Aku masih kerap tersenyum sendiri, mengingat kita pernah merajut cerita tentang dua orang yang sedang jatuh cinta. Bahkan aku menuliskannya, merangkai aksara agar menjadi kisah yang sesuai dengan harapanku mungkin juga harapanmu, menjadikan kita pasangan sampai akhir masa. Karena kisah indah kita berlalu begitu saja, berakhir tanpa kata pisah ataupun selamat tinggal. Tak perlulah aku menyebutkan alasannya, karena kita memang sama-sama dilema.

Masih ingatkah kamu?

Surat Terbuka: Untukmu yang Aku Harapkan Menjadi Teman Hidupku

Bahwa kita pernah saling menautkan rasa, magnet yang tercipta tanpa dorongan apapun, mungkin intuisi semata, aku sempat bertanya, sampai kapan waktu akan mengakhiri kisah kita? Keindahan waktu itu benar-benar seperti drama korea. Aku menikmati dan mencemaskan waktu mengakhiri cerita kita, tapi semesta telah menentukannya, dipersimpangan itu kita berpisah dan berjanji untuk tidak lagi merangkai cerita seperti sebelumnya.

Karena gengsiku

Surat Terbuka: Untukmu yang Aku Harapkan Menjadi Teman Hidupku

Masih seperti biasa, sikapku yang jual mahal tak juga mereda atau mungkin memang takkan pernah reda, aku menolak untuk berjalan beriringan denganmu layaknya seorang pasangan muda yang merasa dunia hanya milik berdua, sebenarnya bukan jual mahal yang semata-mata menjadi alasan, tapi aku hanya ingin menjaga, menjaga keutuhan cerita untuk imamku disana, kekasih halal yang akan datang membawa janji suci untuk hidup bersama sampai akhir masa, entah siapa, yang penting aku sudah berusaha untuk tidak mengecewakannya. Namun aku juga tak mampu menepis bahwa kehadiranmu menjadi bumbu tersendiri, baru kali ini aku jalan berdua dengan seorang pria, meskipun tak beriringan.

Surat Terbuka: Untukmu yang Aku Harapkan Menjadi Teman Hidupku

Kita memang tak menghalalkan cara-cara romantis dengan berdekatan atau bersentuhan layaknya drama-drama korea, namun ketahuilah! Apa yang aku rasa mungkin lebih indah dari mereka, aku hanya meresapinya, membiasakan syukur karena Allah menghadirkan rasa bahagia yang tak mampu diurai oleh kata, namun begitu manis dalam dada.

 

credit photo: Morning Glory movie/Paramount Pictures/www.imdb.com

BACA JUGA: 4 Hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Berhenti Mengharapkan Hubungan yang Tak Sepenuhnya Kamu Miliki