- Genetik
Menurut Havard Health Publishing, para ahli percaya bahwa skizofrenia disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Peluang terkena skizofrenia bisa 10% jika anggota keluarga dekat (orang tua atau saudara kandung) mengidap penyakit tersebut. Sementara itu, bagi mereka yang punya saudara kembar identik dan menderita skizofrenia, maka risiko terkena penyakit ini adalah 65%. - Lingkungan
Melansir laman National Alliance on Mental Illness (NAMI), paparan infeksi virus atau kurangnya asupan gizi selama masa kehamilan, terutama pada trimester pertama dan kedua, juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami skizofrenia. Kondisi lingkungan tersebut diduga memicu faktor genetik yang sudah dimiliki seseorang atau dikenal sebagai epigenetika. Selain itu, penelitian terbaru juga menemukan bahwa gangguan autoimun memiliki kaitan dengan psikosis. - Faktor kimia pada otak
Gangguan pada zat kimia tertentu di otak, seperti dopamin dan glutamat, dapat berperan dalam memicu terjadinya skizofrenia. Zat kimia ini disebut neurotransmiter, yaitu senyawa kimia yang membantu sel-sel otak saling mengirim dan menerima pesan. Selain itu, jaringan neuron (sel saraf) di otak juga kemungkinan ikut memengaruhi munculnya gangguan tersebut. - Penggunaan zat atau obat-obatan tertentu
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan zat atau obat yang memengaruhi kesadaran pada masa remaja dan dewasa muda dapat meningkatkan risiko skizofrenia. Selain itu, makin banyak bukti menunjukkan bahwa merokok ganja bisa meningkatkan risiko munculnya gangguan psikotik. Risiko tersebut cenderung lebih tinggi jika ganja digunakan sejak usia muda dan dilakukan secara sering atau dalam jangka panjang.
Mengenal Skizofrenia: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

- Hari Skizofrenia Sedunia diperingati setiap 24 Mei untuk meningkatkan kesadaran publik, menghapus stigma, dan menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental.
- Skizofrenia adalah gangguan mental berat yang memengaruhi perilaku, emosi, serta komunikasi; penyebabnya meliputi faktor genetik, lingkungan, kimia otak, dan penggunaan zat tertentu.
- Penanganan skizofrenia mencakup obat antipsikotik, psikoterapi, serta terapi seperti ECT dan TMS guna mengendalikan gejala agar pasien dapat berfungsi normal dalam kehidupan sehari-hari.
Tanggal 24 Mei diperingati sebagai Hari Skizofrenia Sedunia. Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan skizofrenia, menghapus stigma, dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif serta peduli terhadap kesehatan mental.
Buat kamu yang belum tahu, skizofrenia adalah salah satu gangguan mental berat. Orang yang mengalami skizofrenia sering dianggap berbeda, aneh, bahkan tak jarang dilabeli sebagai orang gila. Biar lebih paham, yuk mengenal skizofrenia lewat penyebab dan gejalanya di bawah ini.
Table of Content
1. Apa itu skizofrenia?

Skizofrenia adalah gangguan kesehatan mental yang memengaruhi tingkah laku, emosi, dan kemampuan komunikasi penderitanya. Gangguan kejiwaan ini bisa membuat penderitanya mengalami halusinasi, delusi, kekacauan berpikir, hingga perubahan dalam berperilaku.
Selain itu, penderita skizofrenia juga bisa mengalami gejala psikosis atau ketidakmampuan dalam membedakan realita dan imajinasi dari diri sendiri. Psikosis sendiri hanyalah salah satu gejala dari beberapa jenis gangguan mental, termasuk skizofrenia. Namun, tidak semua orang yang mengalami psikosis pasti menderita skizofrenia.
2. Penyebab skizofrenia

Hingga saat ini, para ahli belum dapat memastikan secara tepat apa penyebab skizofrenia. Meski demikian, ada beberapa kondisi yang memicu skizofrenia, di antaranya:
3. Gejala skizofrenia

Setelah mengenal skizofrenia dan penyebabnya, kamu juga perlu tahu apa saja gejala penyakit ini. Skizofrenia dapat muncul secara bertahap sehingga tanda-tanda awalnya sering sulit dikenali, terutama pada remaja.
Pada tahap awal, penderita bisa mulai menjauh dari lingkungan sosial, mengalami gangguan tidur, penurunan prestasi, kehilangan semangat atau tidak ada motivasi, dan lebih mudah marah atau merasa tertekan. Gejala skizofrenia terbagi menjadi dua yaitu:
- Gejala positif
Gejala tersebut berkaitan dengan perubahan pada pola pikir dan perilaku, seperti halusinasi, delusi, serta kekacauan dalam berpikir maupun berperilaku. - Gejala negatif
Gejala skizofrenia negatif ini berupa berkurangnya minat dan motivasi, perubahan ekspresi emosi, hingga kurang peduli terhadap penampilan diri. Gejala tersebut muncul bertahap dan bisa makin memburuk seiring berjalannya waktu.
4. Pengobatan skizofrenia

Pengobatan skizofrenia dilakukan guna mengurangi dan mengendalikan gejala agar penderitanya bisa menjalani kehidupan sehari-hari secara normal.
Mereka yang memiliki skizofrenia biasanya perlu menjalani pemeriksaan rutin dan pengobatan dalam jangka panjang sesuai anjuran dokter. Adapun penanganan skizofrenia dari dokter meliputi:
- Obat antipsikotik
Berguna untuk membantu mengurangi gejala seperti halusinasi dan delusi. Contohnya aripiprazole, clozapine, dan chlorpromazine. - Psikoterapi
Bertujuan membantu pasien menerima kondisinya, mengubah, dan mengendalikan pola pikirnya. Psikoterapi ini biasanya diikuti dengan pemberian obat-obatan. - Electroconvulsive Therapy (ECT)
ECT adalah terapi menggunakan arus listrik bertegangan rendah untuk memengaruhi sinyal kimia tertentu di otak. Terapi ini biasanya dilakukan jika obat belum memberikan hasil yang optimal. - Transcranial Magnetic Stimulation (TMS)
TMS merupakan terapi menggunakan gelombang magnet untuk mengurangi halusinasi dan gejala negatif pada skizofrenia.
Itu dia penjelasan tentang apa itu skizofrenia, gejala, hingga pengobatannya. Mengenal skizofrenia penting dilakukan agar masyarakat bisa memahami bahwa gangguan ini bukan sekadar perubahan perilaku biasa, melainkan kondisi kesehatan mental yang membutuhkan perhatian dan penanganan yang tepat.
FAQ seputar mengenal skizofrenia
| Apa itu skizofrenia? | Skizofrenia adalah gangguan mental serius yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku. |
| Apa saja gejala umum skizofrenia? | Gejala umum meliputi halusinasi, delusi, pikiran kacau, dan kesulitan bersosialisasi. |
| Bagaimana cara membantu orang dengan skizofrenia? | Beri dukungan emosional, hindari menghakimi, dorong untuk menjalani pengobatan, dan bantu menjaga rutinitas yang stabil. |


















