Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

6 Kebiasaan Sehari-hari yang Membantu Mengurangi Risiko Penuaan Dini

6 Kebiasaan Sehari-hari yang Membantu Mengurangi Risiko Penuaan Dini
freepik.com/jcomp
Share Article

Banyak orang mengira penuaan hanya disebabkan oleh bertambahnya usia.

Padahal, berbagai kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele juga dapat mempercepat munculnya garis halus, kerutan, kulit kusam, hingga berkurangnya elastisitas kulit.

Mulai dari kurang tidur, terlalu sering terpapar sinar matahari tanpa perlindungan, hingga pola makan yang kurang sehat, semuanya dapat memengaruhi kondisi kulit dalam jangka panjang.

Kabar baiknya, risiko tersebut dapat dikurangi dengan menerapkan kebiasaan sehat secara konsisten. Semakin dini perubahan dilakukan, semakin besar pula peluang untuk menjaga kulit tetap sehat dan tampak awet muda.

Nah, apa saja kebiasaan sehari-hari yang membantu mengurangi risiko penuaan dini? Popbela akan membahasnya dalam ulasan berikut ini.

1. Lindungi kulit dari paparan sinar matahari setiap hari

Seorang wanita memegang kacamata hitam dengan lensa anti-radiasi dan pelindung sinar matahari di bawah langit biru.
unsplash.com/Zulfugar Karimov

Paparan sinar UV menjadi salah satu penyebab utama photoaging, yaitu penuaan kulit akibat sinar matahari.

Perlu diketahui, radiasi UV dapat merusak kolagen dan elastin, dua protein yang berperan menjaga kulit tetap kencang dan elastis.

Akibatnya, kulit lebih cepat mengalami kerutan, muncul bintik hitam, serta kehilangan kekencangan.

Para dermatolog dari American Academy of Dermatology merekomendasikan penggunaan tabir surya broad-spectrum dengan minimal SPF 30 setiap hari, meskipun cuaca mendung.

Selain itu, gunakan topi, kacamata hitam, pakaian berlengan panjang, dan usahakan mencari tempat teduh ketika sinar matahari sedang terik, terutama pada pukul 10.00-14.00.

Langkah sederhana ini terbukti membantu mengurangi kerusakan kulit akibat paparan UV sekaligus menurunkan risiko penuaan dini.

2. Perbanyak konsumsi makanan bergizi dan kaya antioksidan

ilustrasi makan makanan sehat
unsplash.com/Clark Douglas

Pola makan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit dari dalam.

Sayuran berwarna hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, ikan berlemak, serta sumber protein berkualitas mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Sebaliknya, konsumsi gula berlebihan dapat mempercepat proses glycation, yaitu reaksi yang merusak kolagen sehingga kulit kehilangan elastisitas lebih cepat.

Oleh karena itu, membatasi makanan tinggi gula dan menggantinya dengan makanan utuh (whole foods) menjadi salah satu strategi yang direkomendasikan untuk mendukung kulit tetap sehat dan tampak lebih muda.

3. Tidur cukup dan berkualitas

orang
pexels.com/Niels from Slaapwijsheid.nl

Saat tidur, tubuh menjalankan berbagai proses perbaikan jaringan, termasuk regenerasi sel kulit.

Kurang tidur secara terus-menerus dapat mengganggu proses tersebut sehingga kulit tampak lebih kusam, muncul lingkaran hitam di bawah mata, serta mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan meningkatnya tanda penuaan intrinsik serta kemampuan kulit yang lebih lambat untuk pulih dari berbagai paparan lingkungan.

Oleh karena itu, usahakan tidur sekitar 7-9 jam setiap malam dengan jadwal yang konsisten agar proses regenerasi tubuh berlangsung optimal.

4. Rutin berolahraga dan hindari kebiasaan merokok

ilustrasi olahraga push-up, push up
pexels.com/Ivan S

Aktivitas fisik secara rutin membantu melancarkan sirkulasi darah sehingga oksigen dan nutrisi lebih mudah mencapai jaringan kulit.

Olahraga juga berkontribusi dalam mengurangi peradangan kronis yang berkaitan dengan proses penuaan serta mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Di sisi lain, merokok menjadi salah satu faktor gaya hidup yang paling kuat mempercepat penuaan kulit.

Kandungan zat kimia dalam rokok dapat merusak kolagen, mengurangi aliran darah ke kulit, dan meningkatkan pembentukan kerutan, terutama di sekitar mulut dan mata.

Menghindari rokok merupakan langkah penting untuk mempertahankan kesehatan kulit dalam jangka panjang

5. Kelola stres agar tidak berkepanjangan

Ilustrasi merasa stres
pexels.com/Tima Miroshnichenko

Stres kronis tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga berdampak pada kondisi kulit.

Ketika stres berlangsung lama, kadar hormon kortisol meningkat sehingga dapat memicu peradangan, memperlambat regenerasi sel, serta memperburuk fungsi pelindung kulit.

Mengelola stres melalui olahraga, meditasi, mindfulness, atau meluangkan waktu untuk beristirahat dapat membantu menjaga keseimbangan tubuh.

Dengan tingkat stres yang lebih terkendali, proses regenerasi kulit dapat berlangsung lebih optimal sehingga risiko munculnya tanda-tanda penuaan dini ikut berkurang.

Itu dia kebiasaan sehari-hari yang membantu mengurangi risiko penuaan dini. Meski penuaan merupakan proses yang alami, berbagai kebiasaan sehat dapat membantu memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan dini.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More