Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Keluarga Manohara Odelia, Putus Hubungan dengan Ibunya

Fakta Keluarga Manohara Odelia
instagram.com/manodelia
Intinya sih...
  • Manohara Odelia lahir dari keluarga blasteran Amerika-bangsawan Bugis, dengan ibu keturunan bangsawan Bugis dan ayah berkebangsaan Amerika Serikat.
  • Orang tua Manohara bercerai, sang ibu menikah lagi dengan laki-laki Prancis. Manohara juga pernah menikah secara tidak sah dengan Pangeran Kelantan Malaysia yang melakukan penyiksaan terhadapnya.
  • Meskipun ibunya membantu saat Manohara alami penyiksaan, kini mereka sudah putus kontak karena tekanan psikologis dan emosional yang dialami Manohara sejak remaja.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Manohara Odelia dikenal sebagai model dan artis Indonesia dengan masa lalunya yang penuh luka. Namun, artis 33 tahun itu kini sudah menata kembali hidupnya. Akhir-akhir ini, ia dikabarkan sedang menjalin hubungan dengan seorang YouTuber asal Denmark, Kristian Hansen. 

Dalam sebuah Instagram Story yang diunggah pada Jumat (9-1-2026) ini, ia mengonfirmasi kalau hubungan mereka telah berakhir karena masalah kejujuran dan transparansi. Kristian diketahui menjalin hubungan dengan perempuan lain yang membuatnya tidak bisa menoleransi hal tersebut.

Tak hanya hubungan asmaranya yang kandas, Manohara juga mengumumkan kalau dirinya telah putus hubungan dengan sang ibu, Daisy Fajarina. Ia mengaku telah memutus kontak dengan ibunya dan merasa kalau mereka tidak benar-benar dekat. 

Lantas, hal tersebut langsung membuat netizen terkejut karena tampaknya mereka merupakan ibu dan anak yang harmonis apalagi saat Manohara mendapat kekerasan oleh Tengku Fakhry. Berikut fakta keluarga Manohara yang ungkap telah putus kontak dengan ibunya.

1. Blasteran Amerika-bangsawan Bugis

Fakta Keluarga Manohara Odelia
Dok. Internet

Manohara Odelia Pinot lahir pada 28 Februari 1992. Ia dikenal sebagai model, artis, dan politikus Indonesia. Memiliki paras menawan, Manohara dikabarkan memiliki keturunan Bugis-Jawa dan Amerika Serikat. Ia merupakan putri dari pasangan, George Manz dan Daisy Fajarina. George berkebangsaan Amerika Serikat, sementara Daisy adalah keturunan bangsawan Bugis. 

2. Ibu dan ayahnya telah bercerai

Fakta Keluarga Manohara Odelia
instagram.com/manodelia

Sayangnya, hubungan orang tua Manohara tak berjalan dengan baik dan memilih untuk bercerai. Setelah perceraian tersebut, sang ibu menikah dengan seorang laki-laki berkebangsaan Prancis, Reiner Pinot Noack. Ia juga dikabarkan memiliki seorang saudari tiri yang berusia lebih tua bernama Dewi Sari Asih.

3. Tegaskan tidak pernah menikah secara sah

Fakta Keluarga Manohara Odelia
instagram.com/manodelia

Pada 26 Agustus 2008 lalu, Manohara dikabarkan pernah menikahi Pangeran Kelantan Malaysia bernama Tengku Fakhry. Saat itu usianya masih 16 tahun, sangat belia dan masih remaja. Dari kabar yang beredar, pernikahan itu berlangsung tanpa adanya wali nikah (saksi hukum) dan tidak ada surat resmi dari Kedutaan Besar Indonesia. Hanya ada beberapa foto pernikahan mereka yang beredar. 

Kala ‘pernikahan’ tersebut, ternyata Manohara mengalami banyak penyiksaan berat baik mental maupun fisik, hingga kekerasan seksual dari Tengku Fakhry. Setelah pergulatan panjang, akhirnya Manohara bisa lepas dari sang Pangeran Kelantan dan kembali ke Indonesia. 

Setelah hampir satu dekade berlalu, Manohara pun menjelaskan masa lalunya yang kelam itu dan meminta untuk tak memanggil dirinya sebagai mantan istri Pangeran Kelantan. Ia menegaskan bahwa pernikahan mereka tidak sah dan apa yang terjadi pada dirinya di usia remaja bukanlah hubungan romantis. 

Itu bukanlah hubungan atas dasar persetujuan, karena dirinya tidak pernah menginginkan, menyetujui, atau menjalani hubungan tersebut secara sukarela. Manohara juga mengungkap bahwa saat itu ia masih di bawah umur dan berada dalam situasi penuh paksaan, tanpa kebebasan dan tanpa kemampuan untuk memberikan persetujuan. 

Menurutnya, istilah “mantan istri” sangat bermasalah karena menyiratkan hubungan dewasa, sukarela, dan legal, sesuatu yang sama sekali tidak ia alami. Membingkai ulang situasi paksaan tersebut sebagai hubungan yang sah adalah sesuatu yang menurutnya sangat tidak adil bagi penyintas. Melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa (6-1-2026), Manohara menuliskan surat terbuka dan klarifikasi mengenai hubungannya di masa lalu tersebut.

“Ketika seseorang menjadi korban kekerasan seksual, kami tidak menyebutnya sebagai mantan pacar atau mantan kekasih pelaku. Kami tidak menggambarkan kekerasan seksual sebagai hubungan. Kami tidak mengubah kekerasan menjadi cerita yang disetujui.

Logika yang sama berlaku di sini. Saya berusia 15 tahun. Laki-laki yang terlibat berusia 30-an. Tidak ada kencan, tidak ada hubungan, dan tidak ada persetujuan. Apa yang terjadi adalah paksaan.

Menyebut korban sebagai “mantan pasangan” atau “mantan suami/istri” dari orang yang menyakiti mereka tidak membuat situasi menjadi lebih sopan atau secara budaya dapat diterima. Hal itu membuatnya tidak akurat. Lebih buruk lagi, hal itu mengalihkan fokus dari kekerasan ke anak.

Korban tidak membutuhkan gelar yang menyiratkan pilihan di mana sebenarnya tidak ada pilihan. Inilah mengapa bahasa penting.

Ketika kekerasan secara berulang-ulang digambarkan sebagai hubungan, hal itu mengajarkan masyarakat untuk melihat paksaan sebagai persetujuan, dan anak-anak sebagai peserta alih-alih korban. Pola pikir ini menyebabkan kerusakan nyata, tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi gadis-gadis lain yang menyaksikan bagaimana situasi-situasi ini dibahas.

Saya tidak meminta siapa pun untuk merasa kasihan pada saya. Saya meminta akurasi. Dan akurasi berarti tidak menggambarkan situasi paksa yang melibatkan anak sebagai hubungan dewasa yang sukarela. Itulah inti dari semuanya."

4. Ibunya sempat membantu Manohara saat alami penyiksaan

Fakta Keluarga Manohara Odelia
Dok. Internet

Saat Manohara mengalami kejadian traumatis di negeri tetangga, ibunya yang pertama kali mengungkap ke publik hal tersebut. Daisy Fajarina melaporkan Pangeran Kelantan itu atas tuduhan penculikan, karena ia tidak diperbolehkan untuk bertemu, bahkan berkomunikasi dengan anaknya. Ia juga mengungkap kekerasan yang dialami Manohara selama tinggal di Kelantan. Manohara akhirnya bisa pulang ke Indonesia bersama sang ibu pada 31 Mei 2009. 

5. Putus kontak dengan sang bunda

Fakta Keluarga Manohara Odelia
instagram.com/manodelia

Hubungan ibu dan anak ini pun dinilai sangat harmonis dan penuh kasih. Tapi, seiring berjalannya waktu, Manohara dan ibunya sudah jarang terlihat bersama. Hal ini bukan tanpa sebab. Dalam tanya jawab baru-baru ini di media sosial, aktivis hewan tersebut mengungkapkan bahwa dirinya sudah putus kontak dengan sang ibu. Itu adalah keputusan yang ia buat secara sadar untuk kebaikan dirinya. 

Manohara mengungkapkan bahwa kedekatan yang selama ini terlihat di hadapan publik hanyalah citra yang dibangun oleh ibunya. Di balik itu, ia mengaku mengalami tekanan psikologis dan emosional, bahkan kekerasan, sejak remaja. Keputusannya kali ini diambil demi menjaga kesehatan mental dan keluar dari hubungan yang menyakitkan.

“Catatan tambahan,  

Saya tidak kehilangan kontak, saya yang memutuskan kontak. Kami sebenarnya tidak pernah benar-benar dekat, meskipun mungkin terlihat seperti itu di depan umum. Mempertahankan kesan kedekatan sangat penting baginya, dan itu adalah sesuatu yang kami diharapkan lakukan untuk membuatnya terlihat baik. Citra itu berfungsi sebagai bentuk kontrol.  

Secara pribadi, saya tumbuh dengan kekerasan emosional dan psikologis jangka panjang, dan kadang-kadang kekerasan fisik. Saya berulang kali dimanipulasi dan dimanfaatkan. Sebagai remaja, saya dipaksa masuk ke situasi yang sayangnya terkenal dan berbahaya yang sebagian besar dari kalian tahu, bersama orang lain, demi keuntungan dirinya. Itu bukan sesuatu yang saya pilih atau setujui, dan hal itu menyebabkan kerusakan yang berkepanjangan.

Memutuskan kontak tidak datang dari satu kesadaran tiba-tiba. Itu terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Seiring saya tumbuh dewasa, lebih mandiri, dan kurang takut, kontrolnya atas saya berhenti bekerja. Akhirnya, saya tidak lagi takut padanya,” ungkap Manohara.

Lebih lanjut, Manohara juga menanggapi komen netizen yang menulis bahwa seburuk apa pun perlakuannya, ia merupakan ibunya. Bagi Manohara, definisi ibu adalah sosok yang melindungi, merawat, dan tidak mengeksploitasi anaknya atau membahayakan anaknya, bukan hanya melahirkannya saja.

“Sering kali saya mendapatkan respons seperti ini saat mencari bantuan di masa muda saya. Pola pikir ini sebagian menjadi alasan mengapa kekerasan dalam keluarga terus berlanjut... ia memprioritaskan ikatan biologis daripada pertanggungjawaban dan mengajarkan korban untuk diam.

Seorang ibu melindungi, merawat, bertindak demi kepentingan terbaik anak, tidak mengeksploitasi, memperdagangkan, atau membahayakan anak

Ketika seseorang secara berulang-ulang menyakiti anak mereka, menggunakan mereka untuk keuntungan pribadi, atau menempatkan mereka dalam bahaya, mereka melanggar definisi keibuan, bukan memenuhinya.

Mengatakan 'dia tetap ibumu' menyederhanakan keibuan menjadi rahim, bukan tanggung jawab,” tulis Manohara lagi.

Itulah fakta keluarga Manohara Odelia yang kini sedang ramai diperbincangkan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit
Follow Us

Latest in Relationship

See More

5 Zodiak yang Selalu Mengutamakan Diri Sendiri, Bukan Egois!

10 Jan 2026, 20:00 WIBRelationship