7 Hal dalam Hubungan yang Tidak Boleh Diceritakan ke Teman

- Masalah keuangan dalam hubungan harus jadi urusan internal, bukan bahan obrolan dengan teman.
- Kesalahan besar pasangan sebaiknya tidak diumbar ke teman untuk menjaga proses perbaikan hubungan.
- Keluhan yang belum disampaikan ke pasangan sebaiknya tidak dijadikan bahan curhat kepada teman.
Punya teman dekat memang membuat hidup terasa lebih ringan. Ada tempat untuk curhat, ketawa bareng, sampai ngeluh soal hal-hal kecil yang melelahkan. Namun, ada aturan tak tertulis dalam menjalin suatu lingkup pertemanan, salah satunya masalah hubungan asmara yang terlalu mendalam.
Intinya, tidak semua hal boleh dibuka ke orang lain. Sekilas mungkin terasa lega setelah curhat, tapi tanpa sadar, kita bisa melanggar batas kepercayaan pasangan sendiri. Karena itu, penting tahu beberapa hal dalam hubungan yang tidak boleh diceritakan ke teman. Apa sajakah itu? Yuk, simak!
1. Masalah keuangan dalam hubungan

Urusan uang adalah topik sensitif bagi hampir semua orang. Kalau kamu dan pasangan sedang kesulitan menabung, cicilan menumpuk, atau beda pandangan soal finansial, itu seharusnya jadi urusan internal.
Menceritakan detail keuangan ke teman justru bisa memicu komentar yang tidak perlu atau rasa canggung di kemudian hari. Kalau memang butuh bantuan, lebih baik cari pihak netral seperti konselor atau perencana keuangan, bukan menjadikannya bahan obrolan ke teman.
2. Kesalahan besar pasangan

Entah itu perselingkuhan, kebohongan, atau kesalahan besar lain yang sedang kalian coba perbaiki, sebaiknya tidak diumbar ke teman. Teman cenderung bersikap protektif dan sulit melihat situasi dari sudut pandangmu.
Kalau kamu sudah memilih untuk memaafkan dan melanjutkan hubungan, biarkan proses itu berjalan di antara kalian berdua. Membuka luka lama ke orang lain justru bisa merusak upaya memperbaiki hubungan.
3. Keluhan yang belum kamu sampaikan ke pasangan

Kalau ada hal yang mengganjal soal sikap, kebiasaan, atau hal lainnya tapi belum pernah kamu bicarakan langsung ke pasangan, jangan jadikan itu bahan curhat ke teman.
Membahas kekurangan pasangan di luar hubungan tanpa pernah mengomunikasikannya secara langsung hanya akan menumpuk masalah. Kalau memang penting, sampaikan ke orang yang tepat, yaitu pasanganmu sendiri.
4. Masa lalu pasangan

Setiap orang punya cerita sebelum bertemu pasangannya sekarang. Entah itu hubungan yang gagal, perceraian, atau kesalahan di masa lalu, tidak semuanya perlu diceritakan ke teman.
Kamu boleh menerima masa lalu pasangan, tapi tidak semua orang punya empati yang sama. Membuka cerita lama ke orang lain bisa terasa seperti pengkhianatan bagi pasanganmu.
5. Rahasia yang dia percayakan padamu

Saat pasangan berbagi cerita secara rahasia, entah itu tentang keluarga, teman, atau pekerjaannya, itu artinya kamu sedang dipercaya sepenuhnya. Membocorkan cerita tersebut ke orang lain bisa menghancurkan kepercayaan yang sudah dibangun.
Sekali rasa aman itu rusak, pasangan bisa jadi memilih untuk menutup diri. Hubungan pun perlahan dipenuhi jarak dan prasangka.
6. Rasa insecure dari pasangan

Setiap orang punya titik rapuh. Saat pasangan memercayakan rasa tidak aman atau insecurity-nya padamu, itu bukan untuk dibagikan ke orang lain. Menyebarkan cerita tentang hal yang paling sensitif bagi pasangan bisa sangat menyakitkan dan merusak kepercayaan secara mendalam.
7. Pendapat pasangan tentang teman-temanmu

Tidak semua perasaan pasangan soal teman-temanmu perlu diumbar ke publik. Bisa jadi dia merasa kurang cocok dengan salah satu temanmu, merasa tidak nyambung, atau sekadar butuh jarak. Itu bukan hal yang aneh dan bukan berarti hubungan kalian bermasalah.
Selama pasanganmu tetap bersikap sopan dan tidak mengganggu lingkar pertemananmu, seharusnya hal ini cukup diketahui oleh kalian berdua saja. Ingat, mereka adalah temanmu, bukan teman pasanganmu. Menjaga batasan ini justru membantu semua pihak tetap merasa nyaman tanpa harus memihak atau saling menjauh.
Tidak semua hal dalam hubungan perlu diceritakan ke teman, entah seberapa dekat kalian. Menjaga batasan bukan berarti menutup diri, tapi bentuk rasa hormat pada pasangan dan hubungan yang sedang dijalani.


















