9 Cara Menghadapi Pasangan Avoidant Attachment

Memberi rasa aman padanya adalah kunci utama

9 Cara Menghadapi Pasangan Avoidant Attachment

Follow Popbela untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Whatsapp Channel & Google News

Attachment styles atau gaya keterikatan ialah sebuah konsep yang dipopulerkan oleh psikiater dan psikoanalis asal Inggris, John Bowlby, dan psikolog asal Amerika, Mary Ainsworth, yang diartikan sebagai hubungan emosional yang terbentuk pada diri seseorang ketika ia masih bayi dengan pengasuh utamanya (biasanya orangtua).

Hal tersebut adalah buah dari bagaimana pengasuh utama bertindak terhadap pemenuhan kebutuhan anak mereka, yang kemudian membentuk landasan bagaimana anak memandang dan bertindak dalam hubungan yang dekat.

Terdapat 4 jenis gaya keterikatan yang dibagi ke dalam dua kelompok. Yang pertama ialah gaya keterikatan insecure atau tidak aman, di antaranya anxious attachment style, avoidant attachment style, dan disorganized attachment style. Sedangkan yang kedua ialah secure attachment style atau gaya keterikatan aman.

Apabila pengasuh mampu memberikan lingkungan yang hangat dan penuh perhatian, yang selaras dengan kebutuhan fisik dan emosional anak, maka anak akan merasa terikat dengan aman. Namun jika pengasuh nggak mampu, anak akan terikat secara tidak aman.

Salah satu gaya keterikatan tidak aman, yakni avoidant attachment atau keterikatan penghindar terbentuk akibat pengasuh yang secara emosional tidak tersedia atau tidak tanggap terhadap kebutuhan mereka. Sehingga ketika beranjak dewasa, orang-orang dengan tipe penghindar akan kesulitan untuk memiliki hubungan dengan koneksi mendalam atau intim dengan orang lain. 

Seorang penghindar memiliki keyakinan bahwa mereka tidak harus berada dalam suatu hubungan untuk merasa lengkap. Maka dari itu, mereka nggak mau orang lain bergantung pada mereka dan juga sebaliknya.

Dalam hubungan romantis, seseorang dengan avoidant attachment cenderung menarik diri saat pasangannya dirasa terlalu dekat dengan mereka. Jika tidak diatasi, hal ini tentu berpotensi menimbulkan konflik yang dapat membahayakan kelangsungan hubungan.

Apabila kamu merasa pasanganmu adalah seorang tipe penghindar dan merasa frustasi saat menghadapinya, Popbela punya 9 cara menghadapi pasangan avoidant attachment berikut ini. Yuk, simak artikelnya dengan saksama, Bela!

1. Bersabarlah

9 Cara Menghadapi Pasangan Avoidant Attachment

Menghadapi pasangan avoidant membutuhkan kesabaran yang lebih ekstra. Meski perubahan bisa saja terjadi, tapi membutuhkan proses yang nggak bisa terjadi hanya dalam waktu sekejap mata, Bela.

Menurut konselor kesehatan mental klinis berlisensi di Minneapolis, Minnesota, Dr. Heather Ambrose, seseorang dengan tipe keterikatan penghindar tumbuh besar dengan keyakinan bahwa sikap menghindar itu penting demi keberlangsungan hidupnya. 

Penting untuk memberi mereka waktu untuk belajar bagaimana mengekspresikan diri dengan cara yang sebelumnya tidak aman bagi mereka,” katanya.

2. Ciptakan suasana yang aman untuknya

Pasangan avodiant kemungkinan memiliki nilai atas diri dan proses berpikir yang berbeda darimu. Untuk itulah, dengan memahami lebih dalam perspektifnya, akan membantumu untuk menemukan titik tengah untuk menghadapi pasanganmu dengan lebih baik. 

Dr. Heather berujar bahwa seorang penghindar perlu merasa aman sebagai diri sendiri terlebih dahulu, sebelum mampu meningkatkan komunikasi dan keintiman dengan pasangannya. Memberi rasa aman dimulai dengan belajar menerima pasanganmu apa adanya. Dengan demikian, bukan tidak mungkin sikapnya bisa berubah seiring berjalannya waktu.

  • Share Artikel

TOPIC

trending

Trending

This week's horoscope

horoscopes

... read more

See more horoscopes here