6 Cara Mengatasi Rasa Takut Ditinggalkan Pasangan

- Sadari kelebihanmu, tingkatkan rasa percaya diri dengan pengembangan diri
- Menjalin hubungan yang sehat dengan orang-orang positif di sekitarmu
- Memahami inner child, lakukan meditasi, dan biarkan dirimu menerima energi positif
Saat menjalin hubungan, mimpi buruk bagi banyak orang adalah ditinggalkan oleh pasangannya. Hal ini terjadi karena beberapa faktor seperti rasa cinta yang mulai memudar, hubungan yang tak lagi jadi prioritas bahkan karena hadirnya sosok orang ketiga.
Tak jarang, rasa memiliki yang begitu melekat membuat mereka bertahan dalam hubungan yang toxic karena besarnya rasa takut ditinggalkan. Meski sudah berusaha bertahan, pasangannya bisa tetap pergi sesuka hati, meski tahu kamu akan menderita karena hal itu.
Kita memang nggak bisa memprediksi apa yang terjadi dalam hubungan di masa depan, namun kamu harus tetap sadar dan menyeimbangkan antara logika dan perasaanmu. Agar kamu lebih tegar dan berani, yuk simak cara mengatasi rasa takut ditinggalkan pasangan sebagai berikut.
1. Sadari kelebihanmu

Cara mengatasi rasa takut ditinggalkan pasangan bisa dimulai dengan melakukan pengembangan diri. Kamu harus percaya kalau dirimu adalah sosok berharga, jangan biarkan sikap tega pasangan membuatmu rendah diri.
Kamu bisa mulai merencanakan beberapa hal yang membuatmu jadi lebih baik, seperti mulai berolahraga, mempelajari hal baru, dan fokus pada tujuan-tujuan hidupmu. Cara ini akan meningkatkan rasa percaya diri akan kemampuanmu, sehingga kamu nggak perlu terlalu bergantung dengan pasanganmu.
2. Menjalin hubungan yang sehat

Menjalin hubungan dengan seseorang yang frekuensinya positif, menjadi salah satu cara mengatasi rasa takut ditinggakan. Kamu bisa mulai menghubungi kembali orang-orang yang dekat denganmu, seperti keluarga, atau teman semasa sekolah dulu.
Hal ini akan menciptakan rasa aman, sehingga kamu lebih sadar bahwa dirimu bisa diterima dan diperlakukan dengan baik. Perlu diingat, pastikan kamu menjalin keakraban dengan orang yang tepat agar kamu paham bagaimana seharusnya hubungan berjalan dengan baik.
3. Memahami tentang inner child

Kenali inner child kamu, karena hal ini bisa berpengaruh saat kamu menjalin hubungan di usia dewasa. Kalau perasaan cemas atau takut muncul, kamu bisa mengucapkan afirmasi sederhana seperti "Aku baik-baik saja, aku merasa aman".
Kamu juga membayangkan hal-hal baik datang ke hidupmu, seperti memvisualisasikan dirimu yang sedang bahagia karena dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangimu. Selain itu, memahami inner child bisa dilakukan dengan berbincang pada diri sendiri dari masa lalu, dan memberi mereka perhatian lebih sebagai upaya pemulihan.
4. Meditasi

Meditasi juga termasuk cara mengatasi rasa takut ditinggalkan pasangan dengan langkah yang sederhana. Kamu bisa melakukannya dengan membayangkan trauma asmara yang terjadi padamu telah sembuh.
Kamu juga harus meyakinkan diri sendiri bahwa keadaan sudah membaik dan kamu juga sudah sembuh dari trauma. Saran ini dapat membuatmu lebih mudah mengelola emosi negatif dalam diri menjadi ketenangan jiwa.
5. Biarkan dirimu menerima energi positif

Rasa takut ditinggalkan pasangan apalagi saat sudah berlarut-larut, adalah pertanda perlu meningkatkan energi positif dalam jiwa. Cobalah untuk menerobos segala pikiran yang menganggu dengan keyakinan yang positif.
Lihat hal-hal baik pada pasanganmu saat ini, sehingga lebih banyak rasa syukur dalam diri akan muncul. Maka dari itu, langkah ini akan membantumu lebih percaya pada pasangan sehingga perlahan memudarkan keraguan dalam hubungan.
6. Datangi bantuan profesional

Kalau cara mengatasi rasa takut ditinggal pasangan secara otodidak belum membantu, kamu perlu mendatangi orang profesional. Kamu bisa berkonsultasi pada terapis atau psikolog tentang bagaimana perasaan yang sedang dialami.
Mereka akan menyarankanmu cara yang sesuai dengan keresahan pikiranmu. Ada baiknya, kamu mengatur kunjungan terapis secara rutin agar pemulihan traumamu terhadap pasangan bisa pulih dengan baik.
Itulah beberapa cara mengatasi rasa takut ditinggalkan pasangan. Dengan begitu, kamu bisa menjalin hubungan dengan tenang tanpa merusak mentalmu sendiri. Semoga bermanfaat.


















