengguna baru, maupun saat sosialisasi pembayaran digital. Dengan cara baca QRIS yang benar, pemahaman soal sistem pembayaran ini jadi lebih sederhana dan tidak membingungkan.
Bagaimana cara menggunakan QRIS?

Kalau kamu bertanya gimana cara pakai QRIS, jawabannya sebenarnya simpel dan kurang lebih sama di semua aplikasi. Kamu hanya perlu membuka mobile banking atau e-wallet, lalu scan kode QR yang tersedia. Setelah itu, kamu tinggal konfirmasi pembayaran sesuai nominal transaksi.
Supaya kamu nggak salah langkah, aku rangkum cara pakainya secara runut dan gampang diikuti. Kamu bisa pakai panduan ini untuk belanja di minimarket, kafe, sampai bayar parkir. Dengan begitu, kamu nggak perlu panik saat harus bayar cepat.
1. Buka aplikasi mobile banking atau e-wallet
Langkah pertama, pastikan smartphone kamu siap dan aplikasinya sudah login. Kamu bisa menggunakan aplikasi mobile banking atau e-wallet yang punya fitur QRIS. Pastikan juga koneksi internet kamu aman supaya transaksi berjalan lancar.
Kalau kamu baru pertama kali pakai, cari menu pembayaran QR atau scan. Di beberapa aplikasi, menunya bisa berbeda nama, tapi fungsinya tetap sama. Yang penting kamu masuk ke fitur pemindai QR.
2. Pilih menu scan QRIS
Setelah aplikasinya terbuka, klik menu seperti “Scan”, “Bayar”, atau “QRIS”. Biasanya tombolnya ada di halaman depan aplikasi. Ini akan mengaktifkan kamera kamu untuk membaca kode QR.
Kalau kamera belum muncul, coba tunggu beberapa detik. Kadang aplikasi butuh waktu untuk mengakses kamera. Pastikan juga izin kamera di ponsel kamu sudah aktif.
3. Arahkan kamera ke kode QR
Arahkan kamera smartphone kamu ke kode QR yang disediakan merchant. Usahakan posisi QR terlihat jelas dan tidak miring agar mudah terbaca. Dalam beberapa detik, aplikasi akan otomatis mengenali QRIS tersebut.
Kalau QRIS sulit terbaca, kamu bisa mendekatkan kamera sedikit. Tapi jangan terlalu dekat sampai blur, karena kamera bisa jadi tidak fokus. Triknya adalah cari jarak yang pas dan pencahayaan cukup.
4. Pastikan nama merchant benar
Setelah kode QR terbaca, aplikasi akan menampilkan nama merchant atau penerima pembayaran. Ini bagian penting yang sering disepelekan, padahal bisa menentukan keamanan transaksi kamu. Jadi jangan buru-buru klik bayar sebelum cek nama merchantnya.
Kalau nama merchant terasa asing atau tidak sesuai tempat kamu belanja, sebaiknya stop dulu. Kamu bisa tanya kasir apakah QR yang kamu scan sudah benar. Cek ini penting untuk menghindari salah bayar atau QRIS palsu.
5. Masukkan nominal (kalau diperlukan)
Di beberapa merchant, nominal pembayaran akan muncul otomatis. Tapi kadang kamu harus input sendiri, terutama kalau QRIS-nya bersifat statis. Jadi kalau kamu menemukan kolom nominal, isi sesuai total belanja kamu.
Pastikan kamu tidak salah memasukkan angka, apalagi menambahkan nol tanpa sadar. Salah input nominal bisa bikin pembayaran jadi tidak sesuai. Jadi sebelum lanjut, cek sekali lagi dengan tenang.
6. Konfirmasi pembayaran dengan PIN atau biometrik
Kalau semua sudah benar, lanjutkan pembayaran dengan memasukkan PIN atau menggunakan sidik jari dan face recognition. Ini adalah langkah verifikasi supaya transaksi kamu tetap aman. Setelah konfirmasi, aplikasi biasanya menampilkan status pembayaran berhasil.
Kalau kamu belum yakin, kamu bisa cek ulang nama merchant dan nominal sebelum klik final. Langkah kecil ini bisa mencegah masalah besar. Apalagi kalau kamu sedang transaksi dalam jumlah cukup besar.
7. Simpan atau tunjukkan bukti transaksi
Setelah transaksi selesai, kamu akan mendapat bukti pembayaran digital. Simpan bukti ini atau tunjukkan ke kasir sebagai konfirmasi pembayaran kamu sudah berhasil. Ini penting supaya tidak terjadi salah paham di tempat transaksi.
Kalau kamu lupa menyimpan bukti, kamu biasanya masih bisa melihatnya di riwayat transaksi aplikasi. Namun untuk kondisi ramai, bukti transaksi lebih aman ditunjukkan langsung. Cara ini bikin proses di kasir lebih cepat dan rapi.
Cara membaca detail setelah scan QRIS
Banyak orang mengira cara baca QRIS cuma soal cara menyebut “kris”. Padahal dalam transaksi, yang lebih penting adalah membaca informasi yang muncul setelah kamu scan QRIS. Bagian ini adalah kunci supaya kamu nggak salah bayar dan tetap aman.
Sebelum klik bayar, biasakan untuk mengecek beberapa hal penting. Ini langkah kecil, tapi efeknya besar banget untuk mencegah salah nominal atau salah merchant. Kalau kamu sering transaksi cashless, checklist ini wajib jadi kebiasaan.
1. Nama merchant atau penerima
Hal pertama yang wajib kamu cek adalah nama merchant yang muncul di layar. Nama ini harus sesuai dengan tempat kamu belanja atau pihak yang sedang kamu bayar. Kalau berbeda, jangan lanjut pembayaran dulu.
Kadang ada nama merchant yang mirip, jadi tetap cek dengan teliti. Kamu juga bisa tanya kasir atau pemilik usaha untuk memastikan. Cara ini paling aman untuk menghindari salah scan.
2. Nominal pembayaran
Kalau nominal otomatis muncul, pastikan angka tersebut sesuai total belanja kamu. Kalau kamu input manual, cek lagi sebelum melanjutkan. Kesalahan paling sering terjadi adalah salah menambahkan nol.
Nominal yang tidak sesuai bisa bikin kamu rugi atau malah bikin transaksi gagal. Jadi jangan terburu-buru hanya karena kasir sedang menunggu. Santai sedikit jauh lebih aman daripada panik.
3. Sumber dana yang dipakai
Beberapa aplikasi akan menampilkan sumber dana, misalnya saldo e-wallet atau rekening bank. Ini penting kalau kamu punya lebih dari satu sumber pembayaran. Jadi kamu bisa memastikan saldo yang dipakai sesuai rencana.
Kalau saldo kamu pas-pasan, cek dulu sebelum transaksi. Ini membantu kamu menghindari pembayaran gagal di tahap akhir. Apalagi kalau kamu sedang di tempat ramai dan tidak ingin ribet.
4. Status transaksi berhasil
Setelah pembayaran dilakukan, cari keterangan “berhasil”, “sukses”, atau status yang menunjukkan transaksi sudah masuk. Biasanya ada juga nomor referensi atau detail transaksi. Ini yang menandakan pembayaran kamu benar-benar tercatat.
Kalau status masih pending, jangan langsung panik. Kadang sistem butuh waktu beberapa detik untuk memproses. Tapi tetap simpan bukti transaksi agar kamu punya pegangan.
5. Bukti pembayaran
Bukti pembayaran adalah back up kamu kalau terjadi masalah. Kamu bisa screenshot, simpan, atau tunjukkan langsung ke kasir. Ini membantu mempercepat proses klarifikasi kalau transaksi bermasalah.
Kalau kamu sudah pergi tapi ternyata ada kendala, bukti ini tetap bisa dipakai. Kamu bisa cek riwayat transaksi kapan saja. Jadi jangan anggap bukti transaksi sebagai hal sepele.
QRIS statis vs QRIS dinamis, bedanya apa?
Kalau kamu pernah bingung kenapa kadang QRIS harus input nominal, kadang langsung muncul otomatis, ini jawabannya. QRIS punya dua jenis yang sering ditemui di lapangan. Namanya adalah QRIS statis dan QRIS dinamis.
Memahami perbedaan ini bikin kamu lebih cepat beradaptasi saat bayar. Kamu juga jadi nggak heran kalau sistemnya terasa berbeda di tiap merchant. Jadi begitu ketemu situasi yang berbeda, kamu tetap santai.
QRIS statis
QRIS statis adalah QR yang biasanya dicetak dan ditempel di meja kasir atau etalase. Karena sifatnya tetap, nominal biasanya tidak otomatis muncul. Jadi kamu perlu memasukkan angka pembayaran secara manual.
QRIS statis sering dipakai oleh warung, UMKM, atau merchant kecil. Cara pakainya tetap aman, tapi kamu harus lebih teliti saat input nominal. Kunci utamanya adalah double check sebelum klik bayar.
QRIS dinamis
QRIS dinamis biasanya muncul dari mesin kasir atau perangkat merchant. Nominal pembayaran langsung muncul otomatis sesuai total transaksi. Jadi kamu tinggal cek angka dan konfirmasi pembayaran.
QRIS dinamis sering dipakai di retail besar atau restoran yang sistem kasirnya sudah terintegrasi. Ini terasa lebih cepat karena kamu tidak perlu mengetik nominal sendiri. Namun, kamu tetap harus cek nama merchant dan nominalnya dulu, ya.
Cara memastikan QRIS aman dan bukan palsu
Transaksi QRIS memang praktis, tapi kamu tetap harus waspada. Sekarang makin banyak modus penipuan seperti QRIS palsu atau stiker QR yang ditempel ulang. Karena itu, kamu perlu punya kebiasaan aman sebelum melakukan pembayaran.
Cara paling gampang adalah jangan asal scan. Kamu harus memastikan QR yang kamu scan benar-benar milik merchant yang sedang kamu bayar. Dengan langkah sederhana ini, kamu bisa mengurangi risiko salah transaksi.
1. Selalu cek nama merchant sebelum bayar
Ini adalah langkah keamanan paling wajib. Nama merchant yang muncul harus sesuai tempat kamu belanja. Kalau tidak sesuai, sebaiknya jangan lanjut pembayaran.
Kadang perbedaan nama bisa terjadi karena nama usaha terdaftar berbeda dengan nama toko. Tapi tetap saja, kamu harus memastikan dulu sebelum bayar. Kalau ragu, tanya langsung ke kasir.
2. Jangan scan QRIS dari sumber yang nggak jelas
Hindari scan QRIS yang dikirim orang asing lewat chat atau ditempel di tempat yang mencurigakan. QRIS seharusnya digunakan untuk transaksi yang kamu sadari dan kamu lakukan langsung. Jadi, jangan mudah tergiur jika ada QR yang terlihat “random”.
Kalau kamu membayar di tempat umum, pastikan QRIS disediakan resmi oleh merchant. Biasanya QRIS ada di kasir atau area pembayaran. Jangan asal scan QR dari poster atau kertas yang tidak jelas.
3. Pastikan nominal sesuai sebelum konfirmasi
Kesalahan nominal itu sering terjadi, terutama di QRIS statis. Jadi sebelum konfirmasi, cek apakah nominal sudah benar. Kalau kamu merasa terburu-buru, justru di situ kamu harus lebih pelan.
Nominal yang salah bisa bikin kamu rugi dan proses pengembalian biasanya tidak instan. Karena itu, cek dua kali jauh lebih aman. Ini kebiasaan kecil yang bikin kamu lebih tenang saat transaksi.
4. Simpan bukti pembayaran setelah transaksi
Setelah transaksi sukses, simpan bukti pembayaran untuk berjaga-jaga. Bukti ini bisa membantu kalau kasir belum menerima notifikasi atau terjadi delay. Dalam situasi ramai, bukti transaksi sangat membantu.
Kalau kamu sering transaksi, bukti juga berguna untuk melacak pengeluaran. Jadi kamu bisa cek riwayat pembayaran kapan saja. Ini bikin pengelolaan uang kamu jadi lebih rapi.
5. Kalau ragu, minta QRIS langsung dari kasir
Kalau kamu merasa QRIS di meja kasir terlihat berbeda atau mencurigakan, minta yang resmi. Merchant biasanya punya QRIS cadangan atau bisa menampilkan QRIS dari sistem kasir. Ini cara aman yang simpel dan tidak bikin kamu terlihat lebay.
Ingat, kamu berhak memastikan transaksi kamu aman. Lebih baik tanya daripada menyesal setelah salah bayar. Apalagi kalau kamu sedang transaksi dalam jumlah besar.
QRIS tidak bisa discan? Ini penyebab dan solusinya
Kadang QRIS gagal bukan karena sistemnya jelek, tapi karena kondisi teknis yang sederhana. Misalnya kamera buram, pencahayaan kurang, atau internet kamu sedang tidak stabil. Masalah seperti ini sering banget terjadi dan biasanya bisa diatasi cepat.
Kalau kamu sedang buru-buru, bagian ini bisa jadi penyelamat. Aku rangkum penyebab yang paling sering dan solusi paling praktis. Jadi kamu nggak perlu panik saat transaksi mendadak gagal.
1. Kamera buram atau pencahayaan kurang
Kalau kamera ponsel kamu buram, QRIS bisa sulit terbaca. Coba bersihkan lensa kamera dan cari posisi yang lebih terang. Pencahayaan yang baik bikin scan lebih cepat dan akurat.
Kalau QRIS ditempel di permukaan mengilap, pantulan cahaya juga bisa mengganggu. Kamu bisa menggeser posisi sedikit sampai QR terlihat jelas. Trik kecil ini sering berhasil.
2. Koneksi internet tidak stabil
QRIS butuh koneksi internet supaya transaksi bisa diproses. Kalau jaringan kamu lemot, scan bisa gagal atau pembayaran tidak bisa lanjut. Coba ganti jaringan atau tunggu beberapa detik sampai stabil.
Kalau kamu pakai data seluler, pastikan kuotanya masih ada. Kalau kamu pakai WiFi umum, kadang koneksinya tidak konsisten. Jadi lebih aman pakai jaringan yang kamu percaya.
3. Saldo tidak cukup atau limit transaksi
Kadang QRIS gagal karena saldo kamu tidak mencukupi. Ini sering kejadian kalau kamu lupa ada transaksi lain sebelumnya. Cek saldo dulu sebelum mencoba lagi supaya tidak mengulang error yang sama.
Selain saldo, ada juga limit transaksi yang bisa bikin pembayaran tertolak. Kalau kamu sudah mencoba beberapa kali dan tetap gagal, coba pilih sumber dana lain. Ini bisa jadi solusi paling cepat.
4. Aplikasi error atau belum update
Aplikasi yang belum update kadang membuat fitur QRIS tidak berjalan optimal. Coba update aplikasi kamu, lalu restart ponsel jika diperlukan. Langkah ini sering membantu kalau aplikasi tiba-tiba nge-freeze.
Kalau error masih muncul, kamu bisa coba keluar dan login ulang. Jangan lupa juga cek apakah server aplikasi sedang bermasalah. Biasanya kalau banyak orang mengalami hal sama, error akan cepat diperbaiki.
5. QR code rusak, terlipat, atau tidak jelas
QRIS yang rusak atau terlipat bikin kamera sulit mengenali pola QR-nya. Kalau QR-nya dicetak dan sudah kusam, minta QRIS lain yang lebih jelas. Merchant biasanya punya versi yang lebih baru.
Kalau QRIS ada di layar HP merchant dan layarnya redup, minta mereka menaikkan brightness. Ini bisa membantu kamu scan lebih cepat. Hal-hal kecil seperti ini sering menjadi penyebab utama QRIS tidak terbaca.
6. Transaksi pending atau gagal tapi saldo kepotong
Kalau transaksi pending, tunggu beberapa menit dan cek apakah statusnya berubah menjadi sukses. Jangan langsung bayar ulang kalau kamu belum yakin transaksi pertama gagal. Ini penting supaya kamu tidak membayar dua kali.
Kalau saldo kamu terpotong tapi transaksi tidak tercatat, cek mutasi atau riwayat transaksi di aplikasi. Setelah itu, hubungi customer service aplikasi atau bank kamu dengan bukti transaksi. Bukti ini akan mempercepat proses pengecekan.
QRIS sudah bisa digunakan di negara mana saja?

QRIS kini tidak hanya digunakan di dalam negeri, tapi juga sudah terhubung dengan sistem pembayaran di beberapa negara melalui skema QRIS Cross-Border. Inisiatif ini dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama bank sentral negara mitra untuk mempermudah transaksi lintas negara tanpa perlu menukar uang tunai. Buat kamu yang sering bepergian, QRIS jadi solusi praktis untuk pembayaran sehari-hari di luar negeri.
Berikut daftar negara yang sudah bisa menggunakan QRIS beserta penjelasannya.
1. Malaysia
Di Malaysia, QRIS terhubung dengan sistem pembayaran DuitNow, sehingga pengguna dari Indonesia bisa langsung melakukan pembayaran dengan memindai QR di merchant setempat. Proses transaksinya tetap menggunakan aplikasi dompet digital atau mobile banking Indonesia. Nilai transaksi akan otomatis dikonversi ke rupiah sesuai kurs yang berlaku.
2. Thailand
Thailand menjadi salah satu negara awal yang mengadopsi QRIS lintas negara melalui integrasi dengan PromptPay. Saat bertransaksi, kamu cukup memindai QR Code di toko atau restoran seperti biasa. Sistem akan langsung menampilkan nominal pembayaran dalam rupiah di aplikasi kamu.
3. Singapura
Di Singapura, QRIS terkoneksi dengan standar pembayaran SGQR. Artinya, kamu bisa menggunakan QRIS di berbagai merchant yang mendukung QR Code lokal. Ini memudahkan wisatawan Indonesia untuk bertransaksi tanpa kartu atau uang tunai.
4. Filipina
QRIS juga sudah terhubung dengan sistem pembayaran di Filipina melalui kerja sama Bank Indonesia dan Bangko Sentral ng Pilipinas. Integrasi ini mendukung transaksi ritel lintas negara di kawasan ASEAN. Tujuannya untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital yang saling terhubung.
5. Vietnam
Vietnam termasuk dalam jaringan negara ASEAN yang mendukung interoperabilitas QR Code dengan Indonesia. Melalui kerja sama bank sentral, QRIS bisa digunakan di merchant tertentu di Vietnam. Ini membuka peluang transaksi digital yang lebih luas bagi pelaku perjalanan dan bisnis.
6. Laos
Laos menjadi bagian dari pengembangan konektivitas pembayaran digital ASEAN. QRIS dapat digunakan secara terbatas di negara ini melalui integrasi sistem QR antarnegara. Kehadiran QRIS membantu mempermudah transaksi lintas batas di kawasan regional.
7. Brunei Darussalam
Brunei Darussalam turut masuk dalam kerja sama penggunaan QR Code lintas negara. Dengan QRIS, transaksi ritel di Brunei bisa dilakukan lebih praktis oleh pengguna dari Indonesia. Sistem ini tetap mengedepankan keamanan dan transparansi transaksi.
8. Jepang
Jepang menjadi salah satu negara non-ASEAN yang sudah terhubung dengan QRIS. Implementasinya dilakukan secara bertahap di merchant tertentu. Kerja sama ini memperluas jangkauan QRIS ke level global dan mendukung wisatawan Indonesia di Jepang.
Keunggulan QRIS
QRIS tidak hanya memudahkan pembayaran, tapi juga membawa banyak keunggulan yang membuatnya relevan dengan gaya hidup digital saat ini. Sistem ini dirancang untuk praktis, aman, dan bisa digunakan lintas aplikasi tanpa ribet. Berikut beberapa keunggulan utama QRIS yang perlu kamu tahu.
1. Satu QR untuk semua aplikasi
QRIS memungkinkan satu kode QR digunakan oleh berbagai aplikasi dompet digital dan mobile banking. Kamu tidak perlu lagi mencari QR khusus sesuai aplikasi yang dipakai. Ini membuat proses pembayaran jadi lebih cepat dan efisien.
2. Transaksi lebih aman dan terawasi
QRIS berada di bawah pengawasan langsung Bank Indonesia. Setiap transaksi tercatat secara sistematis dan mengikuti standar keamanan nasional. Hal ini memberi rasa aman baik untuk konsumen maupun merchant.
3. Mendukung transaksi lintas negara
Melalui QRIS Cross-Border, kamu bisa menggunakan QRIS di beberapa negara mitra. Sistem akan otomatis melakukan konversi mata uang tanpa proses tambahan. Ini sangat membantu saat kamu bepergian ke luar negeri.
4. Praktis untuk pelaku usaha
Bagi merchant, QRIS mempermudah penerimaan pembayaran dari berbagai aplikasi tanpa perlu banyak perangkat. Proses pencatatan transaksi juga jadi lebih rapi dan transparan. Hal ini mendukung efisiensi operasional usaha.
5. Mendorong inklusi keuangan
QRIS membantu memperluas akses layanan keuangan digital ke berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari usaha kecil hingga konsumen di daerah, semua bisa menikmati sistem pembayaran non-tunai. Ini sejalan dengan visi digitalisasi sistem pembayaran Indonesia.
Penutup
Secara keseluruhan, cara baca QRIS yang benar adalah “Kris”, dan kamu bisa memanfaatkan fitur ini tidak hanya di Indonesia tapi juga di beberapa negara mitra berkat program QRIS Cross-Border. QRIS membantu mempermudah transaksi digital dengan satu standar kode saja, membuat hidup sehari-hari jadi lebih mudah, aman, dan cepat tanpa perlu repot membawa banyak alat pembayaran.
FAQ seputar cara baca QRIS
| QRIS bahasa apa? | QRIS adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesia Standard. |
| Kenapa QRIS dibaca kris? | QRIS dibaca “Kris” karena Bank Indonesia menetapkan cara baca tersebut supaya mudah diingat dan jadi nama yang khas serta mewakili identitas Indonesia. |
| QRIS itu singkatan dari apa? | QRIS adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesia Standard |
| Apakah QRIS bisa dipakai di luar negeri? | Ya, lewat fitur QRIS Cross-Border, QRIS sudah bisa dipakai di beberapa negara mitra seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, serta akan terus diperluas. |
| Perlu aplikasi apa untuk pakai QRIS? | Kamu hanya perlu aplikasi dompet digital atau mobile banking yang mendukung QRIS; setelah itu tinggal scan dan bayar tanpa ribet. |
Artikel ini dihasilkan dengan bantuan AI dan telah diedit untuk menjamin kualitas serta ketepatan informasi.



















