9 Film tentang Perempuan yang Cocok Ditonton saat Hari Kartini

- Artikel ini merekomendasikan sembilan film bertema perempuan dan kesetaraan gender yang cocok ditonton untuk merayakan Hari Kartini, mulai dari kisah nyata hingga adaptasi fiksi inspiratif.
- Film-film seperti Kartini, Sokola Rimba, dan Yuni menyoroti perjuangan perempuan Indonesia dalam menghadapi ketidakadilan sosial, budaya patriarki, serta keterbatasan akses pendidikan.
- Kisah tokoh-tokoh seperti Susi Susanti, Merry Riana, hingga Jeng Yah di Gadis Kretek menggambarkan semangat pantang menyerah dan kontribusi besar perempuan bagi bangsa.
Setiap tanggal 21 April, seluruh masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini. Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk merayakan Hari Kartini 2026, salah satunya dengan menonton film bertema perempuan, perjuangan, maupun kesetaraan gender yang bisa menginspirasi kamu.
Kira-kira, apa saja film tentang perempuan yang cocok ditonton saat Hari Kartini? Berikut 9 rekomendasi film tentang emansipasi dan kesetaraan gender yang diperjuangkan oleh R.A. Kartini. Jangan lupa masukkan watchlist-mu, ya.
Table of Content
1. Kartini (2017)
Tak lengkap rasanya melewati Hari Kartini tanpa menonton film Kartini. Rilis pada tahun 2017, film tersebut menceritakan kisah pahlawan perempuan Indonesia bernama Kartini. Pada masa penjajahan Belanda, perempuan tidak diperbolehkan mengenyam pendidikan tinggi.
Kartini pun tumbuh untuk memperjuangkan kesetaraan bagi perempuan. Film Kartini ini bukan hanya sekadar biografi, tetapi juga penegasan tentang perjuangan perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan kebebasan berekspresi sudah ada sejak lebih dari satu abad yang lalu.
2. Sokola Rimba (2013)
Film tentang perempuan yang cocok ditonton saat Hari Kartini selanjutnya yaitu Sokola Rimba. Film ini terinspirasi dari kisah nyata Saur Marlina Manurung atau yang akrab disapa Butet Manurung sebagai penggagas Sokola Rimba. Sokola Rimba adalah sekolah rintisan bagi anak-anak Orang Rimba atau Suku Kubu di pedalaman hutan Jambi.
Lewat film tersebut, kamu akan diajak mengikuti perjalanan Butet Manurung dari antropolog, pendidik, hingga aktivis saat bekerja dengan masyarakat adat Orang Rimba. Meskipun dihadang beragam rintangan, Butet tetap teguh memperjuangkan impiannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
3. Yuni (2017)
Disutradarai oleh Kamila Andini, Yuni menjadi representasi dari perempuan muda Indonesia yang dilanda kebimbangan antara mimpi dan tekanan budaya. Film ini menceritakan Yuni, seorang siswi SMA cerdas yang punya impian melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, cita-citanya terancam saat muncul desakan untuk menikah muda dari berbagai arah.
Dari film Yuni, kamu bisa melihat bagaimana tekanan sosial, mitos budaya, dan patriarki masih bisa menghambat potensi perempuan. Sosok Yuni tak hanya menyuarakan kaum perempuan hari ini, tetapi juga menjadi refleksi bagi siapa saja yang pernah terkekang oleh harapan orang lain.
4. Perempuan Berkalung Sorban (2009)
Perempuan Berkalung Sorban mengisahkan perjuangan Annisa, seorang perempuan yang tumbuh di lingkungan keluarga kyai di pesantren. Sejak kecil, ia kerap menghadapi persetujuan yang tidak adil. Sementara protesnya dianggap sebagai rengekan anak kecil.
Disutradarai Hanung Bramantyo, film tersebut menampilkan sosok perempuan tangguh yang berjuang melawan ketidakadilan dalam keluarga konservatifnya. Meski sempat menuai kontroversi, Perempuan Berkalung Sorban tetap menyampaikan pesan inspiratif tentang kekuatan dan keberanian perempuan.
5. Mulan (2020)
Film Mulan besutan Disney hadir sebagai adaptasi live action dari versi animasinya. Diperankan oleh Liu Yifei, alur cerita pada film ini mengikuti Mulan yang menyadari adanya perlakuan berbeda terhadap perempuan. Meskipun lahir sebagai perempuan, Mulan ingin membantu menanggung beban sang ayah dalam peperangan.
Demi membantu ayahnya dalam perang, ia menyamar sebagai laki-laki dan membuktikan bahwa kemampuannya tak kalah dari laki-laki sejati. Melihat jalan ceritanya, tak heran jika Mulan bisa dijadikan sebagai film tentang perempuan yang cocok ditonton saat Hari Kartini.
6. Mona Lisa Smile (2003)
Mona Lisa Smile adalah film drama Amerika yang dibintangi Julia Roberts bersama Kirsten Dunst dan Julia Stiles. Judul film tersebut terinspirasi dari lukisan ikonik karya Leonardo da Vinci. Bahkan, Mona Lisa Smile juga sempat meraih sejumlah penghargaan pada masanya, lho.
Ceritanya berfokus pada seorang dosen perempuan yang memperjuangkan kesetaraan gender. Ia mengajak dan menginspirasi para mahasiswanya untuk mengevalusi budaya yang melekat pada saat itu. Selain itu, ia ingin para perempuan berani mengejar impian di tengah tuntutan budaya yang membatasi mereka.
7. Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014)
Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar mengangkat kisah nyata seorang perempuan Indonesia yang berjuang meraih mimpi besar di tengah keterbatasan. Diperankan oleh Chelsea Islan, film ini membawa kisah perjalanan Merry saat harus meninggalkan Indonesia akibat krisis 1998 dan memulai hidup baru di Singapura dengan kondisi serba sulit.
Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar sarat akan semangat pantang menyerah, keberanian mengambil risiko, dan keyakinan bahwa perempuan bisa sukses dengan caranya sendiri. Perjalanan Merry dalam film tersebut tentunya menginspirasi generasi muda, terutama kaum perempuan untuk berani bermimpi besar sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat Kartini akan terus hidup.
8. Susi Susanti: Love All (2019)
Sesuai dengan judulnya, Susi Susanti: Love All memberikan kisah perjalanan hidup Susi Susanti, atlet bulu tangkis Indonesia yang berhasil meraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992. Berbekal tekad kuat dan kecintaan pada Tanah Air, ia menunjukkan bahwa menjadi pahlawan bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pengorbanan untuk negara.
Film ini diharapkan mampu menginspirasi para penonton melalui perjuangan Susi dalam mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Di sisi lain, Susi Susanti: Love All juga memberikan gambaran bahwa tidak ada batasan gender untuk meraih impian. Perempuan pun bisa membawa dampak besar bagi bangsa.
9. Gadis Kretek (2023)
Gadis Kretek memadukan kisah cinta, sejarah, dan perjuangan perempuan yang diangkat dari novel karya Ratih Kumala. Berlatar industri kretek di masa lalu, cerita mengikuti Jeng Yah, sosok perempuan cerdas dan tangguh yang berperan besar di dunia bisnis kretek, di mana bisnis tersebut biasanya identik dengan laki-laki.
Melalui film ini, kamu bisa melihat bagaimana perjuangan perempuan dalam melawan diskriminasi dengan menampilkan tokoh perempuan yang berani melawan sistem patriarki di industri kretek. Bahkan, dalam kehidupan sosial mereka sekaligus.
Demikian sembilan film tentang perempuan yang cocok ditonton saat Hari Kartini. Film mana yang kira-kira ingin kamu tonton, Bela?
FAQ film tentang perempuan yang cocok ditonton saat Hari Kartini
| Film apa yang paling cocok ditonton saat Hari Kartini? | Film Kartini (2017) sering dipilih karena mengangkat kisah R.A. Kartini dan perjuangannya dalam memperjuangkan pendidikan kaum perempuan. |
| Apa ada film Indonesia selain Kartini yang bertema perjuangan perempuan? | Ada, seperti Perempuan Berkalung Sorban, Yuni, dan Sokola Rimba. |
| Apa pesan yang ingin disampaikan dari film-film bertema perempuan ini? | Pentingnya kesetaraan gender, keberanian melawan ketidakadilan, dan kebebasan perempuan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. |









![2026 MONSTA X WORLD TOUR [THE X: NEXUS] IN JAKARTA: A Night That Was Truly "Burning Up"!](https://image.popbela.com/post/20260419/upload_68d4cf6b21c65e398ccea0a17b3a8d9e_c15d7772-2aee-444f-9b92-27956e93f271.jpg)








