- Menerapkan rutinitas perawatan kulit yang minimal, namun sesuai dengan kebutuhan kulit.
- Mengaplikasikan produk perawatan kulit sesuai dengan kondisi kulit
- Menggunakan air hangat atau suhu ruang saat mencuci muka. Suhu ini sudah cukup untuk membersihkan kulit dengan efektif tanpa merusak skin barrier.
- Eksfoliasi secara berlebihan juga bisa membuat kesehatan skin barrier menjadi terganggu. Alih-alih melakukannya terlalu sering, kamu bisa mengeksfoliasi kulit satu hingga dua kali saja dalam satu minggu.
- Paparan sinar matahari bisa merusak skin barrier, untuk itu kamu harus selalu menggunakan sunscreen setiap hari.
Tanda-tanda Skin Barrier Rusak dan Cara Mengatasinya, Wajib Tahu!

- Skin barrier adalah lapisan pelindung terluar kulit yang berfungsi menjaga hidrasi serta melindungi dari polusi, sinar UV, dan bakteri.
- Tanda skin barrier rusak meliputi kulit kering, kasar, kemerahan, gatal, sensitif, muncul bruntusan, dan tampak kusam.
- Cara memperbaiki skin barrier yaitu dengan rutinitas skincare minimal sesuai kebutuhan kulit, hindari eksfoliasi berlebihan, gunakan air hangat saat mencuci muka, serta selalu pakai sunscreen.
Skin barrier adalah lapisan pelindung kulit paling luar dan berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan ini yang membuat skin barrier menjadi salah satu bagian kulit yang perlu diperhatikan. Sebab, ketika skin barrier rusak, kulit bisa berubah menjadi kering bahkan bisa kemerahan hingga iritasi.
Beberapa faktor seperti terlalu sering melakukan eksfoliasi, menggunakan bahan aktif secara berlebihan, hingga kulit yang tidak terhidrasi dengan baik bisa menjadi penyebab skin barrier kamu rusak.
Lantas, apa saja tanda-tanda skin barrier rusak dan cara mengatasinya? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Apa itu skin barrier?

Skin barrier merupakan lapisan terluar kulit yang berfungsi tidak hanya melindungi kulit, tetapi juga tubuh. Kulit sendiri terdiri dari beberapa lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis. Skin barrier atau disebut juga stratum korneum, terletak di bagian paling atas epidermis. Lapisan ini tersusun dari kolesterol, asam lemak, dan ceramide.
Skin barrier ini diketahui mampu melindungi kulit dari kerusakan akibat polusi, sinar ultraviolet, zat kimia, kuman, hingga bakteri. Tidak berhenti sampai di sana, skin barrier juga bekerja menjaga hidrasi kulit.
Tanda-tanda skin barrier rusak

Seperti yang kamu ketahui, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kerusakan skin barrier, mulai dari lingkungan yang terlalu lembap atau kering, sering terpapar sinar ultraviolet, hingga rutinitas perawatan kulit yang tidak dilakukan dengan hati-hati, seperti eksfoliasi berlebih.
Lantas, apa saja tanda-tanda skin barrier rusak? Apabila kulitmu perlahan berubah menjadi kering dan kasar, kemerahan, iritasi, gatal, mudah sensitif, muncul bruntusan, hingga terlihat kusam, maka kamu perlu waspada karena ini bisa menjadi tanda-tanda skin barrier rusak dan cara mengatasinya pun sebenarnya tidak sulit, hanya perlu konsisten dalam merawat kulit secara terfokus dan tepat.
Cara mengatasi skin barrier yang rusak

Ketika skin barrier rusak, kulit bisa mengalami berbagai masalah yang mengganggu kenyamanan. Mulai dari terasa kering dan tertarik, lebih mudah iritasi dan perih, terasa gatal, hingga teksturnya menjadi kasar.
Namun, kamu tak perlu khawatir, karena ada berbagai cara menjaga kesehatan skin barrier yang mudah diterapkan. Lantas, bagaimana cara menjaga kesehatan skin barrier, terutama dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari?
Sekarang sudah tahu lebih jauh tentang apa itu skin barrier, tanda-tanda skin barrier rusak dan cara mengatasinya, kan?

















