Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

5 Perbedaan Bronzer dan Contour yang Masih Sering Tertukar

5 Perbedaan Bronzer dan Contour yang Masih Sering Tertukar
pexels.com/Alena Darmel
Share Article

Dalam dunia makeup, bronzer dan contour sering digunakan untuk menyempurnakan riasan wajah. Meski sama-sama tersedia dalam warna cokelat, keduanya memiliki karakter warna yang berbeda.

Bronzer hadir dengan nuansa cokelat hangat yang memberikan efek wajah lebih sun-kissed dan bercahaya, sementara contour memiliki warna cokelat yang lebih dingin atau keabu-abuan untuk menciptakan ilusi bayangan alami.

Perbedaan inilah yang membuat fungsi bronzer dan contour tidak bisa disamakan.

Lantas, apa saja perbedaan keduanya? Untuk mengetahui lebih jelas, simak ulasan Popbela berikut ini.

1. Fungsi utamanya berbeda

pexels.com/Alena Darmel
pexels.com/Alena Darmel

Bronzer dan contour memang sama-sama bisa membuat wajah terlihat lebih berdimensi, tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Bronzer digunakan untuk memberikan sentuhan hangat pada wajah sehingga kulit tampak lebih segar dan bercahaya, seolah baru saja terkena cahaya matahari.

Itulah mengapa bronzer sering menjadi pilihan untuk menciptakan efek sun-kissed glow sekaligus mengembalikan rona wajah yang mungkin tampak datar setelah penggunaan foundation.

Berbeda dengan bronzer, contour berperan membentuk dimensi wajah melalui ilusi bayangan alami.

Produk ini biasanya diaplikasikan pada area tertentu untuk mempertegas tulang pipi, memberikan definisi pada garis rahang, atau menciptakan kesan hidung yang lebih ramping.

Menurut para professional makeup artist, contour bukan bertujuan menghangatkan warna kulit, melainkan meniru bayangan alami wajah agar bentuknya terlihat lebih tegas dan proporsional.

2. Undertone produknya tidak sama

Ilustrasi aplikasi makeup suede bronzer
pexels.com/George Milton

Cara paling mudah membedakan bronzer dan contour adalah melihat warna atau undertone-nya.

Bronzer umumnya memiliki nuansa hangat seperti keemasan, golden brown, kemerahan, atau sedikit oranye untuk menciptakan efek kulit yang lebih bercahaya. Beberapa bronzer juga memiliki sentuhan shimmer agar wajah tampak lebih bercahaya.

Sebaliknya, contour memiliki undertone dingin (cool-toned) atau netral keabu-abuan karena dirancang menyerupai bayangan alami pada wajah. Itulah sebabnya contour hampir selalu memiliki hasil akhir matte.

3. Area pengaplikasiannya berbeda

Ilustrasi bronzer
freepik.com/jcomp

Selain fungsi dan warnanya, area pengaplikasian bronzer dan contour juga berbeda.

Bronzer biasanya diaplikasikan pada bagian wajah yang secara alami paling sering terkena sinar matahari, seperti bagian atas tulang pipi, pelipis, dahi dekat garis rambut, hingga sedikit di batang hidung.

Penempatan ini membantu menciptakan efek wajah yang lebih hangat, segar, dan bercahaya.

Sementara itu, contour digunakan pada area yang secara alami membentuk bayangan. Produk ini umumnya diaplikasikan di bawah tulang pipi, sisi hidung, sepanjang garis rahang, atau pelipis untuk memberikan ilusi wajah yang lebih tegas dan berdimensi.

Karena bertujuan membentuk struktur wajah, contour sebaiknya diaplikasikan dengan lebih presisi lalu dibaurkan hingga menyatu agar hasilnya tetap terlihat natural.

4. Hasil akhir yang diberikan juga berbeda

freepik.com/kroshka__nastya
freepik.com/kroshka__nastya

Perbedaan bronzer dan contour juga terlihat dari hasil akhir yang diberikan pada riasan.

Bronzer mampu memberikan efek wajah yang lebih hangat, segar, dan bercahaya sehingga kulit tampak sehat tanpa terlihat berlebihan.

Karena hasilnya yang natural, produk ini cocok digunakan untuk makeup sehari-hari maupun tampilan no makeup-makeup.

Sebaliknya, contour menghasilkan dimensi yang lebih tegas pada wajah.

Penggunaannya membuat tulang pipi terlihat lebih menonjol, garis rahang lebih terdefinisi, dan bentuk wajah tampak lebih proporsional.

Efek inilah yang membuat contour sering menjadi andalan untuk riasan glam, acara formal, hingga pemotretan.

5. Bronzer dan contour bisa digunakan bersamaan

Ilustrasi makeup
pexels.com/Alejandro Peralta

Meski memiliki fungsi yang berbeda, bronzer dan contour bukanlah dua produk yang harus dipilih salah satunya. Keduanya justru bisa digunakan secara bersamaan untuk menciptakan tampilan wajah yang lebih seimbang.

Contour biasanya diaplikasikan terlebih dahulu untuk membentuk dimensi dan memberikan ilusi bayangan, kemudian bronzer ditambahkan pada area yang terkena cahaya agar wajah terlihat lebih hangat dan segar.

Namun, jika menginginkan riasan yang praktis, kamu juga bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan.

Bronzer saja sudah cukup untuk memberikan efek wajah yang lebih hidup, sedangkan contour bisa menjadi pilihan ketika ingin menonjolkan struktur wajah dengan hasil yang lebih tegas.

Yang terpenting, pahami fungsi masing-masing agar hasil makeup terlihat natural dan sesuai dengan tampilan yang diinginkan.

Nah, sudah tahu perbedaan contour dan bronzer kan? Singkatnya, bronzer berfungsi menambahkan warna dan kehangatan pada wajah, sedangkan contour bertugas menciptakan ilusi bayangan untuk membentuk struktur wajah.

Dengan memahami perbedaan fungsi keduanya, kamu bisa memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan menggunakannya tanpa khawatir tertukar saat merias wajah.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More