Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Review Film It’s My Time: Kisah Nenek 70 Tahun yang Tak Menyerah pada Usia

Review Film It’s My Time: Kisah Nenek 70 Tahun yang Tak Menyerah pada Usia
Instagram.com/tiff_net
  • It’s My Time mengisahkan Zhao Yanhong, perempuan 70 tahun di panti jompo, yang berlatih Rubik’s Cube blindfolded bersama mantan juara Wu Youwei untuk mengikuti kompetisi.
  • Film garapan Xue Bai mengangkat kesempatan kedua dan keberanian memulai hal baru, dengan Rubik’s Cube menjadi simbol Zhao menyusun kembali kepercayaan diri serta arah hidupnya.
  • Michelle Yeoh menjadi kekuatan utama lewat karakter Zhao yang rebel, jenaka, dan emosional; meski alurnya mengikuti formula underdog yang mudah ditebak, relasi antarkarakter tetap terasa hangat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Michelle Yeoh kembali ke layar lebar lewat It’s My Time, film drama-komedi asal Tiongkok yang menawarkan kisah cukup unik tentang usia, kesempatan kedua, dan keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru. Disutradarai Xue Bai, film berdurasi 107 menit ini mempertemukan Michelle Yeoh dengan Liu Haoran dalam cerita tentang seorang perempuan lanjut usia yang justru menemukan semangat hidup baru lewat permainan Rubik’s Cube. Film ini sendiri terinspirasi dari kisah nyata seorang guru pensiunan asal Zhejiang yang mengasah kemampuan bermain Rubik’s Cube hingga usia 70 tahun.

Dengan premis tersebut, It’s My Time sebenarnya punya formula yang cukup familiar untuk sebuah film underdog. Ada karakter yang sempat kehilangan arah, sebuah kemampuan tak terduga, proses latihan, sampai perjuangan menghadapi orang-orang yang meragukan kemampuan mereka. Namun, di balik cerita tentang kompetisi Rubik’s Cube, film ini mencoba membawa pembahasan yang lebih luas tentang bagaimana usia sering kali membuat seseorang dianggap sudah tidak lagi punya kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru.

Seperti apa hasil akhirnya? Setelah menyaksikan It’s My Time, berikut review Popbela.

  1. Sinopsis It's My Time

    Film It’s My Time
    thestar.com.my

    It’s My Time mengikuti kisah Zhao Yanhong (Michelle Yeoh), perempuan berusia 70 tahun yang tinggal di sebuah panti jompo. Alih-alih menjalani hari-hari dengan tenang, Zhao justru dikenal sebagai sosok yang berani, blak-blakan, dan tidak terlalu peduli dengan anggapan orang terhadap dirinya.

    Di sisi lain, ada Wu Youwei (Liu Haoran), mantan juara Rubik’s Cube yang kini kehidupannya sedang berantakan. Pertemuan keduanya bermula ketika Zhao ternyata mampu menyelesaikan Rubik’s Cube dalam waktu yang ditentukan Wu. Dari sinilah muncul ide untuk mengikuti kompetisi Rubik’s Cube dengan metode blindfolded atau menyelesaikannya tanpa melihat.

    Zhao kemudian berlatih bersama Wu dan dibantu sejumlah orang di sekitarnya untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi. Dari perjalanan tersebut, keduanya perlahan menemukan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar memenangkan perlombaan, yakni kesempatan untuk kembali percaya pada diri sendiri dan menentukan arah hidup mereka.

    It's My Time
    2026
    3/5
    Directed by Bai Xue
    Producer

    Michelle Yeoh, Liu Mingyi

    Writer

    Yan Sun, Bai Xue, Yizhou Xu

    Age Rating

    13+

    Genre

    Drama, Keluarga

    Duration

    107 Minutes

    Release Date

    11 September 2026

    Theme

    Semangat juang di usia senja, keberanian mendobrak batasan umur, kesempatan kedua dalam hidup

    Production House

    Media Asia Films, Shanghai Maoyan Film

    Where to Watch

    Cinepolis, XXI, CGV, FLIX Cinema

    Cast

    Michelle Yeoh, Liu Haoran, Sa Rina, Bai Ke, Han Tongsheng

  2. Trailer It's My Time

    Still Cut It's My Time

  3. Premis Sederhana yang Punya Pesan Cukup Mengena

    Film It’s My Time
    thestar.com.my

    Hal yang paling mudah disukai dari It’s My Time adalah pesan yang dibawanya. Film ini tidak menjadikan usia sebagai alasan bagi seseorang untuk berhenti mencoba. Sebaliknya, Zhao justru digambarkan sebagai karakter yang semakin berani ketika orang-orang di sekitarnya mulai menganggap dirinya sudah terlalu tua untuk melakukan sesuatu yang baru.

    Pesan tersebut memang bukan sesuatu yang benar-benar baru dalam film bertema underdog. Kita sudah cukup sering melihat cerita tentang seseorang yang diremehkan, kemudian berusaha membuktikan bahwa dirinya mampu. Namun, menjadikan perempuan berusia 70 tahun sebagai pusat cerita memberikan perspektif yang cukup menarik.

    Di sini, Rubik’s Cube juga terasa seperti simbol untuk "menyusun ulang" kehidupan Zhao. Bukan hanya soal bagaimana ia memecahkan kubus dengan enam warna tersebut, tetapi juga bagaimana ia perlahan menyusun kembali rasa percaya diri, keinginan, dan identitas dirinya setelah sekian lama hidup dalam rutinitas.

  4. Michelle Yeoh Jadi Kekuatan Terbesar Film

    Film It’s My Time
    thestar.com.my

    Tidak bisa dimungkiri, Michelle Yeoh adalah salah satu alasan utama mengapa It’s My Time terasa menarik untuk ditonton. Sebagai Zhao Yanhong, Yeoh berhasil membawa karakter yang keras kepala, jenaka, tetapi tetap punya sisi emosional yang kuat.

    Menariknya, Zhao tidak dibuat sebagai sosok nenek yang selalu lembut dan bijaksana. Ia justru punya sisi rebel dan terkadang menyebalkan, sehingga karakternya terasa lebih hidup. Yeoh juga mampu membuat sisi komedi dan emosional Zhao berjalan beriringan tanpa terasa terlalu dibuat-buat.

    Chemistry-nya dengan Liu Haoran pun menjadi salah satu bagian yang menyenangkan untuk diikuti. Hubungan Zhao dan Wu bukan sekadar hubungan guru dan murid, karena keduanya sama-sama mendapatkan sesuatu dari pertemuan tersebut. Zhao membantu Wu menemukan kembali arah hidupnya, sementara Wu menjadi orang yang membantu Zhao menyadari bahwa dirinya masih punya banyak hal yang ingin dicapai.

    Menariknya lagi, Yeoh tidak hanya tampil sebagai pemeran utama, tetapi juga menjadi executive producer film ini.

  5. Hangat dan Menghibur, tetapi Alurnya Masih Cukup Familiar

    Film It’s My Time
    thestar.com.my

    Kalau ada satu hal yang membuat It’s My Time belum terasa sepenuhnya istimewa, mungkin jawabannya ada pada alur cerita. Secara keseluruhan, film ini mengikuti formula film underdog yang cukup mudah ditebak, yaitu karakter diremehkan, mulai berlatih, menghadapi berbagai masalah, kemudian mendapatkan momen pembuktian.

    Formula tersebut sebenarnya bukan masalah besar karena film tetap berhasil menyajikannya dengan cukup menghibur. Beberapa adegan kompetisi juga mampu membangun ketegangan, meskipun penonton yang sudah terbiasa dengan film bertema perjuangan mungkin bisa menebak ke mana ceritanya akan berjalan.

    Hal ini juga membuat It’s My Time terasa lebih cocok sebagai film yang ingin memberikan pengalaman menonton hangat dan feel-good daripada film yang menawarkan plot penuh kejutan. Bahkan ketika ceritanya mulai masuk ke bagian emosional, fokus utama film tetap terasa pada hubungan antarkarakternya dan pesan tentang kesempatan kedua.

    Buat kamu yang sedang mencari tontonan ringan dengan pesan positif tentang usia, mimpi, dan keberanian untuk mencoba kembali, film ini bisa masuk daftar tontonan. Sebab, It’s My Time ingin mengingatkan bahwa kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru tidak selalu punya batas usia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More