Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Puisi Curahan Hati Istri yang Diselingkuhi, Bisa Diunggah ke Medsos!

Puisi Curahan Hati Istri yang Diselingkuhi, Bisa Diunggah ke Medsos!
Unsplash.com/Debby Hudson

Tidak ada orang yang mau diselingkuhi, apalagi seorang istri yang diselingkuhi suaminya. Jika ini terjadi padamu, pasti rasanya sangat menyakitkan dan bisa membuatmu merasa sedih berkepanjangan.

Salah satu cara untuk mengeluarkan perasaan sedih, kesal, marah, dan berbagai perasaan campur aduk lainnya adalah dengan membuat atau membaca puisi berisi curahan hati istri yang diselingkuhi.

Jika kamu ingin mengunggah puisi seperti ini, tetapi tidak bisa membuatnya sendiri, ini adalah beberapa contoh puisi curahan hati istri yang diselingkuhi.

  1. 1. “Selingkuh Jiwa”

    pexels.com/pixabay
    pexels.com/pixabay

    Masih sering kuingat kalimat darimu
    Menyuburkan padang tandus belantara
    Setelah usai kau merumputi kota
    Membawa sisa letih bercampur noda
    Menumpahkannya di pangkuanku

    Dengan hati jernih kupunguti ratapanmu
    Kutata dengan sabar jadi mozaik
    Satu persatu kubasuhi kasih sayang
    Tanpa pernah ku mencuriga
    Kau taburkan racun sianida

    Belum begitu lama jarak terbentang
    Sejak kau pelintir kalimat di ujung dusta
    Menempatkanku layaknya boneka
    Padahal kau menari-nari tepat di pelupuk mata
    Sejujurnya saat itu aku terjerembab tak berdaya

    Kutulis sajak ini mewakili seribu luka
    Entah kenapa begitu sulit melunturkan cahaya
    Barang kali inilah karma atas selingkuh jiwa

  2. 2. “Kau yang Mendua”

    freepik.com/stefamerpik
    freepik.com/stefamerpik

    Hatiku terluka
    Rasa sakit ini begitu dalam
    Suamiku yang kucintai
    Telah membuatku terhina

    Bertahun-tahun kumiliki rasa percaya
    Namun kau telah menghancurkannya
    Tanpa ragu dan tak berperikemanusiaan
    Kau telah membuatku merasakan kesepian

    Sekarang, kau harus menanggung
    Akibat dari dosa yang kau lakukan
    Meninggalkan aku sendirian
    Dengan luka yang tak kunjung sembuh
    Kini aku merasa seperti orang yang terbuang
    Merasakan perihnya sebuah pengkhianatan

    Aku merasa sendiri
    Terasingkan dari dunia yang dulu kukenal
    Rasa sakit ini tak kunjung mereda
    Bahkan setelah semua air mata telah kering
    Hatiku masih terluka dan rasa sakit tak bisa dihindari

    Kau telah merusak kepercayaanku pada cinta
    Kau telah membuatku merasa seperti tak berguna
    Membuatku meragukan semua yang pernah kupercayai

    Mungkin aku takkan pernah bisa melupakan
    Tapi aku harus memilih untuk memaafkanmu
    Karena aku tahu bahwa rasa sakit dan kesedihan
    Takkan pernah bisa membawa kebahagiaan yang sejati

    Suamiku yang selingkuh…
    Kau telah merusak segalanya
    Namun aku masih tetap berdiri tegak
    Karena aku tahu
    Bahwa cinta sejati
    Tak pernah menyerah

    Dan aku akan menemukan
    Kebahagiaan lagi di suatu hari nanti.

  3. 3. “Cinta yang Pergi”

    pexels.com/lil artsy
    pexels.com/lil artsy

    Melangkah jauh dalam setiap kenangan
    Terbenam dalam lautan kesedihan
    Kasih yang pergi takkan mungkin kembali
    Hilang terbawa, hampa, tak bertepi

    Derita semakin terasa
    Keluhan jiwa terus membara
    Tersiksa oleh luka perasaan
    Di atas pengkhianatan cinta di depan mata

    Pergi menjauh, teruka oleh cinta
    Bingung tentukan arah dan tujuan
    Hanya kesendirian yang setia menemani

    Terbang dalam lamunan
    Anganku terbang melayang
    Mengenang sebuah pengkhianatan
    Di atas janji-janji manis kelembutan

  4. 4. “Selingkuh”

    pexels.com/Anete Lusina
    pexels.com/Anete Lusina

    Hujan turun menggandeng sinar matahari
    Tanpa selimut awan menembus yang menaungi
    Selayak kuntum bunga yang aku pegangi
    Telah jatuh tanpa ada yang memandangi

    Seharian aku menunggu di ufuk senja
    Namun sial akhirnya kau tak datang jua
    Berharap membawa sebongkah semangka
    Yang biasanya kita makan berdua.

    Barangkali kau berada di kaki perjalanan
    Menuju rute lurus berbelok ke perumahan
    Rumah di mana aku menghabiskan cemilan
    Yang belum habis selama sepekan.

    Sering kali ku bolak-balik pergelangan tangan
    Berharap waktu menggandengmu ke halaman
    Tapi ternyata kau masih bertiarap tanpa beban
    Mendengkuri seseorang yang tak pernah kupikirkan.

    Akhirnya malam mengelus kening dagu
    Menasihati hati kecilku yang menunggu
    Memeluk angin semalaman tanpa syal ungu
    Menggigil di sudut tembok berwajah kelabu.

    Kudapati bulan merobek suratku
    Tatkala bintang mencaci maki langit biru
    Memandangi kamarku yang mendadak bisu
    Selayak nyawaku tercabut tanpa kehadiranmu.

  5. 5. “Cintaku Tiga”

    freepik.com/freepik
    freepik.com/freepik

    Cintaku tiga, secara kanak-kanak
    Menghitung jari
    Kusebut satu per satu kini

    Yang pertama serius dan dalam hatinya
    Tidak terduga
    Bertahun-tahun ku jadi idaman
    Mesraku membuat pandangnya sayu mungkin
    Ia merasa iba padaku
    Ingin aku membenam diri, melebur
    Dalam mesra rayu, iba, dan sayu
    Pandangnya yang begitu sepi, tapi
    Ia paling mudah untuk dikelabui

    Yang lain, berfilsafat ringan dan kesabaran
    Tak pernah kulepas ia dari pandangan
    Petuah orang, lidah tidak bertulang
    Tak kupedulilkan karena ia
    Kata-katanya tepat untuk setiap peristiwa
    Sesudah akhirnya mengecap bibirnya
    Ia tinggalkan aku dan sesudah itu?
    Ah, biasa saja, tak ada sesuatu terjadi
    Memang ia tidak begitu peduli

    Perlu kusebut yang ketiga, bukannya
    Lebih baik dirahasiakan saja, karena
    Ia datang hanya malam hari, engsel pintu pun
    Telah diminyaki
    Suaranya tegang, berat, menghela
    Ke surga tirai-ranjang
    Pandang pesona tajam memaksa, akhirnya
    Menghitung hari setiap bulan

    Meskipun itu urusan nanti
    Ketiga cinta yang aku miliki
    Kapan kujumpai pada satu orang?

  6. 6. “Suamiku, Mengapa Selingkuh?”

    Pexels.com/Cottonbro Studio
    Pexels.com/Cottonbro Studio

    Suamiku yang selingkuh
    Seperti duri di dalam hati
    Menyayat perasaan
    Membuat jiwa terluka
    Cinta yang dulu indah
    Kini tercabik-cabik parah
    Tercabik pengkhianatan yang pahit

    Seperti serigala pemangsa kambing
    Mengoyak hati…
    Merusak segala yang indah
    Cinta yang dulu tulus dan suci
    Kini hancur berkeping-keping

    Perbuatan yang hina
    Dan tak termaafkan
    Setiap hari ku bertanya
    Mengapa kau melakukannya
    Apa yang salah dariku
    Apa yang tak kumiliki
    Namun tak ada jawaban
    Tak ada jua penjelasan

    Cinta yang dulu begitu kuat
    Kini tercabik-cabik oleh kebohongan
    Kau adalah sihir
    Yang kini berubah menjadi kutukan
    Mengubah kehidupanku yang dulu bahagia
    Menjadi hampa dan penuh duka
    Oleh pengkhianatan yang tak termaafkan

    Kau ibarat guntur yang menggelegar
    Menghancurkan hati
    Dan segala yang kusayangi
    Cinta yang dulu tulus dan suci, kini hancur
    Oleh perbuatan yang tak termaafkan

    Suami yang selingkuh
    Engkau adalah lebah yang merusak madu
    Menghancurkan keindahan
    Mencemari kebahagiaan yang kujalani
    Cinta yang dulu begitu indah dan tulus
    Kini tercabik-cabik oleh perbuatan
    Yang kejam dan tak termaafkan

  7. 7. “Sia-Sia”

    Freepik.com/Freepik
    Freepik.com/Freepik

    Pupus
    Saat ku berdua denganmu
    Bahagia rasa hatiku
    Bersamamu aku hidup
    Cinta mulai redup

    Jangan kau sia-siakan diriku
    Jangan kau palingkan mukamu
    Namun semua itu
    Kini telah berlalu
    Kau selingkuh di depan mataku
    Sakit-sakit terasa di hati
    Sembilu asmara kau torehkan

    Sia-sia kusirami bunga
    Layu sebelum berkembang
    Sia-sia semua kenangan itu
    Tiada lagi nyanyian syahdu
    Mengiringi tidurmu

    Itulah beberapa puisi berisi curahan hati istri yang diselingkuhi, yang bisa kamu baca atau tulis ulang untuk diposting di media sosial. Semoga bisa mewakili isi hati dan mengeluarkan uneg-uneg ya, Bela.

Related Articles

See More
7 Puisi Curahan Hati Istri yang Diselingkuhi