Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Ciri-Ciri Nyeri Haid yang Berbahaya, Waspadai Gejalanya

6 Ciri-Ciri Nyeri Haid yang Berbahaya, Waspadai Gejalanya
pexels.com/cottonbro studio
Intinya Sih
  • Nyeri haid yang normal biasanya muncul di awal menstruasi lalu mereda, tapi perlu waspada kalau rasanya semakin parah.

  • Alarm lainnya adalah nyeri yang tidak membaik dengan kompres atau obat pereda nyeri dan disertai gejala berat.

  • Apabila nyeri disertai perubahan pola haid dan keluhan panggul khas seperti nyeri saat berhubungan, sebaiknya konsultasi ke dokter.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Nyeri haid (dismenore) memang umum terjadi, terutama pada remaja dan dewasa muda. Umumnya, kondisi yang juga lazim disebut menstrual cramps ini dibedakan menjadi dua, yaitu primer dan sekunder.

Dismenore primer biasanya terjadi akibat perubahan hormon selama menstruasi, sedangkan dismenore sekunder dipicu oleh kondisi medis tertentu.

Namun, ada situasi ketika nyeri haid mengindikasikan ke arah yang berbahaya dan perlu pemeriksaan lebih lanjut. Supaya kamu lebih waspada, berikut ciri-ciri nyeri haid yang berbahaya selengkapnya.

1. Nyeri haid semakin meningkat dari waktu ke waktu

ilustrasi sakit perut
pexels.com/Polina Zimmerman

Ciri-ciri nyeri haid yang berbahaya yang pertama bisa dilihat ketika intensitas nyerinya makin meningkat dari siklus awal ke siklus selanjutnya. Sebab, pola nyeri pada dismenore primer umumnya konsisten dan paling berat di hari pertama, lalu berangsur mereda dalam 1–3 hari.

Jika kamu merasa nyeri makin progresif dan semakin sulit ditahan, ini dapat mengarah ke dismenore sekunder, yaitu nyeri yang dipicu kondisi lain di panggul. Dismenore sekunder cenderung lebih menetap atau memburuk seiring waktu.

2. Nyeri haid terjadi di luar jadwal menstruasi

ilustrasi siklus menstruasi
freepik.com/freepik

Nyeri yang muncul di luar waktu haid juga perlu dicermati. Dismenore primer umumnya mengikuti pola dan jadwal siklus yang jelas, sementara nyeri di luar siklus dapat mengarah pada penyebab lain.

Nyeri yang menetap atau berada di luar jadwal dapat dicurigai sebagai dismenore sekunder. Dalam literatur, dismenore sekunder sering berkaitan dengan kondisi seperti endometriosis, peradangan rahim (PID), adenomiosis, polip endometrium, kista ovarium, atau komplikasi alat kontrasepsi dalam rahim.

3. Nyeri tidak membaik meski sudah ditangani

ilustrasi terganggunya siklus menstruasi akibat begadang
pexels.com/cottonbro studio

Ciri-ciri nyeri haid yang berbahaya selanjutnya dapat dikenali saat nyeri tidak membaik dengan pengobatan yang umum, seperti kompres hangat atau konsumsi pereda nyeri (NSAID). Secara mekanisme, NSAID bekerja dengan menurunkan produksi prostaglandin yang berkaitan erat dengan nyeri haid.

Jika kamu sudah menggunakan penanganan sesuai anjuran dokter, tetapi nyeri masih ada, hal ini bisa menjadi tanda bahwa semata dismenore sekunder. Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan lebih lanjut biasanya dibutuhkan untuk mengetahui penyebab pastinya.

4. Nyeri disertai gejala berat

ilustrasi muntah
freepik.com/8photo

Dismenore primer memang dapat disertai gejala seperti mual, muntah, diare atau konstipasi, sakit kepala, lemas, hingga gangguan tidur. Namun, gejala penyerta yang terasa sangat berat dan menghambat aktivitas perlu dipantau lebih serius.

Hal yang patut diwaspadai adalah ketika gejala tambahan itu makin intens, tidak wajar dibanding siklus sebelumnya, atau membuat kamu benar-benar tidak mampu beraktivitas. Saat gejala penyerta terasa berbeda dari biasanya, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan tidak ada faktor pemicu lain.

5. Nyeri disertai perdarahan haid yang tidak normal

Ilustrasi pendarahan
freepik.com/freepik

Nyeri yang datang bersama perubahan pola perdarahan, misalnya perdarahan makin banyak, makin lama, atau siklus menjadi tidak teratur, perlu diperhatikan. Dismenore primer biasanya terjadi pada siklus yang relatif teratur dan tidak selalu diikuti perubahan pola perdarahan yang mencolok.

Perubahan pola haid yang signifikan lebih sering mengarahkan kecurigaan ke penyebab sekunder atau kondisi lain yang memengaruhi rahim. Jika kamu melihat kombinasi nyeri yang berat dan pola haid yang berubah, itu bisa jadi alasan yang kuat untuk segera konsultasi agar penyebabnya lebih jelas.

6. Nyeri disertai keluhan panggul

ilustrasi nyeri panggul
freepik.com/Lifestylememory

Ciri-ciri nyeri haid yang berbahaya yang terakhir adalah nyeri haid berat yang disertai keluhan panggul lainnya, misalnya nyeri saat berhubungan. Ini biasanya tidak sesuai pola dismenore primer yang umumnya hanya kram saat haid.

Kalau kamu merasakan kombinasi gejala seperti ini, penyebabnya bisa lebih dari sekadar kontraksi perluruhan rahim. Salah satu kemungkinan yang sering dibahas pada dismenore sekunder adalah endometriosis, jadi keluhan seperti ini sebaiknya ditindaklanjuti.

Demikianlah beberapa ciri-ciri nyeri haid yang berbahaya. Apabila kamu merasakan gejala serupa, pertimbangkan untuk segera konsultasi dengan dokter, ya, Bela!

FAQ seputar ciri-ciri nyeri haid yang berbahaya

Apa saja tanda nyeri haid yang perlu diperiksa ke dokter?

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain nyeri tiba-tiba sangat parah, haid tidak teratur, demam, mual berlebihan.

Apakah cramps dan dismenore itu sama?

Ya, cramps adalah sebutan umum untuk dismenore (nyeri haid).

Kapan nyeri haid perlu diperiksa ke dokter?

Saat makin berat, muncul di luar haid, atau disertai perdarahan tidak normal/nyeri panggul lain.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nafi Khoiriyah
EditorNafi Khoiriyah

Related Articles

See More