7 Cara Mengatasi Jerawat Papula Secara Medis dan Alami

Jerawat papula adalah benjolan merah tanpa nanah yang muncul akibat sebum berlebih, hormon, pori tersumbat, atau stres dan bisa berkembang menjadi pustula jika dibiarkan.
Penanganan medis meliputi obat topikal seperti benzoil peroksida, retinoid, asam salisilat, serta resep dokter berupa antibiotik oral atau terapi hormonal bila kondisi tidak membaik.
Cara alami seperti teh hijau, madu, dan tea tree oil dapat membantu meredakan peradangan, disertai kebiasaan menjaga kebersihan wajah serta menghindari memencet jerawat.
Pernahkah kamu memiliki benjolan jerawat berwarna merah, terasa nyeri, namun tidak ada nanah di dalamnya? Dalam dunia medis, kondisi tersebut sering disebut dengan jerawat papula. Munculnya jerawat papula ini bisa diakibatkan oleh berbagai faktor, seperti produksi sebum berlebih, pengaruh hormon, pori-pori wajah yang tersumbat, hingga stres.
Jika dibiarkan, jerawat tersebut bisa berubah menjadi jerawat pustula dan makin meradang. Agar kondisi kulitmu tidak makin parah, berikut ada beberapa cara mengatasi jerawat papula yang perlu kamu perhatikan. Simak, ya!
Table of Content
1. Gunakan obat topikal tanpa resep dokter

Obat topikal merupakan salah satu cara mengatasi jerawat papula yang efektif. Produk ini biasanya tersedia dalam bentuk krim, salep, atau gel yang langsung dioleskan ke kulit. Mengutip Cleveland Clinic, beberapa kandungan dalam obat topikal yang bisa kamu gunakan, antara lain benzoil peroksida, retinoid, asam salisilat, dan asam azelaic.
Obat-obatan dengan kandungan tersebut bisa dibeli tanpa resep untuk menghilangkan kasus jerawat papula yang ringan. Benzoil peroksida diketahui mampu melawan bakteri, sementara retinoid digunakan untuk memecah papula dan mencegah pori-pori tersumbat.
Di sisi lain, asam azelaic berguna dalam membunuh mikroorganisme pada kulit sekaligus mengurangi pembengkakan. Adapun asam salisilat akan mengangkat lapisan atas kulit yang rusak. Bahkan, mencegah penyumbatan folikel rambut.
2. Gunakan obat khusus dari dokter
Jika obat seperti benzoil peroksida atau asam salisilat tidak efektif setelah beberapa minggu, dokter biasanya akan meresepkan obat resep. Pilihan obat tersebut bisa berupa antibiotik oral, seperti tetrasiklin atau makrolida untuk melawan infeksi bakteri penyebab jerawat.
Selain itu, dokter juga sering merekomendasikan pengobatan lain, seperti antiandrogen, untuk mengurangi efek hormon yang memperburuk jerawat, atau kontrasepsi oral tertentu untuk mengontrol papula jerawat.
Penggunaan obat yang berkaitan dengan hormon tadi bisa dipilih karena jerawat papula bisa disebabkan oleh produksi sebum berlebih. Kelebihan sebum ini biasanya terjadi akibat ketidakseimbangan kadar hormon dalam tubuh.
3. Gunakan teh hijau

Selain menggunakan obat-obatan, cara mengatasi jerawat papula juga bisa dengan bahan-bahan alami yang tersedia di rumah. Salah satunya teh hijau. Daun teh hijau dikenal memiliki sifat antiinflamasi yang bisa mengurangi produksi minyak berlebih pada kulit.
Cara menggunakannya pun mudah. Campurkan daun teh hijau kering dengan air. Lalu, pijatkan daun yang sudah basah tersebut ke area jerawat papula dengan gerakan melingkar kecil selama sekitar 30 detik. Setelah itu, bilas wajah dengan air bersih.
4. Oleskan madu
Madu mengandung enzim bernama katalase yang efektif dalam meredakan peradangan ringan pada kulit. Oleh karena itu, bisa kamu gunakan untuk mengatasi masalah peradangan pada jerawat papula. Oleskan madu murni secara merata dan tipis di atas jerawat papula hingga seluruh area tertutup.
Jika kamu khawatir madu menempel pada benda lain tanpa disengaja, kamu bisa menutup bagian yang telah diolesi madu tadi dengan perban atau kasa tipis. Biarkan selama beberapa waktu agar enzim bekerja meredakan peradangan sebelum dibersihkan.
5. Aplikasikan tea tree oil

Tea tree oil telah lama dikenal sebagai bahan alami yang ampuh untuk mengatasi masalah jerawat karena punya sifat antibakteri dan antiinflamasi.
Menggunakan produk tersebut tidak hanya berguna untuk mencegah pertumbuhan bakteri, tetapi juga mengurangi kemerahan dan melawan bakteri penyebab peradangan kulit di area jerawat. Coba teteskan sedikit tea tree oil pada kapas. Lalu tepuk-tepuk atau gosok lembut pada area jerawat papula.
6. Bersihkan wajah secara rutin
Salah satu hal dasar untuk mencegah sekaligus mengatasi jerawat papula ialah dengan menjaga kebersihan kulit. Bersihkan wajah dua kali sehari menggunakan pembersih yang lembut dan efektif dalam mengangkat sebum serta kotoran tanpa membuat kulit kering.
Mencuci wajah ini akan mencegah penyumbatan pori-pori yang sering menjadi penyebab jerawat papula. Jika rutin membersihkan wajah, kamu tidak hanya mencegah jerawat baru, tetapi juga mengurangi jerawat yang sudah muncul.
7. Hindari menyentuh atau memencet jerawat

Saat jerawat muncul, tanganmu mungkin gatal ingin segera memencetnya. Namun, sebaiknya hal ini tidak dilakukan. Apalagi, jerawat papula tidak memiliki nanah yang perlu dikeluarkan sehingga memencetnya justru bisa menimbulkan masalah baru.
Tindakan tersebut akan memperburuk peradangan dan menyebarkan bakteri ke area lain. Alhasil, jerawatmu malah makin susah untuk dihilangkan.
Demikian tujuh cara mengatasi jerawat papula yang bisa kamu lakukan. Pastikan kamu selalu berkonsultasi dengan dokter agar kulitmu mendapatkan penanganan yang tepat.
FAQ seputar cara mengatasi jerawat papula
| Apa itu jerawat papula? | Jerawat papula adalah benjolan kecil berwarna merah di kulit tanpa mata atau nanah, biasanya terasa nyeri saat disentuh. |
| Apa cara sederhana untuk mengatasinya? | Gunakan pembersih wajah yang lembut, hindari produk berminyak, dan aplikasikan obat topikal seperti benzoyl peroxide atau salicylic acid. |
| Bagaimana mencegah jerawat papula muncul kembali? | Jaga kebersihan wajah, hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor, kelola stres, dan pilih produk skincare non komedogenik. |
Referensi:
"How to Treat Different Types of Acne". American Academy of Dermatology Association. Diakses pada Maret 2026.
"Acne Papules" Cleveland Clinic. Diakses pada Maret 2026.
"Papules, Pustules and Nodules". News Medical Life Sciences.. Diakses pada Maret 2026.
"What Causes Acne Papules, and How Are They Treated?". Healthline. Diakses pada Maret 2026.


















