5 Dampak Buruk Kurang Tidur terhadap Kesehatan Mental

- Kurang tidur dapat mengganggu suasana hati dan membuat seseorang lebih sensitif terhadap emosi negatif akibat peningkatan aktivitas otak yang mengatur emosi.
- Kekurangan tidur memicu stres karena meningkatkan hormon kortisol dan mengaktifkan sistem saraf yang membuat tubuh terus waspada.
- Tidur yang tidak cukup bisa memperburuk gangguan mental seperti kecemasan, ADHD, dan depresi dengan menurunkan fokus serta memperparah gejala emosional.
Terjaga hingga larut malam memang terasa menyenangkan, terutama setelah seharian beraktivitas dan disibukkan dengan tumpukan pekerjaan yang rasanya tidak ada habisnya. Kondisi ini sering membuat kamu memilih untuk begadang dan mengorbankan waktu tidur demi mencari hiburan.
Namun, kebiasaan tersebut tidak seharusnya dilakukan secara terus menerus. Sebab, terjaga hingga larut malam, bahkan melewatkan waktu tidur, bisa menyebabkan kurang tidur yang berdampak buruk tak hanya berdampak pada kesehatan fisik saja, tetapi juga kesehatan mental.
Lalu, apa saja dampak buruk kurang tidur terhadap kesehatan mental?
1. Suasana hati jadi terganggu

Bukan hanya memicu kehadiran stres saja, kurang tidur juga bisa menganggu suasana hati. Ini terjadi akibat adanya peningkatan aktivitas di bagian otak yang berfungsi mengatur emosi.
Kondisi ini membuat kamu menjadi lebih sensitif dan lebih mudah terpengaruh emosi negatif, sehingga tidak heran jika saat kurang tidur kamu jadi lebih mudah tersinggung.
2. Stres

Bukan hanya tumpukan pekerjaan atau masalah yang sedang kamu hadapi yang bisa menyebabkan stres. Kurang tidur juga diketahui dapat berdampak pada kesehatan mental, termasuk meningkatkan stres.
Hal ini terjadi karena kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon kortisol yang berperan dalam respons stres. Selain itu, kurang tidur juga dapat mengaktifkan sistem saraf yang bertanggung jawab pada respons fight or flight, sehingga tubuh berada dalam kondisi waspada terus-menerus yang akhirnya dapat memicu stres.
3. Gangguan kecemasan

Kekurangan tidur bisa memicu gangguan kecemasan. Hal ini berkaitan dengan kondisi otak yang tengah lelah. Ketika lelah, otak kerap terasosiasi oleh pikiran yang bersifat negatif, memungkinkan kamu yang kurang tidur mengalami gangguan kecemasan.
Tidak berhenti di situ, orang dengan gangguan kecemasan juga sering mengalami kesulitan tidur yang akhirnya menyebabkan kurang tidur. Kondisi ini dapat memperburuk kesehatan mental.
4. Memperburuk gejala ADHD

Apakah kamu familiar dengan istilah Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)? ADHD adalah kondisi yang memengaruhi saraf sehingga mereka yang memilikinya kerap mengalami kesulitan fokus dan mengendalikan impuls.
Kurang tidur ternyata dapat memperburuk gejala ADHD, terutama dalam menurunkan kemampuan konsentrasi. Karena itu, orang dengan ADHD disarankan untuk mendapatkan tidur yang cukup.
5. Memperparah depresi

Tidak berhenti di stres, kurang tidur ternyata dapat meningkatkan perparahan depresi. Depresi dapat membuat pengidapnya mengalami kesulitan tidur, dan ketika kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, gejala depresi dapat semakin memburuk. Akibatnya, pengidap mungkin akan merasa lebih sedih, kehilangan motivasi, sulit berkonsentrasi, dan mengalami penurunan kualitas hidup.
Dengan mengetahui dampak buruk kurang tidur terhadap kesehatan mental, mulai dari stres hingga memperparah depresi, kamu menjadi lebih sadar tentang pentingnya tidur cukup terutama untuk kesehatan mental.


















