Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install
For
You

Daftar Soundtrack Film 'Semua Akan Baik-Baik Saja', Bikin Terhanyut!

Daftar Soundtrack Film 'Semua Akan Baik-Baik Saja', Bikin Terhanyut!
Instagram.com/tiger.wongentertainment
Intinya Sih
  • Film 'Semua Akan Baik-Baik Saja' karya Baim Wong menyoroti kisah keluarga tentang kehilangan, tanggung jawab, dan perjuangan hidup dengan sentuhan emosional yang dekat dengan realitas sehari-hari.
  • Deretan soundtrack dari Barsena Bestandhi, Aquene Djorghi, .Feast, hingga Ayu Ting Ting memperkuat emosi film melalui lagu-lagu yang menggambarkan kehilangan, harapan, serta dinamika kehidupan urban.
  • Kehadiran musik dalam setiap adegan membuat penonton lebih terhubung dengan perasaan karakter, menjadikan film ini pengalaman sinematik yang hangat sekaligus menyentuh hati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Film Semua Akan Baik-Baik Saja menjadi salah satu drama keluarga Indonesia yang paling menyentuh di tahun 2026. Disutradarai oleh Baim Wong, film ini mengangkat realitas kehidupan keluarga yang terasa dekat dengan keseharian banyak orang, yakni tentang kehilangan, tanggung jawab, dan perjuangan untuk tetap bertahan meski hidup terasa berat.

Dibintangi Reza Rahadian, Christine Hakim, hingga Raihaanun, film ini terasa semakin emosional berkat deretan soundtrack yang menyatu dengan cerita. Lagu-lagunya bukan hanya menjadi pelengkap adegan, tetapi juga seperti mewakili perasaan setiap karakter yang sedang berjuang dengan hidupnya masing-masing. Berikut daftar soundtrack film Semua Akan Baik-Baik Saja yang sukses bikin penonton ikut terhanyut.

1. “Seperti Laut kepada Langit” – Barsena Bestandhi

Lagu “Seperti Laut kepada Langit” menjadi salah satu soundtrack paling emosional di film ini. Meski dirilis lebih dulu pada 2024, lagu ini terasa sangat pas mengiringi berbagai adegan haru dalam film Semua Akan Baik-Baik Saja.

Makna lagunya sendiri berbicara tentang kehilangan mendalam seorang anak terhadap orang tuanya yang telah tiada. Lewat liriknya, lagu ini menggambarkan bahwa cinta dan kenangan terhadap seseorang akan tetap tinggal, meski jarak sudah tak lagi bisa dijangkau.

Nuansa sendu dari vokal Barsena Bestandhi membuat lagu ini terasa begitu hangat sekaligus menyakitkan, seperti rasa rindu yang diam-diam masih dipeluk.

2. “Semua Akan Baik-Baik Saja” – Aquene Djorghi

Tak hanya menjadi salah satu pemain film, Aquene Djorghi juga mengisi soundtrack lewat lagu berjudul sama dengan filmnya, “Semua Akan Baik-Baik Saja”.

Lagu ini membawa nuansa mellow yang lembut dan emosional. Maknanya bercerita tentang seorang anak yang merindukan ibunya yang telah pergi, namun berusaha meyakinkan diri bahwa hidup akan tetap berjalan dan semuanya akan baik-baik saja.

Liriknya terasa sangat personal dan relatable, terutama bagi mereka yang pernah kehilangan sosok paling penting dalam hidup.

3. “Dalam Hitungan” – .Feast

Berbeda dari soundtrack lainnya yang cenderung mellow, “Dalam Hitungan” dari .Feast menghadirkan energi alternative rock yang lebih intens.

Lagu ini digunakan sebagai opening film dan langsung membawa penonton masuk ke dalam suasana kehidupan rusun yang hectic dan penuh tekanan. Dengan lirik yang kritis dan penuh sindiran sosial, “Dalam Hitungan” terasa menggambarkan kerasnya hidup modern yang semuanya serba diukur dan dinilai.

Kehadiran lagu ini membuat warna film terasa lebih realistis dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat urban.

4. “Minyak Wangi” – Ayu Ting Ting

Salah satu soundtrack yang cukup mencuri perhatian datang dari lagu “Minyak Wangi” milik Ayu Ting Ting. Lagu ini muncul dalam salah satu adegan yang memorable, ketika karakter Ibu Wida yang diperankan Christine Hakim mengunjungi tempat tinggal putrinya, Bintang, yang diperankan Raihaanun.

Adegan tersebut mengambil latar sebuah perkampungan yang dipenuhi para biduan, dan lagu “Minyak Wangi” hadir memperkuat suasana khas lingkungan tersebut. Meski terdengar ringan dan familiar, kehadiran lagu ini justru memberi warna yang kontras di tengah cerita film yang emosional.

Penggunaan lagu “Minyak Wangi” terasa unik karena memperlihatkan realitas kehidupan masyarakat dengan cara yang lebih membumi dan apa adanya. Di balik suasana ramai dan musik yang terdengar menghibur, tetap ada rasa haru dan perjuangan hidup yang dirasakan para karakternya.

Lewat deretan soundtrack ini, Semua Akan Baik-Baik Saja berhasil menghadirkan pengalaman menonton yang terasa lebih emosional dan dekat dengan kehidupan nyata. Setiap lagunya seperti menjadi suara hati para karakter, tentang kehilangan, kerinduan, perjuangan, hingga harapan kecil bahwa semuanya, pada akhirnya, memang akan baik-baik saja.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit
Follow Us

Related Articles

See More