Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Mengapa Menjilat Bibir Bisa Membuatnya Semakin Kering?

2 min read
Mengapa Menjilat Bibir Bisa Membuatnya Semakin Kering?
pexels.com/Agung Pratama
  • Air liur hanya melembapkan bibir sementara; saat menguap, enzim pencernaan di dalamnya dapat mengiritasi dan mengganggu lapisan pelindung bibir yang tipis.
  • Menjilat bibir berulang dapat memicu lip-licker’s dermatitis, dengan gejala kering, kemerahan, bersisik, perih, hingga pecah-pecah dalam siklus iritasi yang berulang.
  • Kelembapan bibir dapat dijaga memakai lip balm tanpa pewangi berbahan petroleum jelly, lip balm SPF 30+ di luar ruangan, cukup minum, serta menghindari menjilat, menggigit, atau mengelupas bibir.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjilat bibir sering menjadi refleks saat bibir terasa kering.

Air liur memang memberikan sensasi lembap sesaat, tetapi kebiasaan ini justru dapat memperburuk kondisi bibir jika dilakukan berulang kali.

Alih-alih mengembalikan kelembapannya, menjilat bibir dapat memicu iritasi hingga membuat permukaannya pecah-pecah.

Lantas, mengapa menjilat bibir bisa membuatnya semakin kering? Popbela akan membahasnya dalam ulasan berikut ini.

  1. 1. Air liur menguap dan mengganggu kelembapan bibir

    ilustrasi menjilat bibir (pexels.com/Oleg Magni)
    pexels.com/Oleg Magni

    Berbeda dengan kulit di bagian tubuh lainnya, bibir memiliki lapisan pelindung yang relatif tipis sehingga lebih rentan kehilangan kelembapan.

    Air liur memang dapat membasahi bibir sesaat setelah dijilat. Namun, ketika menguap, air liur justru bisa membuat bibir terasa lebih kering daripada sebelumnya.

    Melansir artikel ilmiah Art of Prevention: Practical Interventions in Lip-Licking Dermatitis yang diterbitkan dalam International Journal of Women's Dermatology pada 2020, air liur juga mengandung enzim pencernaan yang dapat mengiritasi kulit bibir dan mengganggu fungsi lapisan pelindungnya.

    Siklus membasahi dan mengeringkan bibir secara berulang pun dapat memperparah kekeringan.

  2. 2. Kebiasaan menjilat bibir bisa memicu iritasi

    Add a heading - 6.png
    pexels.com/RDNE Project

    Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan menjilat bibir dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai lip-licker's dermatitis, yaitu peradangan akibat paparan air liur berulang.

    Gejalanya dapat berupa bibir kering, kemerahan, bersisik, terasa perih, hingga pecah-pecah.

    Kondisi ini juga dapat membentuk siklus yang sulit dihentikan, yakni bibir terasa kering, lalu dijilat agar terasa lembap, tetapi justru semakin teriritasi dan kering.

    Oleh karena itu, menghentikan kebiasaan menjilat bibir menjadi langkah penting untuk membantu memulihkan kondisinya.

  3. 3. Cara menjaga bibir tetap lembap dan sehat

    freepik.com/freepik
    freepik.com/freepik

    Menjaga kelembapan bibir bisa dimulai dengan menggunakan lip balm tanpa pewangi yang mengandung bahan pelembap, seperti petroleum jelly, untuk membantu mengunci kelembapan dan melindungi permukaan bibir.

    Hindari kebiasaan menjilat, menggigit, atau mengelupas kulit bibir karena dapat memperparah iritasi.

    Saat beraktivitas di luar ruangan, gunakan lip balm dengan SPF 30 atau lebih untuk melindungi bibir dari paparan sinar matahari.

    Pastikan juga kebutuhan cairan harian tercukupi agar tubuh tetap terhidrasi.

    Jika bibir terus kering, pecah-pecah, atau tidak membaik meski sudah dirawat, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mengetahui penyebabnya.

    Nah, sekarang sudah tahu mengapa menjilat bibir bisa membuatnya semakin kering, kan? Alih-alih menjilatnya setiap kali terasa kering, biasakan menggunakan lip balm untuk menjaga kelembapan bibir dan hindari kebiasaan yang dapat memicu iritasi.

    Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, bibir bisa terasa lebih nyaman, lembut, dan terhindar dari kekeringan berulang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More