Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

6 Emosi yang Dirasakan Laki-LakiSetelah Menyakiti Pasangannya

1969.jpg
Freepik.com/Drazen Zigic
Intinya sih...
  • Laki-laki merasa bersalah setelah menyakiti pasangannya, namun jarang mengekspresikannya secara langsung.
  • Banyak laki-laki memilih untuk menjauh setelah menyakiti pasangannya karena tidak tahu harus berbuat apa.
  • Di balik sikap dingin atau defensif, sebenarnya ada rasa takut kehilangan orang yang dicintai, namun ego sering menjadi penghalang terbesar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu bertanya-tanya apa yang sebenarnya dirasakan laki-laki setelah menyakiti pasangannya? Selama ini, perhatian sering tertuju pada luka yang dialami pihak yang disakiti. Namun sebenarnya, laki-laki juga memiliki pergulatan emosi ketika menyadari perbuatannya telah melukai orang yang dicintai.

Rasa bersalah, penyesalan, hingga keinginan memperbaiki keadaan kerap muncul, meski tak selalu diungkapkan. Lalu, seperti apa emosi yang dirasakan laki-laki setelah menyakiti pasangan? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

1. Merasa bersalah

ilustrasi merasa canggung pasca bertengkar (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi merasa canggung pasca bertengkar (pexels.com/cottonbro studio)

Setelah menyakiti orang yang mereka cintai, banyak laki-laki diliputi rasa bersalah yang cukup dalam. Namun, perasaan ini jarang diperlihatkan. Alih-alih langsung meminta maaf atau mengakui kesalahan, mereka justru menyimpannya sendiri.

Rasa bersalah ini bisa muncul dalam bentuk pikiran berulang tentang apa yang sudah mereka lakukan, penyesalan yang datang tiba-tiba, hingga perasaan tidak pantas dicintai. Sayangnya, karena tidak terbiasa mengekspresikan emosi, perasaan ini akhirnya dipendam terlalu lama.

2. Menarik diri karena tidak tahu harus berbuat apa

ilustrasi merasa canggung pasca bertengkar (pexels.com/Alex Green)
ilustrasi merasa canggung pasca bertengkar (pexels.com/Alex Green)

Banyak laki-laki memilih menjauh setelah menyakiti pasangannya. Sikap ini sering disalahartikan sebagai cuek atau tidak peduli, padahal kenyataannya mereka sedang kebingungan. Mereka ingin memperbaiki keadaan, tapi tidak tahu harus memulai dari mana. Takut salah bicara, takut memperkeruh suasana, hingga takut reaksi pasangan justru membuat masalah semakin besar. Akhirnya, diam dan menjauh dianggap sebagai pilihan paling aman.

3. Takut kehilangan tapi egonya masih tinggi

ilustrasi pasangan bertengkar (unsplash.com/Getty Images)
ilustrasi pasangan bertengkar (unsplash.com/Getty Images)

Di balik sikap dingin atau defensif, sebenarnya ada rasa takut kehilangan orang yang dicintai. Namun, ego sering menjadi penghalang terbesar. Mengakui kesalahan berarti mengakui kelemahan, dan bagi sebagian laki-laki, itu bukan hal yang mudah. Mereka ingin mempertahankan harga diri, meski di saat yang sama hatinya dipenuhi kecemasan akan kemungkinan ditinggalkan. Konflik antara perasaan dan ego inilah yang membuat sikap mereka terlihat membingungkan.

4. Bersikap seolah tak terjadi apa-apa

Pasangan sedang bertengkar di jalan.(Pexels.com/Keira Burton)
Pasangan sedang bertengkar di jalan.(Pexels.com/Keira Burton)

Sebagian laki-laki memilih bersikap seolah tidak terjadi apa-apa setelah menyakiti pasangannya. Mereka kembali bercanda, bersikap santai, atau mengalihkan topik pembicaraan. Bukan karena tidak menganggap masalah itu penting, melainkan karena berharap waktu bisa menyembuhkan semuanya. Mereka percaya bahwa dengan bersikap normal, luka perlahan akan reda. Padahal, sikap ini justru membuat pasangan merasa perasaannya diabaikan.

5. Marah dan kecewa pada diri sendiri

ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/Alex Green)
ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/Alex Green)

Tak sedikit laki-laki yang justru memendam amarah pada dirinya sendiri. Mereka kecewa karena merasa gagal menjaga orang yang dicintai, gagal menjadi pasangan yang seharusnya. Perasaan ini bisa membuat mereka semakin tertutup, bahkan lebih sensitif dari biasanya. Alih-alih mengekspresikan penyesalan secara langsung, mereka menanggung beban emosi itu sendirian, yang lama-kelamaan bisa memengaruhi sikap dan hubungan.

6. Takut dengan penolakan

ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/Timun Weber)
ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/Timun Weber)

Keinginan untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan sebenarnya ada. Namun, mereka takut dengan penolakan. Mereka takut permintaan maafnya tidak diterima, takut dianggap terlambat, atau takut respons pasangan justru menyakitkan. Akhirnya, niat baik itu tertunda, menunggu “waktu yang tepat” yang belum tentu pernah datang. Padahal, hal seperti ini yang justru merusak hubungan.

Itulah berbagai emosi yang bisa dirasakan laki-laki setelah menyakiti pasangannya. Memahami hal ini bukan berarti menyepelekan perasaanmu. Namun, agar kedua pihak bisa melihat masalah dengan sudut pandang yang lebih utuh, dan membuka ruang komunikasi yang lebih sehat ke depannya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit
Follow Us

Latest in Relationship

See More

6 Emosi yang Dirasakan Laki-LakiSetelah Menyakiti Pasangannya

14 Jan 2026, 20:00 WIBRelationship