Gas Air Mata Terbuat dari Apa? Cek Kandungan dan Efeknya

- Gas air mata bukan gas murni, melainkan senyawa kimia berbentuk serbuk atau cairan yang disebarkan sebagai aerosol untuk membubarkan kerumunan.
- CS adalah jenis yang umum dipakai aparat; berbentuk kristal putih dan cepat mengiritasi, dengan toksisitas lebih rendah dibandingkan CN.
- CN, CR, dan OC memiliki karakter berbeda: CN lebih toksik, CR sangat kuat hingga berisiko kebutaan sementara, sedangkan OC berasal dari capsaicin cabai.
Gas air mata sering digunakan oleh aparat untuk membubarkan massa yang sedang berkerumun untuk menghindari kericuhan. Meskipun mengandung kata gas, gas air mata sebenarnya bukan merupakan gas, melainkan serbuk atau cairan kimia yang diubah menjadi partikel debu halus (aerosol).
Lantas, gas air mata terbuat dari apa? Ternyata gas ini terbuat dari senyawa-senyawa kimia iritan yang bisa menimbulkan dampak serius, baik pada kesehatan mata maupun tubuh. Supaya lebih jelas, yuk simak penjelasannya di bawah ini.
Table of Content
1. CS (Chlorobenzylidenemalononitrile)

pexels.com/Oscar Chan Gas air mata terbuat dari apa? Jawaban yang pertama adalah CS (Chlorobenzylidenemalononitrile). Gas CS merupakan salah satu jenis gas air mata yang paling umum digunakan aparat.
Nama gas ini berasal dari inisial dua ilmuwan asal Amerika, yakni Ben Corson dan Roger Stoughton yang menemukannya pada 1928. Pada kondisi suhu ruangan, CS berbentuk kristal putih padat mirip dengan bedak tabur.
Saat ditembakkan, dapat berubah menjadi partikel halus yang menyebar di udara. Paparan CS bisa menimbulkan iritasi dan efeknya akan terasa hanya dalam beberapa detik. Meski menyebabkan rasa perih yang menyakitkan, gas tersebut dianggap punya tingkat toksisitas lebih rendah dibandingkan gas CN.
2. CN (Chloroacetophenone)
Gas CN merupakan salah satu agen iritan tertua yang pernah digunakan sebagai gas air mata oleh militer dan kepolisian. Zat ini juga sempat dikenal melalui merek dagang "Mace" yang digunakan dalam produk semprotan pertahanan diri di masa lalu.
Dibandingkan CS, CN memiliki toksisitas lebih tinggi dan bertahan lebih lama di area paparan. Risikonya juga berupa iritasi kulit dan gangguan pernapasan parah sehingga penggunaannya kini banyak digantikan oleh CS atau OC.
3. CR (Dibenzoxazepine)

pexels.com/Joel Santos Gas CR atau Dibenzoxazepine dikembangkan pada tahun 1962 dan dikenal memiliki efek iritasi yang jauh lebih kuat dibandingkan CS. Zat ini berbentuk kristal padat berwarna kuning pucat yang bisa menyebabkan iritasi mata ekstrem hingga kebutaan sementara, lho.
Paparan CR juga dapat menimbulkan sensasi terbakar hebat pada kulit. Dikarenakan efeknya yang ekstrem dan berisiko menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang, penggunaan gas tersebut jarang digunakan untuk pengendalian massa sipil biasa.
4. OC (Oleoresin Capsicum)
Meskipun sering disamakan dengan gas air mata, semprotan merica atau OC memiliki bahan dasar yang berbeda, lho. OC dibuat dari ekstrak capsaicin, senyawa alami yang memberikan rasa pedas pada cabai dan umumnya berbentuk cairan aerosol.
Berbeda dari CS yang lebih menimbulkan iritasi, OC memicu peradangan pada mata dan saluran pernapasan. Konon, orang yang berada di bawah pengaruh alkohol, obat-obatan, atau adrenalin tinggi terkadang bisa menahan rasa sakit dari gas CS, namun cenderung sulit untuk menahan efek inflamasi fisik langsung dari OC.
Itu dia penjelasan seputar gas air mata terbuat dari apa. Setelah mengetahui kandungannya, jangan lupa untuk mencari cara mengantisipasi jika terkena gas ini, ya!


















