Ternyata Ini Penyebab Jerawat Saat PMS!

- Jerawat saat PMS dipicu perubahan hormon seperti penurunan estrogen dan peningkatan progesteron yang membuat produksi minyak kulit meningkat dan pori-pori mudah tersumbat.
- Faktor tambahan seperti stres, pola makan tinggi gula atau lemak, serta kebersihan wajah yang kurang terjaga dapat memperparah munculnya jerawat menjelang menstruasi.
- Perawatan kulit rutin, menjaga pola hidup sehat, serta mengontrol stres dan asupan makanan membantu mencegah jerawat PMS agar kulit tetap bersih dan seimbang.
Jerawat yang muncul menjelang menstruasi atau saat PMS (Premenstrual Syndrome) menjadi masalah kulit yang sering dialami banyak perempuan. Jerawat PMS umumnya muncul di area dagu, rahang, pipi, atau dahi beberapa hari sebelum haid datang. Kondisi ini sering membuat kulit jadi lebih berminyak, sensitif, bahkan meradang.
Meski terbilang umum, jerawat saat PMS tetap bisa mengganggu penampilan. Nggak sedikit yang merasa sudah rutin menggunakan skincare, tetapi jerawat tetap muncul setiap bulan. Sebenarnya, apa penyebab jerawat saat PMS?
1. Perubahan hormon menjelang menstruasi

Penyebab utama jerawat saat PMS adalah perubahan hormon di dalam tubuh. Menjelang menstruasi, kadar hormon estrogen mulai menurun, sedangkan hormon progesteron meningkat. Kondisi ini memicu produksi sebum atau minyak alami kulit menjadi lebih banyak. Saat minyak berlebih bercampur dengan sel kulit mati dan kotoran, pori-pori bisa tersumbat dan menyebabkan jerawat muncul.
Selain itu, hormon androgen juga ikut meningkat menjelang haid. Hormon ini dapat merangsang kelenjar minyak bekerja lebih aktif sehingga kulit menjadi lebih mudah breakout. Karena faktor hormonal inilah jerawat PMS sering muncul di area bawah wajah seperti dagu dan rahang.
Untuk membantu mengatasinya, gunakan facial wash khusus kulit berminyak dan berjerawat, pilih skincare dengan kandungan seperti salicylic acid atau niacinamide, serta hindari terlalu sering menyentuh wajah.
2. Produksi minyak berlebih pada kulit

Saat PMS, kulit biasanya terasa lebih berminyak dibanding hari biasa. Produksi sebum yang meningkat membuat wajah tampak mengilap dan rentan muncul komedo maupun jerawat. Minyak berlebih sebenarnya berfungsi menjaga kelembapan kulit, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak, pori-pori akan lebih mudah tersumbat.
Ditambah dengan paparan debu, makeup, dan polusi, kondisi kulit bisa semakin mudah breakout. Kulit berminyak saat PMS juga membuat makeup lebih cepat luntur dan menumpuk di pori-pori apabila wajah tidak dibersihkan secara maksimal.
Agar kondisi kulit tetap terjaga, bersihkan wajah dua kali sehari, gunakan toner untuk membantu mengontrol minyak, dan pilih makeup non-comedogenic agar pori-pori tidak mudah tersumbat.
3. Stres dan perubahan hormon saat PMS

PMS tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga suasana hati. Banyak perempuan mengalami stres, mudah marah, cemas, atau mood swing menjelang menstruasi. Tanpa disadari, stres dapat memicu produksi hormon kortisol yang membuat kulit menghasilkan lebih banyak minyak.
Saat stres, seseorang juga cenderung kurang menjaga pola hidup sehat, seperti tidur terlalu malam, mengonsumsi makanan manis berlebihan, atau malas membersihkan wajah. Kebiasaan tersebut dapat memperparah kondisi jerawat hormonal.
Untuk membantu mengurangi jerawat akibat stres saat PMS, pastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup, lakukan olahraga ringan, dan luangkan waktu untuk relaksasi agar tubuh dan pikiran lebih tenang.
4. Pola makan yang kurang seimbang

Saat PMS, banyak orang mengalami cravings atau keinginan mengonsumsi makanan tertentu, terutama makanan manis, gorengan, cokelat, dan junk food. Padahal, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak berlebihan bisa memicu peradangan pada kulit.
Makanan dengan kadar gula tinggi dapat meningkatkan lonjakan insulin yang berpengaruh pada produksi minyak dan munculnya jerawat. Selain itu, kurangnya konsumsi buah, sayur, dan air putih juga membuat kulit tampak lebih kusam dan mudah breakout.
Untuk menjaga kondisi kulit tetap sehat saat PMS, perbanyak konsumsi makanan bergizi, minum air putih yang cukup, dan kurangi makanan tinggi gula maupun makanan berminyak.
5. Tidak menjaga kebersihan kulit dengan baik

Saat PMS, kulit cenderung lebih sensitif dan mudah mengalami iritasi. Jika kebersihan wajah tidak dijaga dengan baik, bakteri penyebab jerawat akan lebih mudah berkembang. Kebiasaan sederhana seperti jarang mencuci wajah, tidak rutin mengganti sarung bantal, atau menggunakan alat makeup yang kotor dapat memperparah kondisi jerawat.
Selain itu, kebiasaan memencet jerawat juga bisa menyebabkan peradangan semakin parah dan meninggalkan bekas di kulit. Karena itu, menjaga kebersihan kulit menjadi langkah penting untuk mencegah jerawat PMS semakin banyak.
Pastikan kamu rutin membersihkan wajah, mengganti sarung bantal secara berkala, serta membersihkan makeup brush dan sponge agar kulit tetap sehat.
Meski sering muncul setiap bulan, jerawat PMS tetap bisa dikontrol dengan perawatan kulit yang tepat dan pola hidup sehat. Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa lebih mudah mencegah breakout sebelum menstruasi datang dan menjaga kulit tetap sehat setiap hari!


















