Kevin Julio dan Meriam Bellina Ungkap Tips Jaga Hubungan Ibu dan Anak

- Boundaries tercipta dari komunikasi yang terbuka, penting untuk menjaga hubungan orang tua dan anak.
- Saling pengertian dan memberi waktu pribadi diperlukan untuk menjaga hubungan harmonis dalam keluarga.
- Menjadi sahabat satu sama lain, kebebasan yang bertanggung jawab, dan bertanya kabar dari topik ringan adalah kunci penting dalam menjaga hubungan sehat antara orang tua dan anak.
Hubungan orang tua dengan anak sering kali penuh dengan dinamika dan kompleks, tapi juga bermakna. Ini mungkin dipenuhi oleh cinta, harapan, dan juga luka yang tak selalu terucap. Perbedaan pendapat antara anak dan orang tua adalah hal yang hampir tak terelakkan. Termasuk bagaimana gaya komunikasi dan bahasa cinta yang berbeda kerap membuat salah paham.
Cerita haru sekaligus penuh pelajaran tentang orang tua dan anak ini digambarkan dalam film terbaru yang dibintangi oleh Kevin Julio dan Meriam Bellina yang berjudul Titip Bunda di Surgamu. Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Popbela pada Selasa (27-1-2026) kemarin di IDN HQ, Kevin Julio dan Meriam Bellina berbagi pandangan jujur tentang dinamika relasi anak–orang tua, mulai dari proses saling memahami hingga pentingnya komunikasi yang terbuka lintas generasi.
1. Boundaries tercipta dari komunikasi yang terbuka

Semakin dewasa seseorang, biasanya akan semakin membentuk boundaries atau batasan dengan orang lain termasuk dengan orang tua. Dalam beberapa waktu, boundaries memang perlu. Kevin Julio dan Meriam Bellina berbagi pandangannya tentang boundaries dan keterbukaan. Bagi Meriam, batasan itu sudah otomatis terjadi di keluarganya yang berawal dari komunikasi yang terbuka.
“Jadi, boundaries automatically buat aku, buat keluarga aku. Sudah otomatis tercipta sendiri karena dari awalnya komunikasi terbuka. Jadi, kita tahu kapan kita mesti bisa mengutarakannya. Emang dari kecil kan aku sama anak-anak terus, jadi aku sangat dekat sama anak-anak,” kata aktris senior itu.
Sementara, Kevin mengungkapkan bahwa ada momen ketika dirinya merasa segan berbicara suatu hal dengan ibunya. Namun, hal tersebut tidak ia pendam selamanya. Di waktu yang tepat, ia akan jujur pada sang ibu tentang perasaannya.
“Ya, kan pasti kalau anak laki-laki mungkin lebih kepada ini ya, bertambahnya umur juga kan, bertambah dewasa juga, adalah sedikit-sedikit kayak ‘aduh malu nih, ngomong nggak ya sama ibu’, tapi pasti ada saatnya akan ngomong, pasti akan ngeganjel lah,” ujarnya.
2. Saling pengertian dan beri waktu

Selain itu, untuk menjaga hubungan tetap harmonis, setiap anggota keluarga harus saling pengertian dan memberi waktu pribadi kepada satu sama lain. Tidak memaksakan untuk menceritakan segala hal, tapi sabar untuk menanti waktu yang tepat. Dengan begitu, hubungan akan semakin lebih sehat.
“Kalau aku di keluarga aku ya begitu dengan berbicara. Misalnya, aku tanya sesuatu sama anak-anak ini mereka akan jawab ‘it's not the time to talk about it’, ya sudah aku nggak akan memaksa mereka, akan ada waktunya sendiri untuk mengutarakannya kepada aku.
Kadang-kadang mereka misalnya lagi mengalami masalah sulit atau apa gitu untuk membicarakan langsung ke aku kan perlu waktu, mereka harus mencari jalan keluar buat mereka sendiri. Kalau jalan keluar itu mereka nggak dapat baru kita ngomongin, dia akan tanya sama aku. Dan kita juga semua saling respect, jangan dipaksa begitu,” kata Meriam Bellina.
3. Jadi sahabat untuk satu sama lain

Salah satu membangun hubungan harmonis antara orang tua dan anak sendiri adalah dengan menjadi sahabat untuk satu sama lain. Hal itu yang terjadi pada Meriam Bellina dan ibunya. Aktris kelahiran Bandung ini mengaku tidak terlalu dekat dengan ayahnya, tapi selalu curhat apa pun, termasuk kenakalannya pada sang ibu. Punya hubungan yang seperti sahabat dengan orang tua sendiri bisa membuat kamu menjadi lebih percaya diri, merasa nggak sendirian, dan memiliki emosi yang lebih stabil. Ini menunjukkan kalau cinta tak selalu diekspresikan dengan disiplin ketat, tapi juga dengan kelemahlembutan dan keceriaan.
“Aku sama mamaku juga sangat dekat banget, beda sama papaku. Aku sama papaku sangat nggak terlalu dekat karena papaku sangat disiplin strict banget dan memang juga dia privat banget, jadi memang dia nggak terbuka beda sama mamaku. Jadi, apa yang aku dapat dari mamaku ya aku kasih sama anak-anak, karena aku merasa nyaman dengan relationship yang aku sama mamaku, walaupun ya kita ada berantemnya. Itu sangat wajar banget, namanya dua kepala itu nggak mungkin bisa akur terus. Tapi, ya gitu lah yang aku dapetin dari mamaku.
Aku selalu bukan ngaku dosa sama Tuhan, tapi ngaku dosa sama mami. Jadi, apa pun yang aku lakuin, sebadung apa, apa-apa pasti aku akan cerita sama mamiku. Karena aku tahu, walaupun ya mamiku akan marah, tapi nggak akan berkurang cintanya kepada aku dan itu yang aku kasih tahu sama anak-anak juga, ‘kamu bisa bilang apa aja ke aku’,” ungkapnya.
Meriam Bellina juga sangat mengingat pelajaran penting yang ia dapatkan dari ibu, yaitu merangkul semua orang. Bukan hanya lewat perkataan, ibunya langsung memberi contoh bagaimana untuk merangkul semua orang. Apa yang Meriam lihat, itulah yang membentuknya hingga saat ini.
“Kalau mamiku sih ya ngajarinnya dengan bertindak. Jadi aku melihat, ‘oh dia ngelakuin hal yang sama’. Apa yang diajarin adalah ngerangkul semua orang,” katanya lagi.
4. Kebebasan yang bertanggung jawab bukan mengekang

Jika Meriam Bellina punya hubungan layaknya sahabat dengan sang ibu, Kevin Julio sendiri punya hubungan yang santai dengan kedua orang tuanya. Namun, ada beberapa nasihat yang selalu ia ingat dari keduanya orang tuanya. Salah satunya pesan dari sang ayah untuk selalu rendah hati. Beda dengan mendiang ayahnya yang cukup keras, ibunya kerap memperlakukannya dengan santai tanpa mengekang. Tapi, hal itulah yang membuat Kevin tumbuh menjadi sosok yang bertanggung jawab. Kebebasan yang diberikan ibunya, justru menjadikan dirinya tak gegabah.
“Kurang lebih sebenernya dari ayah juga sih sama sih, kayak mungkin selalu rendah hati. Soalnya dari dulu tuh nyokap nggak pernah yang kaya memorsir gitu buat jadi keras banget, memang let it flow aja, santai gitu. Cuman tapi masuk gitu itu sih, daripada yang kayaknya harus ditekan banget, malah jadi berantakan, kalau aku sih merasanya gitu ya,” ujar Kevin Julio.
5. Bertanya kabar dari topik ringan

Komunikasi menjadi kunci penting dalam sebuah hubungan, termasuk hubungan orang tua dan anak. Terkadang, yang menyebab konflik adalah karena adanya miskomunikasi lintas generasi. Oleh karena itu, perlu untuk saling memahami gaya bahasa masing-masing. Kevin Julio dan Meriam Bellina pun memberikan tiga topik ringan yang penting untuk menjaga komunikasi dengan anggota keluarga tetap terjaga.
Tiga topik itu termasuk, apa yang lagi kamu rasakan, bagaimana hari ini, apa yang lagi kamu inginkan. Pertanyaan tersebut sudah menjelaskan keadaan orang tercintamu tanpa ia harus berkata lebih banyak, sehingga kamu tahu harus seperti apa meresponnya.
“Aku lebih ke apa yang lagi kamu rasakan, bagaimana hari ini, apa yang lagi kamu inginkan, pasti soal mood. Karena dari tiga pertanyaan itu kita bisa tahu ‘oh anak kita lagi senang, apa lagi gundah gulana, apa lagi lapar, apa lagi haus dalam konotasi kehidupan ya bukan dalam makanan. Pertanyaan sederhana yang merangkup semua semua aspek sebenarnya,” jelas Meriam Bellina.
Itulah cara menjaga hubungan yang sehat antar-anggota keluarga dari Kevin Julio dan Meriam Bellina.


















