Menggunakan aplikasi online dating dalam mencari teman baru atau pasangan memang wajar-wajar saja, apalagi sekarang sudah zamannya serba praktis dan apapun bisa dilakukan lewat internet. Tapi walau praktis, ternyata aplikasi online dating juga bisa menimbulkan masalah sendiri, terkait dengan menemukan teman baru yang memiliki kesamaan dengan kita, misalnya dengan agama.

Kalau di Indonesia, pengguna aplikasi online yang Muslim bisa dengan mudah menemukan teman baru dengan keyakinan yang sama. Hal tersebut karena Indonesia merupakan negara Muslim terbesar di dunia, di mana sekitar 75% penduduknya beragama Islam. Namun bagaimana dengan mereka yang tinggal di negara di mana jumlah penduduk yang memiliki keyakinan yang sama hanya 1% seperti di Amerika Serikat? Nggak hanya itu, mereka juga harus menghadapi orang-orang yang memiliki persepsi yang berbeda tentang Muslim. Melansir dari Mic, begini pengalaman para perempuan Muslim Amerika saat menggunakan aplikasi online dating.

Ini Tantangan Perempuan Muslim Amerika Saat Mencoba Kencan Online

Seorang perempuan Muslim berinisial AK dari Chicago memiliki akun di aplikasi online dating OKCupid. OKCupid sendiri memang bukan aplikasi online dating khusus Muslim sehingga kita bisa bertemu banyak orang dengan berbagai pandangan dan latar belakang. AK pun berbagi tentang pengalamannya saat menggunakan aplikasi tersebut.

“Aku nggak banyak bertemu Islamofobia kecuali jika aku menyatakan bahwa diriku Muslim karena aku berkulit putih dan nggak menggunakan hijab. Dalam profilku, aku menulis, ‘Mohon jangan kirimkan aku pesan jika kamu seorang Islamofobia, rasis, seksis, homofobia atau antisemitik.’” Namun AK sempat mendapat pesan nggak menyenangkan dari seseorang yang berusaha menjelek-jelekkan keyakinannya.

Ini Tantangan Perempuan Muslim Amerika Saat Mencoba Kencan Online

Perempuan bernama Carly Haufe (nama samaran) dari aplikasi online dating yang sama mengatakan bahwa dia biasa mengelompokkan pesan yang ia terima dalam 3 kategori. Pertama, yaitu pesan bernada negatif dan menjelek-jelekkan agamanya yang sengaja dikirimkan untuk memancing konflik. “Pesan sejenis ini biasanya bisa aku abaikan dengan mudah karena aku nggak terpancing dengan hal seperti itu. Itu terdengar bodoh.”

Setelah ada kejadian teror di Paris, Carly sudah menyiapkan diri untuk menerima banyak pesan negatif. Anehnya, dia nggak mendapat pesan negatif setelah tragedi tersebut. “Kutahu bahwa orang-orang mungkin nggak selalu melihat sisi religius di profilku. Mungkin mereka melewatinya. Dan tentunya, jika aku memperlihatkan bahwa aku adalah Muslim, aku yakin aku akan mendapat banyak pesan negatif,” tuturnya.

Ini Tantangan Perempuan Muslim Amerika Saat Mencoba Kencan Online

Carly juga menceritakan bahwa kategori pesan lainnya adalah dari mereka yang berusaha menyampaikan bahwa agama itu buruk. “Mereka adalah orang ‘atheis baru’ yang berusaha melakukan diskusi logika denganku tentang Islam, yang akhirnya menjadi mereka seolah-olah mengajariku bahwa semua agama itu buruk. Bahkan mereka bingung bagaimana aku bisa menjadi seorang feminis sekaligus Muslim.”

Untuk kelompok yang satu ini, Carly hanya bisa mengatakan kepada mereka bahwa mereka sama sekali nggak memahami apa fungsi dari aplikasi tersebut. Perempuan ini pun juga menyarankan kepada mereka untuk mencari orang lain untuk diajak mengobrol.

Ini Tantangan Perempuan Muslim Amerika Saat Mencoba Kencan Online

Kelompok terakhir yang sering ditemui Carly adalah pria-pria Muslim yang berkomentar tentang penampilan dan apa yang sebaiknya nggak dilakukan. “Mereka ingin memberitahuku bahwa aku sebaiknya nggak bertato, aku sebaiknya menggunakan hijab, memberitahu apapun yang sebaiknya nggak aku lakukan. Biasanya aku akan memberitahu mereka bahwa kami nggak memiliki banyak kesamaan.”

Ini Tantangan Perempuan Muslim Amerika Saat Mencoba Kencan Online

Kita tahu bahwa di luar sana ada aplikasi online dating yang dikhususkan untuk Muslim. Namun berdasarkan pengalaman Mediha Sandhu (nama samaran), faktanya baik aplikasi online dating yang umum maupun yang Muslim nggak jauh berbeda, terlebih kepada dirinya yang secara penampilan menunjukkan bahwa dirinya Muslim.

“Mereka menginginkan percakapan yang nggak layak atau berbagai gambar atau video seks, kemudian berusaha untuk ‘merusak kami yang berhijab’ karena mereka memandang ini adalah tantangan. Aplikasi khusus Muslim nggak ada bedanya dengan aplikasi yang lain, mereka merasa mereka ingin ‘merusakku’ dan ‘mengajariku’, tapi nggak tertarik untuk mengenal diriku. Kalau mereka ditolak, beberapa dari mereka malah marah,” tutur Mediha.

Setiap perempuan tentu menghadapi tantangan tersendiri saat menggunakan aplikasi online dating. Namun ketika identitas yang dimiliki dipandang sebagai hal berbeda, maka perempuan perlu pintar-pintar menjaga harga diri dan menyikapi sikap mereka.

Kalau kamu gimana Bela, ada nggak tantangan yang pernah kamu hadapi saat menggunakan aplikasi online dating?

BACA JUGA: 5 Aplikasi Kencan Online Ini Diciptakan Khusus untuk Muslim​