Jaga Kebersihan Kulit Kepala: Keramas secara teratur sesuai kebutuhan kulit kepala. Hindari terlalu jarang atau terlalu sering.
Kenapa di Kulit Kepala Ada Benjolan Kecil seperti Jerawat?

- Folikulitis (Peradangan Folikel Rambut): Penyebab benjolan di kulit kepala adalah folikulitis, peradangan pada folikel rambut akibat infeksi bakteri, jamur, atau iritasi.
- Scalp Acne: Kulit kepala bisa berjerawat karena produksi sebum berlebihan yang menyumbat pori-pori.
- Kista Pilar: Terbentuk akibat penumpukan keratin di bawah kulit dan cukup sering muncul di area kulit kepala.
Pernahkah kamu lagi keramas atau menyisir rambut lalu tiba-tiba merasakan benjolan kecil di kulit kepala? Bentuknya mirip jerawat, kadang terasa nyeri saat disentuh, bahkan ada yang sampai bernanah. Meski tersembunyi di balik rambut, kondisi ini tetap bikin nggak nyaman dan sering memicu rasa khawatir.
Benjolan kecil di kulit kepala sebenarnya cukup umum terjadi. Penyebabnya pun beragam, mulai dari masalah kebersihan, iritasi, hingga kondisi medis tertentu. Supaya kamu nggak panik dan tahu cara menanganinya dengan tepat, simak penjelasan lengkapnya berikut ini yuk, Bela!
Table of Content
1. Folikulitis (Peradangan Folikel Rambut)

Salah satu penyebab paling umum benjolan seperti jerawat di kulit kepala adalah folikulitis, yaitu peradangan pada folikel rambut. Folikel rambut bisa meradang akibat infeksi bakteri, jamur, atau karena iritasi. Ciri-cirinya biasanya berupa benjolan kecil kemerahan, terasa nyeri, dan kadang muncul titik putih seperti jerawat.
Dalam beberapa kasus, area tersebut juga terasa gatal. Folikulitis bisa dipicu oleh kulit kepala yang terlalu lembap, jarang keramas, sering memakai topi dalam waktu lama, hingga penumpukan keringat dan minyak. Jika ringan, kondisi ini biasanya bisa membaik dengan menjaga kebersihan kulit kepala dan menggunakan sampo antibakteri ringan.
2. Scalp Acne

Yup, kulit kepala juga bisa berjerawat. Sama seperti kulit wajah, kulit kepala memiliki kelenjar minyak. Ketika produksi sebum berlebihan bercampur dengan sel kulit mati dan kotoran, pori-pori bisa tersumbat.
Jerawat di kulit kepala biasanya terasa nyeri saat disentuh seperti benjolan kecil atau agak besar. Bahkan, bisa saja muncul lebih dari satu. Maka dari itu, penggunaan produk rambut yang terlalu berat seperti pomade, hair wax, atau dry shampoo berlebihan juga bisa memperparah kondisi ini.
3. Kista Pilar

Jika benjolannya terasa lebih besar, keras, dan tidak terlalu nyeri, bisa jadi itu adalah kista pilar. Kista ini terbentuk akibat penumpukan keratin di bawah kulit dan cukup sering muncul di area kulit kepala.
Ciri-cirinya bisa berbentuk bulat dan terasa padat saat disentuh. Biasanya gejala ini tidak menimbulkan rasa sakit kecuali terinfeksi. Kista pilar umumnya tidak berbahaya, tetapi jika ukurannya membesar atau terasa nyeri, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
4. Reaksi Alergi atau Iritasi Produk Rambut

Pernah ganti sampo, kondisioner, atau cat rambut lalu tiba-tiba muncul benjolan kecil? Bisa jadi itu reaksi alergi atau iritasi. Beberapa kandungan seperti parfum, alkohol, atau bahan kimia tertentu dapat memicu peradangan pada kulit kepala yang sensitif.
Selain benjolan kecil, biasanya disertai rasa gatal, kemerahan, dan sensasi perih. Jika ini terjadi, segera hentikan penggunaan produk tersebut dan pilih produk dengan formula lebih lembut atau hypoallergenic.
5. Penumpukan Keringat dan Jarang Keramas

Kulit kepala yang sering berkeringat—misalnya setelah olahraga—dan tidak segera dibersihkan bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri. Gabugan minyak, keringat, dan kotoran memicu pori-pori tersumbat dan munculnya benjolan kecil.
Hal ini lebih sering terjadi pada kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan, menggunakan helm atau hijab dalam waktu lama, dan memiliki kulit kepala berminyak. Oleh karena itu, menjaga kebersihan kulit kepala adalah langkah penting untuk mencegahnya.
6. Infeksi Jamur

Infeksi jamur pada kulit kepala juga dapat menimbulkan benjolan kecil yang kadang disertai rasa gatal hebat dan kulit mengelupas. Dalam beberapa kasus, bisa menyebabkan rambut rontok di area tertentu.
Jika benjolan disertai bercak bersisik atau kerontokan tidak wajar, ada kemungkinan kondisi tersebut berkaitan dengan infeksi jamur dan memerlukan pengobatan khusus.
7. Ingrown Hair

Meski lebih umum terjadi di wajah atau tubuh, rambut tumbuh ke dalam juga bisa muncul di kulit kepala, terutama jika kamu sering mencukur rambut sangat pendek. Rambut yang tumbuh ke arah dalam kulit dapat menyebabkan peradangan kecil yang tampak seperti jerawat.
Cara Mengatasi Benjolan Kecil di Kulit Kepala

Setelah mengetahui penyebabnya, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:
Gunakan Produk yang Ringan: Pilih sampo yang sesuai dengan jenis kulit kepala. Hindari produk dengan kandungan berat jika kulit kepala mudah berminyak.
Hindari Memencet Benjolan: Memencet jerawat di kulit kepala bisa menyebabkan infeksi lebih parah dan meninggalkan luka.
Kurangi Penggunaan Produk Styling: Berikan waktu bagi kulit kepala untuk “bernapas” dengan mengurangi pomade, hairspray, atau dry shampoo berlebihan.
Konsultasi ke Dokter: Jika Benjolan makin besar, terasa sangat nyeri, mengeluarkan nanah berlebihan, dan tidak kunjung membaik dalam 1–2 minggu.
Sebagian besar benjolan kecil seperti jerawat di kulit kepala tidak berbahaya dan bisa membaik dengan perawatan yang tepat. Namun, penting untuk memperhatikan gejalanya dan tidak mengabaikan kondisi yang terasa semakin parah. Jangan lupa selalu perhatikan kesehatan kulit kepalamu ya, Bela.


















