Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Cerita Retno Marsudi hingga Nikita Willy, Belajar Kuat dari Rasa Ragu

Cerita Retno Marsudi hingga Nikita Willy, Belajar Kuat dari Rasa Ragu
Dok. Paragon
Intinya Sih
  • ParagonCorp menggelar diskusi 'Her Strength, Her Light' di Wisma Habibie & Ainun, menghadirkan lima perempuan inspiratif yang berbagi kisah tentang keraguan dan proses menemukan kekuatan diri.
  • Data ParagonCorp menunjukkan 83% perempuan ingin berkembang namun hanya 30% yang percaya diri; para narasumber menegaskan bahwa rasa ragu justru bisa menjadi ruang untuk bertumbuh.
  • ParagonCorp meluncurkan inisiatif Women’s Space sejak 2023 sebagai ruang aman bagi perempuan untuk belajar dan memimpin, telah menjangkau lebih dari 10.000 peserta di berbagai kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Momen Hari Kartini selalu jadi pengingat bahwa perjalanan perempuan tak pernah sederhana. Di balik pencapaian, sering kali ada fase ragu, merasa belum cukup, hingga mempertanyakan diri sendiri. Tapi justru dari titik itulah banyak perempuan menemukan kekuatannya.

Hal ini yang diangkat oleh ParagonCorp lewat sesi diskusi bertajuk “Her Strength, Her Light: A Journey through Doubt, Growth, and Becoming”. Bertempat di Wisma Habibie & Ainun, acara ini menghadirkan lima perempuan inspiratif dari latar belakang berbeda, mulai dari atlet hingga diplomat yang berbagi cerita tentang perjalanan, keraguan, dan proses menjadi versi terbaik diri mereka.

Table of Content

Perjalanan Perempuan: Antara Ragu dan Bertumbuh

Perjalanan Perempuan: Antara Ragu dan Bertumbuh

Susy Susanti, Retno Marsudi, Marissa Anita, dr. Sari Chairunnisa, Nikita Willy, Nadia Habibie
Dok. Paragon

Diskusi yang dipandu oleh Marissa Anita ini menghadirkan sosok-sosok inspiratif seperti Retno Marsudi, Susy Susanti, Nikita Willy, Nadia Habibie, dan dr. Sari Chairunnisa.

Mengangkat tema tentang “menemukan kekuatan di balik rasa belum cukup”, diskusi ini terasa sangat relate dengan banyak perempuan masa kini. Pasalnya, keinginan untuk berkembang sering kali nggak sejalan dengan rasa percaya diri.

Menurut dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp, hal ini juga didukung oleh data. “Sebanyak 83% perempuan ingin berkembang, tapi hanya sekitar 30% yang merasa cukup percaya diri untuk melangkah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa rasa ragu bukan sesuatu yang harus dihindari. “Sering kali perempuan terlihat tenang dan mampu, tapi di dalamnya tetap ada pertanyaan: 'apakah saya sudah cukup?' Saya juga pernah berada di titik itu. Tapi saya belajar, keraguan justru bisa jadi ruang untuk bertumbuh.”

Kekuatan yang Datang dari Dalam Diri

Susy Susanti, Retno Marsudi, Marissa Anita, dr. Sari Chairunnisa, Nikita Willy, Nadia Habibie
Dok. Paragon

Cerita dari para narasumber pun memperlihatkan bahwa keraguan adalah bagian dari perjalanan.

Retno Marsudi mengaku pertanyaan seperti “saya sudah cukup belum?” justru jadi bahan bakar untuk terus berkembang. Sementara Susy Susanti menyoroti pentingnya ketangguhan, terutama saat berada di lingkungan yang didominasi laki-laki.

Di sisi lain, Nikita Willy berbagi perspektif tentang hidup di ruang publik yang penuh ekspektasi. Ia menekankan pentingnya tetap jujur pada diri sendiri di setiap fase kehidupan.

Melengkapi itu, Nadia Habibie mengingatkan bahwa privilege juga datang dengan tanggung jawab. Bukan hanya soal kesempatan, tapi bagaimana kita bisa memberi dampak untuk sekitar.

Pentingnya Support System dalam Perjalanan Perempuan

Susy Susanti, Retno Marsudi, Marissa Anita, dr. Sari Chairunnisa, Nikita Willy, Nadia Habibie
Dok. Paragon

Satu benang merah yang terasa kuat dari diskusi ini adalah tak ada perempuan yang benar-benar berjalan sendirian.

Terinspirasi dari kisah B. J. Habibie dan Hasri Ainun Besari, acara ini juga menyoroti pentingnya relasi dan dukungan dalam proses bertumbuh. Karena pada akhirnya, setiap perempuan butuh circle yang bisa saling menguatkan.

Namun sayangnya, nggak semua perempuan punya akses ke ruang yang aman untuk berkembang.

Women’s Space: Ruang Aman untuk Tumbuh dan Memimpin

Susy Susanti, Retno Marsudi, Marissa Anita, dr. Sari Chairunnisa, Nikita Willy, Nadia Habibie
Dok. Paragon

Melihat kebutuhan tersebut, ParagonCorp menghadirkan Women’s Space, sebuah inisiatif yang dirancang sebagai ruang aman bagi perempuan untuk belajar, bertumbuh, dan saling mendukung.

Sejak diluncurkan pada 2023, program ini sudah menjangkau lebih dari 10.000 perempuan di berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, hingga Makassar. Lebih dari 1.000 di antaranya kini aktif dalam komunitas.

Nggak berhenti di situ, Women’s Space kini juga menghadirkan program mentorship untuk memperkuat dampaknya. Dengan empat pilar kepemimpinan, yakni Leading Self, Leading Systems, Leading Enterprise, dan Leading Narratives, program ini bertujuan mencetak perempuan pemimpin yang nggak hanya berkembang secara individu, tapi juga mampu membawa perubahan.

Karena pada akhirnya, saat satu perempuan bertumbuh, dampaknya nggak cuma berhenti di dirinya sendiri. Tapi juga menjangkau keluarga, komunitas, bahkan generasi berikutnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit
Follow Us

Latest in Relationship

See More