Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Behind the Brush: Yoan Yuana Bicara Soal Karier, Tantangan, dan Industri Kecantikan

Behind the Brush: Yoan Yuana Bicara Soal Karier, Tantangan, dan Industri Kecantikan
Dok. IDN
Intinya Sih
Timeline
5W1H
  • Yoan Yuana memulai karier sebagai MUA dari rasa iseng pada 2004, lalu menemukan passion di dunia makeup hingga menjadi salah satu MUA profesional ternama Indonesia.
  • Ia dikenal dengan gaya makeup minimalis yang menonjolkan karakter alami klien, serta menekankan pentingnya skincare sebagai dasar hasil riasan yang flawless.
  • Yoan menegaskan bahwa konsistensi, kemauan belajar, dan adaptasi terhadap tren adalah kunci sukses bertahan di industri kecantikan yang terus berkembang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjelang BeautyFest Asia (BFA) Jakarta 2026 yang akan digelar pada 29–31 Mei 2026 di Mall Kota Kasablanka, semangat para beauty enthusiast pun semakin terasa. Sebagai bagian dari rangkaian menuju acara tersebut, Popbela juga mengadakan Popbela Beauty Awards - Judges Gathering di Hermitage Jakarta Dining pada Jumat (24/4/2026), dengan menghadirkan para judges untuk menilai ratusan produk terbaik, baik dari brand lokal maupun internasional.

Di momen spesial ini, tim Popbela pun berkesempatan untuk mewawancarai MUA andalan artis Indonesia, Yoan Yuana. Dalam momen ini, ia membagikan cerita tentang perjalanan karier, tantangan, hingga membagikan filosofi makeup yang menjadi ciri khasnya.

Perjalanan kariernya pun nggak selalu direncanakan sejak awal. Justru, dari sebuah langkah “iseng”, Yoan berhasil menemukan dunia yang kini menjadi bagian besar dalam hidupnya. Langsung saja, simak selengkapnya melalui artikel ini yuk, Bela!

Table of Content

Berawal dari Iseng, Berujung Jadi Passion

Berawal dari Iseng, Berujung Jadi Passion

Dok. IDN
Dok. IDN

Siapa sangka, perjalanan karier Yoan Yuanna sebagai MUA justru dimulai dari rasa penasaran. Di tahun 2004, saat sedang rehat dari pekerjaan kantoran, ia memutuskan untuk mencari kegiatan baru dengan mengikuti kursus.

Awalnya, Yoan mengambil kelas hairdo. Namun, ketertarikannya berubah ketika ia melihat kelas fantasy makeup yang terlihat unik dan kreatif. Dari situ, ia mulai menjelajahi dunia makeup lebih dalam dan melanjutkan pendidikan di bidang tersebut.

Awalnya itu aku sebenarnya iseng dan kebetulan lagi rehat dari kerja kantoran. Terus aku nyari kegiatan dan akhirnya aku ambil kursus di tahun 2004. Sampai akhirnya aku tertarik dan aku lanjutin dari sekolah hairdo dan lanjut sekolah makeup,” ungkapnya. 

Merintis Karier dari Era Media Sosial yang Belum Masif

Dok. IDN
Dok. IDN

Berbeda dengan sekarang, membangun karier sebagai MUA di masa awal Yoan bukanlah hal yang mudah. Saat itu, media sosial belum menjadi alat promosi utama seperti sekarang. Para MUA harus mengandalkan koneksi dari mulut ke mulut atau mendapatkan kesempatan tampil di majalah untuk dikenal publik. Bahkan, untuk mendapatkan proyek besar seperti makeup untuk sampul majalah, itu sudah menjadi pencapaian besar sekaligus ajang promosi yang efektif.

Kalau waktu zaman aku tuh ga kayak sekarang, ya. Sekarang sosmed ngebantu banget. Dulu, kita bener-bener kayak biasanya harus masuk lewat majalah dan dapet tawaran untuk makeup-in. Hal itu jadi salah satu promosi kita,” jelasnya.

Proses mencari model atau muse pun jauh lebih menantang. Biasanya, mereka harus bekerja sama dengan sekolah modeling dan melalui proses yang cukup panjang. Hal ini tentu berbeda dengan era sekarang yang serba instan dan digital.

Sekarang kan bikin konversi gitu enak banget, ya. Jadi, dulu bener-bener yang persiapannya lebih ribet daripada saat ini. Cari muse-nya juga nggak semudah itu. Biasanya kita kerja sama dengan sekolah modeling,” ujarnya.

Pentingnya Memilih Muse yang Tepat

Dalam dunia makeup, pemilihan muse bukan sekadar soal penampilan, tapi juga kebutuhan konsep. Yoan menjelaskan bahwa setiap makeup memiliki karakter dan tujuan berbeda, sehingga muse yang dipilih harus sesuai.

Kalau untuk wedding, kita lihat dulu konsepnya. Mau internasional atau tradisional, itu beda lagi kebutuhannya,” pungkasnya.

Selain itu, kondisi kulit juga menjadi faktor penting. Kulit yang sehat dan minim koreksi tentu memudahkan proses makeup. Namun, untuk kebutuhan tertentu seperti koreksi makeup, justru diperlukan model dengan kondisi kulit tertentu agar teknik yang digunakan bisa terlihat maksimal.

Pengalaman Pertama dengan Artis dan Momen Berkesan

Sebagai MUA yang telah lama berkarier, Yoan tentu sudah menangani banyak artis ternama. Meski ia mengaku sulit mengingat siapa klien artis pertamanya, pengalaman tersebut dimulai sejak masa magang di berbagai acara seperti fashion show, program TV, hingga majalah.

Pertama kali itu aku megang Luna Maya, karena aku magang untuk fashion show di sebuah acara TV. terus megang beberapa penyanyi juga. Karena aku sempet tugas di acara Indonesia Idol,

Beberapa nama besar lainnya seperti RINNI, Isyana Sarasvati, Andien, hingga Fatin Shidqia pernah menjadi kliennya. Menariknya, setiap artis memberikan pengalaman yang berbeda dan berkesan.

Signature Makeup: Minimalis yang Menonjolkan Karakter

Setiap MUA pasti memiliki ciri khas, begitu juga dengan Yoan. Ia dikenal dengan gaya makeup minimalis yang fokus pada menonjolkan kelebihan wajah klien.

Alih-alih menggunakan foundation tebal, Yoan lebih memilih teknik yang ringan dan natural. Ia percaya bahwa makeup seharusnya memperkuat karakter wajah, bukan menutupinya. Pendekatan ini membuat hasil makeup terlihat lebih segar, ringan, dan tetap elegan.

Biasanya kulitnya harus benar-benar disiapin banget. Jadi mulai dari mau dibikin seperti apa. Misalkan, untuk muka yang lembap dan muka yang berminyak itu kita persiapkan terlebih dahulu,” jelasnya.

Pentingnya Skincare dalam Hasil Makeup

Menurut Yoan, kunci dari makeup yang flawless bukan hanya dari teknik, tapi juga dari persiapan kulit. Skincare menjadi langkah penting sebelum aplikasi makeup dimulai.

Mulai dari menghidrasi kulit hingga menggunakan sheet mask untuk kondisi tertentu, semua dilakukan agar makeup bisa menempel dengan sempurna. Dengan persiapan yang tepat, penggunaan produk makeup pun bisa lebih minimal tanpa mengurangi hasil akhir yang maksimal.

Bahkan, untuk beberapa kasus tertentu memang kita yang harus mempersiapkan dengan benar. Kadang kita harus pakein sheet mask dulu, biar lebih lembap. Jadi kita nggak butuh banyak produk,

Di tengah perkembangan tren makeup yang sangat cepat, Yoan memilih untuk tetap mengikuti tren tanpa kehilangan identitasnya. Ia percaya bahwa setiap MUA memiliki “tangan” atau signature masing-masing yang tidak bisa ditiru. Karena itu, penting untuk tetap mempertahankan gaya sendiri sambil terus beradaptasi dengan tren terbaru. Pendekatan ini membuat hasil karyanya tetap relevan sekaligus memiliki ciri khas yang kuat.

Konsistensi Jadi Kunci Utama Sukses

Bagi kamu yang ingin terjun ke dunia MUA, Yoan menekankan bahwa skill saja tidak cukup. Konsistensi menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang di industri ini. Ia juga menekankan pentingnya terus belajar, meng-upgrade diri, dan tidak mudah menyerah. Mengingat tren makeup terus berubah, seorang MUA harus selalu terbuka terhadap perkembangan baru.

Harus terus latihan dan mau belajar,” pesannya.

Perjalanan Yoan Yuanna membuktikan bahwa passion bisa datang dari hal yang tidak terduga. Dengan konsistensi, keberanian untuk mencoba, dan kemauan untuk terus belajar, ia berhasil membangun karier yang solid sebagai MUA profesional. Jangan lupa nantikan informasi berikutnya tentang BeautyFest Asia Jakarta 2026, ya. Stay tune, Bela!

Share
Topics
Editorial Team
Michael Richards
EditorMichael Richards
Follow Us

Related Articles

See More