5 Tanda Tubuh Harus Berhenti saat Lari, Jangan Abaikan!

Meninggalnya pelari Korea Selatan Yoo Ji Won usai tumbang di half marathon menjadi pengingat agar tidak memaksakan tubuh saat berolahraga.
Hentikan lari bila nyeri tajam atau makin parah, terutama jika membuat langkah pincang atau pola gerak berubah, karena bisa memperburuk cedera.
Segera berhenti dan cari bantuan medis bila pusing, mual, ingin pingsan, sesak napas berat, jantung berdebar tidak normal, nyeri dada, atau keluhan tak membaik setelah istirahat.
Influencer lari asal Korea Selatan, Yoo Ji Won, meninggal dunia usai tumbang saat mengikuti ajang half marathon Seoul Race 2026 pada 11 Oktober 2026. Perempuan berusia 25 tahun tersebut dilaporkan pingsan sekitar 500 meter sebelum garis finish dan sempat mendapatkan pertolongan medis.
Namun, nyawanya tidak tertolong. Peristiwa ini sebenarnya menjadi pengingat bahwa olahraga, termasuk lari, perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi tubuh, Bela. Jangan sampai kamu memaksakan diri saat tubuh mulai menunjukkan sinyal bahaya. Apa saja tanda tubuh harus berhenti saat lari yang perlu kamu waspadai?
Table of Content
1. Nyeri yang makin tajam

pexels.com/Ketut Subiyanto Tanda tubuh harus berhenti saat lari umumnya saat mulai merasakan nyeri, Bela. Pasalnya, tidak semua nyeri saat berlari bisa dianggap normal. Nyeri otot ringan biasanya terasa menyebar dan berangsur membaik setelah pemanasan.
Namun, nyeri tajam di tulang kering, lutut, atau tendon Achilles bisa menjadi tanda cedera. Perhatikan juga apakah nyeri makin parah selama berlari, ya. Sebab, kondisi ini dapat mengindikasikan adanya cedera yang berisiko memburuk jika kamu terus memaksakan diri.
Jika nyeri tidak mereda setelah beristirahat sejenak atau justru bertambah saat berlari, segera hentikan aktivitas larimu. Memaksakan diri hanya dapat memperparah cedera dan memperpanjang waktu pemulihan.
2. Nyeri yang terjadi mengubah pola lari
Jika nyeri mulai membuat langkahmu pincang atau tidak seimbang saat berlari, jangan abaikan sinyal ini, ya. Artinya, tubuhmu mungkin sedang mengalami cedera dan butuh waktu untuk beristirahat.
Memaksakan diri justru bisa membuat tubuh mengubah pola gerakan untuk menghindari rasa sakit. Alhasil, bagian tubuh lain ikut terbebani dan berisiko mengalami cedera. Jadi, daripada memaksakan target lari, lebih baik berhenti sejenak dan berikan tubuh waktu untuk pulih.
3. Merasa pusing, mual, dan mau pingsan

pexels.com/Kindel Media Jika saat berlari kamu merasa seperti akan pingsan, pusing, atau mual, segera hentikan aktivitas larimu, ya. Gejala ini bisa terjadi karena kamu kurang makan sebelum berlari, tetapi juga dapat menandakan kondisi yang lebih serius.
Istirahatlah sejenak dan jangan memaksakan diri untuk melanjutkan lari. Jika gejala tidak membaik setelah beristirahat, segera cari pertolongan medis.
4. Mengalami sesak napas
Saat berlari napasmu pasti menjadi lebih cepat (terengah-engah) atau ngos-ngosan. Hal ini diakibatkan karena otot-otot tubuh membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga membuat paru-paru bekerja lebih keras untuk menangkap oksigen.
Walaupun kondisi tersebut adalah hal yang wajar saat berlari, jika kamu mengalami sesak napas yang lebih parah maka tidak boleh diabaikan. Coba hentikan aktivitas tersebut dan beristirahatlah. Jika sesak napas masih terasa berat, tidak membaik, bahkan disertai nyeri dada dan pusing, segera cari pertolongan medis.
5. Jantung berdebar tidak normal

pexels.com/RDNE Stock project Detak jantung biasanya memang meningkat saat kamu berlari. Namun, jantung yang tiba-tiba berdebar sangat cepat, tidak teratur, bahkan disertai sensasi seperti akan pingsan bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sepele.
Segera hentikan lari jika kamu mengalami gejala tersebut. Terlebih jika keluhan disertai nyeri dada atau sesak napas, maka kamu perlu mendapatkan pemeriksaan medis sesegera mungkin.
Demikian beberapa tanda tubuh harus berhenti saat lari yang tidak boleh kamu abaikan. Pastikan kamu selalu melakukan pemanasan, tercukupi asupan cairan, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk meminimalisir hal-hal di atas.





















