Kenapa Rambut Makin Rontok saat Puasa? Ini Penyebabnya!

- Rambut rontok saat puasa umumnya disebabkan perubahan pola makan, kurang cairan, dan jam tidur tidak teratur yang memengaruhi distribusi nutrisi ke folikel rambut.
- Kekurangan protein, zat besi, vitamin, serta dehidrasi dan stres dapat memperlemah akar rambut hingga memicu kerontokan sementara selama Ramadan.
- Masalah ini bisa diatasi dengan menjaga asupan gizi seimbang, cukup minum air, tidur teratur, konsumsi vitamin rambut, serta hindari panas berlebih dari alat styling.
Kenapa rambut jadi rontok saat bulan puasa? Pertanyaan ini sering muncul saat kamu merasa rambut lebih banyak rontok di kamar mandi atau menempel di sisir selama Ramadan. Kondisi ini umumnya dipicu perubahan pola makan, kurang cairan, hingga jam tidur yang berantakan, tetapi kabar baiknya sering kali bersifat sementara dan bisa diatasi.
Perubahan rutinitas saat puasa memang memengaruhi banyak hal dalam tubuh, termasuk kesehatan rambut. Saat asupan nutrisi dan cairan berubah, folikel rambut bisa ikut terdampak. Supaya kamu tidak panik, yuk pahami penyebab dan cara mengatasinya dengan tepat.
Table of Content
Kenapa rambut jadi rontok saat bulan puasa?
Secara umum, rambut rontok saat puasa berkaitan dengan perubahan pola makan, hidrasi, dan ritme tidur. Saat tubuh beradaptasi dengan waktu makan yang terbatas, distribusi nutrisi ke jaringan yang tidak vital seperti rambut bisa berkurang. Akibatnya, lebih banyak rambut masuk ke fase istirahat atau telogen lalu rontok.
Selain itu, kurang minum selama berpuasa dapat memengaruhi sirkulasi nutrisi ke kulit kepala. Ditambah lagi, kebiasaan begadang untuk sahur atau ibadah malam bisa mengganggu keseimbangan hormon. Kombinasi faktor inilah yang menjawab kenapa rambut jadi rontok saat bulan puasa.
Penyebab rambut rontok saat bulan puasa yang perlu kamu tahu

Agar kamu lebih memahami akar masalahnya, berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi selama Ramadan.
1. Kurang asupan protein
Protein adalah komponen utama pembentuk keratin, yaitu struktur dasar rambut. Saat sahur dan berbuka tidak mengandung cukup protein, tubuh akan memprioritaskan organ vital dibandingkan pertumbuhan rambut. Inilah alasan kenapa rambut jadi rontok saat bulan puasa bisa terjadi lebih sering.
Jika kamu terlalu fokus pada makanan tinggi karbohidrat dan kurang lauk bernutrisi, pertumbuhan rambut bisa melambat. Rambut pun jadi lebih rapuh dan mudah patah.
2. Kekurangan zat besi dan vitamin
Zat besi berperan penting dalam membawa oksigen ke folikel rambut. Saat asupannya kurang, risiko anemia ringan meningkat dan rambut lebih mudah rontok. Vitamin untuk rambut rontok saat puasa seperti vitamin B kompleks dan vitamin D juga berpengaruh pada siklus pertumbuhan rambut.
Pola makan yang tidak seimbang selama Ramadan membuat kebutuhan mikronutrien sering terabaikan. Akibatnya, akar rambut menjadi lebih lemah dari biasanya.
3. Dehidrasi selama berpuasa
Kurang minum membuat tubuh mengalami dehidrasi ringan. Saat cairan tubuh tidak tercukupi, aliran nutrisi ke kulit kepala ikut menurun. Folikel rambut pun tidak mendapatkan suplai optimal untuk tumbuh kuat.
Itulah sebabnya kenapa rambut jadi rontok saat bulan puasa sering dikaitkan dengan kurang minum. Jika kamu jarang memenuhi kebutuhan air saat berbuka hingga sahur, efeknya bisa terasa pada kondisi rambut.
4. Perubahan pola tidur
Ramadan identik dengan jam tidur yang lebih singkat. Begadang untuk sahur atau ibadah malam dapat memicu peningkatan hormon stres. Ketidakseimbangan hormon ini bisa mendorong rambut masuk lebih cepat ke fase rontok.
Kurang tidur juga memperlambat proses regenerasi sel. Rambut yang seharusnya tumbuh sehat jadi lebih rentan mengalami kerontokan.
5. Stres dan perubahan hormon
Perubahan rutinitas harian bisa memicu stres, baik secara fisik maupun emosional. Kondisi ini dapat menyebabkan telogen effluvium, yaitu kerontokan sementara akibat tekanan pada tubuh. Biasanya terjadi beberapa minggu setelah tubuh mengalami stres.
Walau terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya tidak permanen. Rambut dapat tumbuh kembali setelah faktor pemicunya teratasi.
6. Pola makan tidak seimbang saat sahur dan berbuka
Makanan tinggi gula dan lemak sering jadi pilihan cepat saat berbuka. Padahal, nutrisi seperti protein, zat besi, dan vitamin jauh lebih dibutuhkan rambut. Jika kamu terlalu sering mengonsumsi gorengan dan minuman manis tanpa diimbangi makanan bergizi, kesehatan rambut bisa terdampak.
Karena itu, penting untuk memperhatikan kualitas makanan, bukan hanya jumlahnya.
Apakah rambut rontok saat puasa itu normal?
Rambut rontok sebanyak 50 sampai 100 helai per hari masih tergolong normal. Jika jumlahnya sedikit meningkat selama Ramadan, hal ini bisa menjadi respons tubuh terhadap perubahan pola hidup. Jadi kamu tidak perlu langsung panik.
Namun, jika rambut rontok lebih dari 150 helai per hari dan disertai penipisan drastis, kondisi ini perlu diwaspadai. Terutama jika kamu juga merasa lemas atau pusing yang mengarah pada anemia.
Cara mengatasi rambut rontok saat bulan puasa

Setelah tahu kenapa rambut jadi rontok saat bulan puasa, sekarang saatnya fokus pada solusi yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah.
1. Perbanyak konsumsi protein saat sahur
Pastikan menu sahur mengandung telur, ikan, ayam, tempe, atau tahu. Protein membantu memperkuat struktur rambut dari dalam. Dengan asupan yang cukup, risiko rambut rontok bisa berkurang.
2. Cukupi kebutuhan cairan
Gunakan pola minum 2-4-2 agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur dapat membantu menjaga hidrasi tubuh. Kulit kepala yang terhidrasi dengan baik mendukung pertumbuhan rambut sehat.
3. Konsumsi vitamin rambut yang aman saat puasa
Jika perlu, kamu bisa mengonsumsi vitamin untuk rambut rontok saat puasa setelah berbuka. Pilih suplemen yang mengandung biotin, zat besi, dan vitamin D. Konsultasikan dengan dokter jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu.
4. Hindari begadang berlebihan
Cobalah mengatur waktu tidur agar tetap cukup meski harus bangun sahur. Tidur yang berkualitas membantu menyeimbangkan hormon. Rambut pun tidak mudah masuk ke fase rontok.
5. Gunakan sampo khusus rambut rontok
Pilih sampo dengan kandungan yang membantu memperkuat akar rambut. Hindari produk yang membuat kulit kepala terasa kering. Perawatan luar tetap penting untuk mendukung perawatan dari dalam.
6. Kurangi penggunaan alat styling panas
Catokan dan hair dryer bersuhu tinggi bisa memperparah kerontokan. Rambut yang sudah lemah akibat kurang nutrisi akan semakin rapuh jika sering terpapar panas. Gunakan suhu rendah atau biarkan rambut kering alami.
7. Kelola stres dengan baik
Luangkan waktu untuk relaksasi ringan setelah berbuka. Kamu bisa melakukan olahraga ringan atau menikmati waktu santai di rumah. Stres yang terkontrol membantu menjaga siklus rambut tetap stabil.
Kapan harus khawatir dengan rambut rontok saat Ramadan?
Jika rambut rontok terjadi secara ekstrem dan tidak membaik setelah Ramadan, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Terutama jika muncul gejala lain seperti pusing, lemas, atau kuku rapuh. Pemeriksaan darah mungkin diperlukan untuk memastikan tidak ada kekurangan zat besi.
Kenapa rambut jadi rontok saat bulan puasa memang sering berkaitan dengan perubahan pola hidup sementara. Namun, evaluasi medis tetap penting jika kerontokan terasa tidak wajar atau berlangsung lama.
Kesimpulan
Kenapa rambut jadi rontok saat bulan puasa? Jawabannya umumnya berkaitan dengan perubahan nutrisi, hidrasi, pola tidur, dan stres selama Ramadan. Meski terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini sering bersifat sementara dan bisa diatasi dengan pola makan seimbang serta perawatan yang tepat.
Dengan memahami penyebab dan menerapkan cara mengatasi rambut rontok saat bulan puasa, kamu bisa menjalani Ramadan dengan lebih tenang. Jangan lupa, perhatikan asupan gizi dan kebutuhan cairan agar rambut tetap sehat hingga Lebaran.
FAQ seputar rambut makin rontok saat puasa
| Apakah kurang minum saat puasa bisa bikin rambut rontok parah? | Kurang minum saat puasa bisa memicu dehidrasi ringan yang berdampak pada kesehatan kulit kepala. Saat tubuh kekurangan cairan, distribusi nutrisi ke folikel rambut menjadi kurang optimal. Jika berlangsung terus menerus, kondisi ini bisa memperparah rambut rontok saat puasa. |
| Makanan apa yang sebaiknya dihindari agar rambut tidak rontok saat Ramadan? | Kamu sebaiknya membatasi makanan tinggi gula dan lemak berlebih saat berbuka. Jenis makanan ini rendah nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan rambut. Lebih baik pilih menu seimbang dengan protein, zat besi, dan vitamin agar kerontokan tidak semakin parah. |
| Apakah keramas terlalu sering saat puasa menyebabkan rambut rontok? | Keramas tidak secara langsung menyebabkan rambut rontok, tetapi bisa membuat rambut yang sudah masuk fase telogen lebih mudah terlepas. Jika kamu menggunakan sampo yang terlalu keras, kulit kepala bisa menjadi kering dan memperburuk kondisi rambut. Pilih produk yang lembut dan sesuai dengan jenis rambutmu. |
| Berapa lama rambut rontok saat puasa biasanya berhenti? | Rambut rontok saat puasa biasanya bersifat sementara dan akan membaik setelah pola makan dan tidur kembali normal. Dalam beberapa kasus, kondisi ini mereda beberapa minggu setelah Ramadan berakhir. Jika lebih dari tiga bulan tidak membaik, kamu sebaiknya mempertimbangkan konsultasi medis. |
| Apakah rambut rontok saat puasa bisa tumbuh kembali setelah Lebaran? | Pada umumnya, rambut yang rontok akibat perubahan pola hidup akan tumbuh kembali. Folikel rambut tetap aktif selama tidak mengalami kerusakan permanen. Dengan perawatan dan nutrisi yang tepat, pertumbuhan rambut bisa kembali stabil setelah Ramadan. |
Disclaimer: Artikel ini dihasilkan dengan bantuan AI dan telah diedit untuk menjamin kualitas serta ketepatan informasi.


















