Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Emotional Eating? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Emotional Eating? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
pexels.com/Alena Darmel
  • Emotional eating adalah kebiasaan makan yang dipengaruhi kondisi emosional.

  • Stres, cemas, bosan, hingga pola diet yang terlalu ketat bisa menjadi pemicunya.

  • Mengenali pemicu dan memberi jeda sebelum makan dapat membantu mengatasinya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah tiba-tiba ingin makan sesuatu saat stres atau sedang sedih? Bisa jadi, kamu sedang melakukan emotional eating.

Emotional eating adalah salah satu hal yang mungkin tanpa sadar pernah kamu alami. Supaya makin paham dengan kondisi tubuh, yuk simak penjelasan lengkap berikut!

  1. 1. Apa itu emotional eating?

    ilustrasi emotional eating
    pexels.com/Alena Darmel

    Emotional eating adalah kebiasaan makan sebagai respons perasaan tertentu, bukan karena lapar fisik. Menurut Cleveland Clinic, sekitar 75% aktivitas makan dipengaruhi oleh emosi. Nah, hal ini sebenarnya umum terjadi, tetapi pada tahap yang ekstrem perlu diwaspadai.

    Dalam emotional eating, makanan digunakan untuk mengalihkan perasaan yang sedang dirasakan. Biasanya, keinginan makan tertuju pada makanan tertentu, seperti makanan manis, berlemak, atau asin.

  2. 2. Penyebab emotional eating

    ilustrasi sedih, murung
    pexels.com/cottonbro studio

    Setelah mengetahui gambaran emotional eating, kamu juga perlu memahami penyebabnya sebagai berikut.

    • Stres dan cemas: Hormon kortisol dapat meningkatkan keinginan makan manis, berlemak, atau asin.
    • Bosan: Makan dianggap aktivitas untuk mengisi waktu atau mencari hiburan.
    • Sulit mengenali rasa lapar: Seseorang kesulitan membedakan lapar fisik dan lapar emosional.
    • Diet terlalu ketat: Membatasi makanan secara berlebihan bisa memicu keinginan makan yang lebih kuat.
    • Situasi tertentu: Kesepian, perubahan rutinitas, atau tekanan dari lingkungan juga dapat menjadi pemicu.

  3. 3. Ciri emotional eating

    ilustrasi wanita makan junk food
    pexels.com/Tim Samuel

    Ciri-ciri emotional eating adalah salah satu hal yang bisa membantu kamu mengenali kebiasaan ini. Beberapa tandanya, antara lain:

    • Keinginan makan muncul secara tiba-tiba.
    • Hanya menginginkan makanan tertentu.
    • Tetap ingin makan meski tidak lapar.
    • Makan dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.
    • Makan untuk meredakan stres, sedih, atau bosan.
    • Merasa bersalah atau malu setelah makan.

  4. 4. Cara mengatasi emotional eating

    ilustrasi ibu hamil menjaga makan
    freepik.com/skawee

    Oleh karena menyimpan bahaya tersembunyi, emotional eating tetap bisa diatasi, lho. Kebiasaan sederhana berikut bisa bantu kamu untuk makan lebih sehat.

    • Beri jeda: Sebelum mengambil makanan, tanyakan apakah kamu benar-benar lapar atau sedang merasakan emosi tertentu.
    • Jangan terlalu membatasi makanan: Tetap konsumsi makanan secara seimbang agar tidak terlalu lapar.
    • Makan dengan mindful: Fokus pada makanan dan perhatikan rasa kenyang saat makan.
    • Cari pelampiasan lain: Berjalan sebentar, melakukan hobi, beristirahat, atau berbicara dengan orang terdekat bisa menjadi alternatif.

    Jadi, emotional eating adalah kebiasaan yang bisa dikenali dan dikelola dengan sederhana. Yuk, mulai lebih peka dengan rasa lapar dan emosi kamu!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More