Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

7 Dampak Kandungan Paraben pada Skincare, Wajib Tahu!

ilustrasi paraben dalam kosmetik
pexels.com/Sora Shimazaki
Intinya sih...
  • Paraben memang membantu menjaga skincare tetap awet, tapi pemakaian jangka panjang sering bikin orang lebih waspada.
  • Dampaknya bisa terasa di kulit, mulai dari alergi, iritasi berulang, skin barrier melemah, sampai kulit sensitif jadi lebih mudah merah dan ruam.
  • Paraben juga dikaitkan dengan gangguan hormon, isu reproduksi, hingga risiko kanker meski bukti ilmiahnya masih terus diteliti.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Paraben merupakan bahan pengawet yang sering digunakan dalam produk skincare untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Namun, seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan, kandungan ini mulai mendapat perhatian khusus.

Meski dinilai efektif menjaga kualitas produk, penggunaan paraben dalam jangka panjang menimbulkan berbagai kekhawatiran. Oleh karena itu, yuk pahami dampak kandungan paraben pada skincare berikut ini!

Table of Content

1. Memicu reaksi alergi pada kulit

1. Memicu reaksi alergi pada kulit

ilustrasi seseorang dengan riwayat alergi kulit
freepik.com/freepik

Dampak kandungan paraben pada skincare yang pertama adalah dapat memicu reaksi alergi. Reaksi ini biasanya terjadi karena kulit merespons paraben sebagai zat yang mengganggu keseimbangan di permukaannya.

Selain itu, gejala yang muncul bisa berupa gatal, ruam kemerahan, kulit terasa perih, atau bahkan bengkak ringan di area tertentu. Jika produk tetap digunakan, keluhan tersebut dapat bertahan lebih lama dan membuat kulit semakin tidak nyaman.

2. Menyebabkan iritasi kulit berulang

ilustrasi iritasi kulit
freepik.com/stefamerpik

Selanjutnya, paraben juga bisa berkontribusi pada iritasi kulit berulang, terutama jika digunakan bersamaan dengan bahan aktif lain yang cukup kuat. Pada tahap awal, iritasi mungkin terlihat ringan sehingga banyak orang mengira itu hanya adaptasi biasa.

Iritasi yang terjadi terus-menerus dan dibiarkan dapat melemahkan skin barrier dan membuat kulit lebih mudah kering. Akibatnya, kulit jadi lebih rentan kemerahan dan mudah bereaksi saat terkena produk baru.

3. Mengganggu keseimbangan hormon

ilustrasi hormon
freepik.com/freepik

Tak hanya berdampak pada kulit, paraben juga sering dibahas karena strukturnya mirip dengan hormon estrogen. Hal ini diduga dapat memengaruhi sistem endokrin dalam tubuh. 

Walau efeknya tidak instan, isu ini membuat banyak orang lebih berhati-hati dalam memilih produk berparaben. Oleh karena itu, mengurangi penggunaan skincare berparaben bisa kamu ambil sebagai langkah pencegahan yang bijak.

4. Meningkatkan risiko masalah reproduksi

ilustrasi hormon yang memengaruhi dinding rahim
freepik.com/atlascompany

Dampak kandungan paraben pada skincare juga dikaitkan dengan potensi gangguan pada sistem reproduksi. Hal ini juga berkaitan dengan pembahasan sebelumnya mengenai pengaruh paraben terhadap hormon.

Penelitian mengenai dampak ini masih terus berkembang dan belum selalu menunjukkan kesimpulan yang seragam. Meski begitu, mengurangi paparan dari produk berparaben bisa menjadi langkah sederhana untuk mencegah dampaknya.

5. Berpotensi memicu penuaan dini

ilustrasi penuaan dini
freepik.com/rawpixel

Beberapa pembahasan menyebut paraben juga dapat memicu stres yang berpotensi mempercepat tanda penuaan kulit. Kondisi ini bisa membuat kulit lebih mudah tampak kusam dan kehilangan kekenyalannya secara perlahan.

Akibatnya, tanda seperti garis halus, tekstur tidak rata, dan kulit terlihat kurang segar bisa muncul lebih cepat pada sebagian orang. Oleh karena itu, menjaga skin barrier dan memilih produk yang lebih ramah sering disarankan untuk pemakaian jangka panjang.

6. Dikaitkan dengan risiko kanker

ilustrasi kanker
pexels.com/Anna Tarazevich

Tak kalah penting untuk diketahui, paraben sempat dikaitkan dengan risiko kanker karena pernah ditemukan jejaknya pada beberapa sampel jaringan tertentu. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat. 

Kekhawatiran muncul karena paraben memiliki kemiripan struktur dengan estrogen yang berperan pada pertumbuhan sel tertentu. Jadi, meskipun bukti ilmiah masih perlu ditingkatkan, sikap hati-hati tetap dianjurkan terutama bagi yang memiliki faktor risiko tertentu.

7. Kurang aman untuk kulit sensitif

ilustrasi perempuan dengan kulit sensitifnya
freepik.com

Dampak kandungan paraben pada skincare yang terakhir adalah tinggi risiko untuk kulit sensitif. Kulit jenis ini cenderung lebih tipis dan lebih mudah bereaksi terhadap bahan tertentu. 

Penggunaan skincare berbahan ini bisa menimbulkan gejala seperti kemerahan dan ruam dalam taraf yang lebih parah dari kulit normal. Munculnya reaksi negatif bisa diminimalkan untuk kulit sensitif dengan cara cermat memilih produk.

Itulah dia 7 dampak kandungan paraben pada skincare yang perlu kamu ketahui. Yuk, lebih bijak lagi ketika membeli kosmetik, Bela!

FAQ seputar dampak kandungan paraben pada skincare

Apa itu paraben dalam kandungan skincare?

Bahan pengawet untuk mencegah bakteri dan jamur.

Apa efek paraben ke kulit?

Bisa memicu alergi, iritasi berulang, dan kurang cocok untuk kulit sensitif.

Kenapa paraben sering jadi kontroversi?

Karena dikaitkan dengan gangguan hormon hingga risiko kesehatan tertentu seperti gangguan hormon dan kanker.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nafi Khoiriyah
EditorNafi Khoiriyah
Follow Us

Latest in Beauty

See More

Gaya Rambut Barbie Ferreira yang Minimalis

12 Feb 2026, 15:05 WIBBeauty