Amoeba Uwu & Dunia Wee!!!: Remaja, Tawa, dan Realita yang Jarang Diangkat di Webtoon Indonesia

Amu di dunia nyata: teman absurd yang selalu ada buat kamu. Amu adalah gambaran dari "teman yang selalu hadir", penuh kasih, dan berlebihan. Karakter seperti Amu muncul dari naluri sang kreator, membuatnya terasa hidup dan dekat.
Kejujuran dalam menciptakan karakter membuat Amu terasa begitu hidup, lucu, lembut, setia, dan punya hati yang besar.
Akar humor 'Wee!!!': dari maling mangga sampai guru isi spidol pakai kaos kaki. Momen-momen ikonik di Webtoon ini berangkat dari pengalaman pribadi Amo.
Di balik kesuksesan Wee!!!, ada satu sosok yang mampu menangkap jiwa remaja Indonesia dengan cara yang sederhana tapi ngena: Amoeba Uwu, kreator yang meramu humor lugu, persahabatan, dan keresahan anak sekolah menjadi cerita slice-of-life yang sangat disukai. Lewat karakter-karakter yang spontan, absurd, tapi tulus, Wee!!! berhasil menembus lebih dari 280 juta pembacaan dan menjadi salah satu Webtoon lokal paling populer.
Dalam percakapan roundtable, Amo dengan jujur bercerita tentang proses kreatifnya yang ternyata jauh lebih dekat dengan keseharian kita daripada yang dibayangkan. Penasaran bagaimana kisah ini? Simak selengkapnya berikut ini.
Amu di dunia nyata: teman absurd yang selalu ada buat kamu

Bagi Amoeba Uwu, Amu bukan sekadar karakter utama. Dia adalah gambaran dari "teman yang selalu hadir", orang yang mungkin sedikit berlebihan, tapi penuh kasih. Amo membayangkan jika Amu hidup di dunia nyata, ia akan menjadi tipe teman yang sigap dalam keadaan apa pun, baik senang maupun susah.
"Kalau Amu itu beneran manusia nyata, dia bakal jadi teman yang benar-benar ada. Selalu ada kalau kita lagi susah atau senang," ungkap Amo.
Menariknya, karakter seperti Amu muncul bukan dari perhitungan rumit, tetapi dari naluri sang kreator. Ia memikirkan bagaimana seorang anak SMA yang penuh energi dan kehebohan akan mengekspresikan perhatian kepada teman-temannya. Amo menambahkan, "Kadang dia kerasa berlebihan, tapi dia selalu berusaha ngelakuin yang terbaik. Bahkan hal-hal kecil dia perhatiin."
Dalam versi dunia nyata yang dibayangkan Amo, Amu bisa melakukan hal-hal nekat demi sahabatnya. Ia berkata sambil tertawa, "Dia bahkan bakal ngelakuin hal yang sebenarnya berbahaya, tapi dia tetap bakal lakuin itu buat temen-temennya." Gambaran ini membuat Amu terasa begitu hidup, bukan hanya lucu, tetapi juga lembut, setia, dan punya hati yang besar.
Kejujuran Amo dalam menciptakan karakter yang "nggak dibikin-bikin" inilah yang membuat Amu dan kawan-kawan terasa dekat. Mereka adalah representasi dari teman-teman sekolah yang mungkin pernah ada di hidup kita: yang absurd, heboh, tapi selalu ada.
Akar humor 'Wee!!!': dari maling mangga sampai guru isi spidol pakai kaos kaki

Salah satu kekuatan terbesar Wee!!! adalah humornya yang natural, kadang absurd, kadang relate banget. Dan ternyata, banyak momen-momen ikonik di Webtoon ini berangkat dari pengalaman pribadi Amo atau cerita teman-temannya. Ia mengakui bahwa banyak ide muncul dari memori masa sekolah.
"Kayak adegan anak-anak mau maling mangga itu… itu refleks aja. Karena dulu di sekolah kepala sekolah nanem pohon buah, terus kita suka diam-diam ngambil."
Amo bercerita dengan antusias bagaimana aktivitas "ngambil buah diam-diam" dulu terasa seperti tantangan seru. "Nunggu dipergokin sama bagian keamanan, gitu." Hal-hal kecil seperti ini, yang hanya bisa dipahami mereka yang pernah merasakannya, memberi warna khas pada Wee!!!.
Namun yang paling legendaris adalah cerita spidol. Adegan ketika Amu mengisi tinta spidol tapi malah mengocoknya dengan cara aneh hingga tinta muncrat ke mana-mana. Ternyata itu terinspirasi dari gurunya sendiri.
"Guru saya tuh semangat banget. Waktu spidolnya habis, kita senang karena pikir pelajaran batal. Tapi beliau copot kaos kaki, masukin spidol, diputer-puter… dan ajaibnya ngisi lagi!"
Dari kenangan kecil sampai kejadian tidak terduga, Amo menjahit semuanya menjadi komedi yang segar. Dia berkata, "Sebenernya banyak dari pengalaman pribadi, ada dari teman-teman saya, ada juga yang saya lihat atau dengar." Kejujuran inilah yang membuat humor Wee!!! tidak pernah terasa dipaksakan.
Menciptakan visual 'Wee!!!': spontan, warna-warni, dan campuran anime-lokal

Buat banyak penggemar, visual Wee!!! adalah alasan pertama jatuh cinta: gaya gambarnya unik, warnanya cerah, dan karakternya punya ciri khas yang langsung dikenali. Tapi yang mengejutkan adalah pengakuan Amo, bahwa desain karakter Wee!!! sebenarnya "lahir secara spontan".
"Saya asal coret, asal bikin, terus langsung pilih warna yang saya rasa cocok. Ya sudah, ternyata jadi," katanya sambil tertawa.
Keputusan memilih warna rambut hijau, abu-abu, atau aksesoris tengkorak pada hijab Amu bukan berasal dari perhitungan komersial. Semuanya datang dari proses intuitif. "Entah kenapa, rasanya natural aja, walaupun sehari-hari nggak ada yang rambut ijo."
Amo mengakui bahwa ia pernah terinspirasi oleh anime dan beberapa film yang ia tonton, tapi tetap mengutamakan nuansa lokal agar karakter-karakternya tetap terasa Indonesia. Ini membuat Wee!!! punya campuran gaya menarik: visual yang playful ala anime, tapi dengan kepribadian khas remaja lokal.
"Konsepnya gabungan anime sama lokal, orang bilangnya gitu. Tapi jujur aja, lahirnya alami banget," tambahnya. Kesan "tidak dibuat-buat" inilah yang membuat visual Wee!!! terasa fresh dan berbeda dari Webtoon lain.
Representasi remaja Indonesia yang jarang muncul

Amo melihat bahwa alasan Wee!!! begitu dicintai adalah karena representasi remaja Indonesia masih jarang diangkat dalam Webtoon. Menurutnya, banyak cerita remaja yang ada berhenti setelah beberapa episode atau tidak melanjutkan musim berikutnya. Akhirnya Wee!!! menjadi salah satu sedikit judul yang benar-benar menampilkan kehidupan anak sekolah secara lengkap dan jujur.
"Kalau dibilang kurang, representasi remaja Indonesia emang kurang. Ada beberapa, tapi sedikit yang lanjut."
Ia sadar bahwa banyak remaja merasa tidak punya tempat bercerita. Ketika menemukan karakter yang mirip dengan kehidupan mereka, mereka merasa terwakili. "Apalagi kalau menampilkan kesulitan-kesulitannya. Banyak dari remaja itu nggak punya tempat cerita, jadi waktu baca, mereka merasa ‘wah ini kok sama kayak aku’."
Relatabilitas ini menjadi inti kekuatan Wee!!!. Remaja Indonesia bisa melihat diri mereka sendiri, kegelisahan, kekonyolan, pertemanan, bahkan kelelahan kecil. Semua terangkum di dalamnya. Dan ketika sebuah karya mampu mewakili perasaan pembacanya, keterikatan itu jadi sangat kuat.
Perjalanan panjang 'Wee!!!', dari 50 episode ke season 3 dan seterusnya

Meski Wee!!! kini memasuki season 3, Amo mengaku bahwa cerita ini awalnya hanya direncanakan sepanjang 50 episode. "Rencananya cuma 50 episode. Tapi saya izin, ‘Kayaknya belum selesai, lanjut lagi gimana?’" Dan akhirnya Wee!!! berkembang jauh melebihi rencana awal.
Yang menarik, Amo menuturkan bahwa ia tidak pernah menyiapkan outline jangka panjang. "Cerita mereka itu ngalir gitu aja."
Ia menyebut ini sebagai kelebihan sekaligus kekurangan. Kelebihannya, ia bisa mengikuti tren atau kejadian yang relevan. Kekurangannya, ia sering mengalami writers block.
"Kadang benar-benar stuck… jadi kualitas ceritanya menurun kalau dipaksakan. Makanya sempat hiatus lama." Selama hiatus, ia banyak membaca, melakukan riset, sampai berkebun untuk menjernihkan pikiran.
Meski begitu, Amo mengaku sudah bisa "melihat" arah akhir cerita. "Ada akhir. Dan saya mulai lihat sedikit-sedikit bagaimana penyelesaiannya."
Namun apakah season 3 akan jadi season terakhir? Jawabannya masih menggantung dan para penggemar tampaknya tak keberatan menunggu selama kehangatan Wee!!! tetap ada. Kita tunggu saja bersama.


















