Bukan Lemah, Ini Alasan Pengasuhan Anak Justru Menguatkan Keluarga

- Pengasuhan anak memengaruhi karier orang tua
- Childcare sebagai investasi jangka panjang dengan dampak lintas generasi
- Dampak nyata di kehidupan keluarga bekerja dan memberdayakan perempuan
Selama ini, pengasuhan anak sering diposisikan sebagai urusan domestik, sesuatu yang harus diselesaikan sendiri oleh keluarga. Padahal, di balik satu keputusan menitipkan anak, tersimpan konsekuensi besar yang merambat ke banyak aspek kehidupan, mulai dari ketenangan mental orang tua, keberlanjutan karier, sampai produktivitas kerja sehari-hari.
Di sinilah pengasuhan anak mulai terasa bukan sekadar soal keluarga, tapi juga soal relasi sosial yang lebih luas. MainStory melihat pengasuhan anak sebagai bagian dari infrastruktur sosial, fondasi yang menopang masa depan anak sekaligus memungkinkan orang tua, terutama ibu, tetap bisa menjalani perannya secara utuh, baik di rumah maupun di dunia kerja.
1. Pengasuhan anak dan dampaknya bagi karier orang tua

Bagi banyak ibu, keputusan untuk kembali bekerja sering kali berbenturan dengan satu pertanyaan besar: siapa yang mengasuh anak dengan aman dan tepat? Ketika kebutuhan ini terpenuhi, efeknya tidak hanya dirasakan di rumah, tapi juga di kantor.
“Ketika seorang ibu bisa tetap bekerja karena anaknya mendapatkan pengasuhan yang aman dan berkualitas, dampaknya tidak berhenti di keluarga itu saja. Dampaknya menjalar ke produktivitas perusahaan dan ekonomi nasional,” ujar Antoni Lewa, CEO MainStory.
Pengasuhan anak yang berkualitas membuka ruang bagi orang tua untuk bekerja dengan lebih fokus, tanpa rasa cemas berlebih. Di sisi lain, anak tetap mendapatkan stimulasi tumbuh kembang yang dibutuhkan. Sebuah win-win solution yang sering kali terlewatkan dalam diskusi soal karier dan keluarga.
2. Childcare sebagai investasi jangka panjang

Lebih dari sekadar layanan, pengasuhan anak memiliki dampak lintas generasi. Berbagai riset menunjukkan bahwa investasi pada childcare berkualitas dapat memberikan return hingga 7–10 kali lipat, sekaligus membantu menyetarakan peluang ekonomi anak di masa depan.
Dalam konteks Indonesia, akses pengasuhan anak yang terjangkau dan aman berpotensi meningkatkan partisipasi kerja perempuan dari 53% menjadi 58%. Angka ini diperkirakan dapat berkontribusi hingga USD 62 miliar terhadap PDB per tahun. Sebuah bukti bahwa pengasuhan anak bukan isu kecil, melainkan fondasi penting bagi daya saing bangsa.
3. Dampak nyata di kehidupan keluarga bekerja

Sejak berdiri pada 2022, MainStory telah mengoperasikan lebih dari 30 unit daycare dan homecare di lima kota, melayani lebih dari 7.000 keluarga hingga Januari 2026. Mayoritas penggunanya adalah ibu bekerja yang sebelumnya belum pernah menggunakan layanan pengasuhan anak.
Survei internal menunjukkan dampak nyata dari satu keputusan pengasuhan, di mana 68% orang tua merasa lebih fokus bekerja, 54,7% (mayoritas ibu) dapat kembali bekerja atau batal mengundurkan diri, dan 48% menghemat waktu hingga 7–12 jam per hari. Bagi banyak keluarga, ini bukan sekadar efisiensi waktu, tapi juga ruang untuk bernapas dan hadir lebih utuh dalam relasi keluarga.
“Angka-angka ini bukan sekadar pertumbuhan bisnis. Ini mencerminkan kebutuhan riil keluarga bekerja hari ini dan kepercayaan yang mereka titipkan kepada kami,” kata Antoni.
4. Memberdayakan perempuan, dari rumah hingga dunia kerja

Komitmen MainStory terhadap perempuan tidak hanya terlihat dari penggunanya, tetapi juga dari ekosistem yang dibangun. Sebanyak 73% karyawan kantor pusat adalah perempuan, 89% manajer perempuan, dan 64% mitra pemilik daycare juga perempuan.
“Kami tidak hanya ingin membantu orang tua bekerja. Kami juga membangun ekosistem kerja yang adil dan berkelanjutan bagi para pengasuh dan mitra perempuan,” ujar Antoni. Hingga kini, lebih dari 2.000 perempuan telah terberdayakan melalui peluang kerja yang lebih stabil dan berkelanjutan.
5. Menjawab kebutuhan emosional orang tua bekerja

Bagi orang tua, menitipkan anak bukan sekadar soal logistik, tapi juga soal rasa aman dan kepercayaan. MainStory menjawab kebutuhan ini lewat sistem pemantauan CCTV real-time, laporan harian, kurikulum stimulasi, serta pengelolaan pengasuh yang terintegrasi untuk mengurangi kelelahan emosional akibat sering berganti pengasuh.
Memasuki 2026, MainStory terus memperluas perannya sebagai platform parenting dengan mengintegrasikan layanan offline dan online, memperluas akses daycare dan homecare berkualitas, serta berinvestasi pada pelatihan pengasuh berbasis teknologi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga, di mana pun mereka berada, memiliki akses pada pengasuhan yang aman, terjangkau, dan bermutu,” tutup Antoni.
6. Meminta bantuan adalah bentuk cinta

Pada akhirnya, memilih bantuan pengasuhan anak bukan tanda kegagalan, melainkan bentuk kesadaran. Pengasuhan anak adalah self-care, family-care, dan future-care. Sebuah keputusan berani untuk menjaga relasi keluarga tetap sehat, karier tetap berjalan, dan masa depan anak tetap terlindungi.


















