8 Tips Membagi Tugas Persiapan Pernikahan dengan Pasangan

- Buat daftar tugas berdasarkan skala prioritas
- Bagi berdasarkan minat yang dimiliki
- Berikan tenggat waktu yang cukup
Bagi banyak pasangan, proses persiapan pernikahan nyatanya bisa menimbulkan stres. Terlebih jika sedari awal, pembagian tugas antar pasangan tidak dilakukan secara seimbang. Bukannya berjalan lancar, perencanaan hari bahagia justru berpotensi menimbulkan pertengkaran, deh.
Oleh sebab itu, jika kamu hendak merencanakan pernikahan, penting banget untuk mengetahui 8 tips membagi tugas persiapan pernikahan dengan pasangan berikut ini. Nggak cuma bisa mengurangi potensi konflik, tapi juga membuat persiapan hari istimewa lebih minim stres. Keep scrolling!
1. Buat daftar tugas berdasarkan skala prioritas

Sebelum membagi tugas dengan pasangan, kamu dan pasangan tentu perlu membuat daftar tugasnya secara mendetail dan diurutkan berdasarkan skala prioritas. Ini bisa dimulai dari pemilihan venue pernikahan, vendor katering, baju dan rias pengantin, hingga cinderamata pernikahan. Dengan membuatnya secara jelas dan terstruktur, akan semakin memudahkanmu dan pasangan untuk membaginya.
2. Bagi berdasarkan minat yang dimiliki

Setelah menguraikan tugas berdasarkan skala prioritas, kamu dan pasangan kini siap membaginya. Tipsnya yakni dengan memilah berdasarkan minat yang kalian punya. Misalkan, jika kamu lebih suka mengurusi katering, baju dan rias pengantin, dan undangan, kamu bisa menempatkan tugasnya untukmu. Sebaliknya, kalau pasangan ingin menangani venue pernikahan, hiburan, dan souvenir pernikahan, tugas ini bisa didelegasikan untuknya.
Pembagian seperti ini diharapkan bisa membuatmu dan pasangan lebih mudah dan bersemangat dalam penyelesaian tugas.
3. Berikan tenggat waktu yang cukup

Hal yang tak kalah penting saat membagi tugas dengan pasangan dalam persiapan pernikahan ialah memberikan batas waktu yang cukup. Yup, ini untuk memastikan agar perencanaan pernikahan bisa terorganisasi dengan lebih baik dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Tapi, pastikan bawa tenggat waktu disesuaikan berdasarkan besaran prioritas, maupun tingkat kesulitan dalam penentuan vendor yang sesuai bagi kalian berdua ya, Bela. Jangan sampai memberikan batas waktu yang terlalu singkat untuk tugas yang besar.
4. Bangun rasa percaya satu sama lain dalam pengerjaan tugas

Tips membagi tugas persiapan pernikahan dengan pasangan selanjutnya ialah membangun rasa percaya dalam proses pengerjaan tugas. Yes, hal ini sangat penting namun rentan untuk diabaikan oleh banyak pasangan. Jadi, hindari keinginan untuk mengatur tugas yang sudah diberikan pada pasangan, dan biarkan ia menyelesaikannya dengan caranya sendiri. Sebaliknya, fokuskan saja dengan penyelesaian tugas yang kamu miliki.
Dengan membina rasa percaya, nggak cuma membantu meningkatkan rasa saling menghargai di antara kamu dan pasangan, tetapi juga menurunkan tingkat stres ketika mempersiapkan pernikahan.
5. Komunikasikan keinginan satu sama lain

Dalam proses pembagian tugas, kamu dan pasangan juga mesti menyampaikan secara terbuka terkait keinginan satu sama lain. Misalnya, kamu berharap agar lokasi venue pernikahan punya akses yang mudah dijangkau, kamu bisa sampaikan hal tersebut pada pasangan sebelumnya, begitupun sebaliknya. Hal ini bertujuan agar ekspektasi kalian tentang pesta pernikahan bisa terpenuhi dengan lebih baik.
6. Sesuaikan dengan kemampuan dan waktu

Saat memberikan tugas, sangat penting untuk bersikap fleksibel dan menyesuaikannya dengan kemampuan masing-masing. Jangan sampai tugas yang diemban malah menyulitkan satu sama lain. Selain itu, pertimbangkan pula dengan ketersediaan waktu yang kamu dan pasangan punya.
Misalnya, kalau kamu mempunyai lebih banyak waktu luang, kamu bisa mengambil tugas sedikit lebih banyak ketimbang pasangan. Tapi, pastikan agar kamu tidak kelelahan dan minta bantuan pasangan untuk menyelesaikan tugas tambahan tersebut, jika diperlukan.
7. Hargai usaha yang dilakukan pasangan

Dalam proses persiapan pernikahan, jangan lupa untuk menghargai setiap usaha dan progress dari tugas yang sudah didelegasikan, sekecil apapun itu. Sikap ini nggak cuma membina rasa kerjasama dan komunikasi, melainkan juga menjadi sarana untuk meningkatkan ikatan emosional di antara satu sama lain. Pada akhirnya, hal ini juga bisa memantik semangat dan motivasi agar perencanaan pernikahan dapat dilakukan semaksimal mungkin.
8. Diskusikan hasil tugas dan selesaikan hal yang masih jadi kendala

Terakhir, setelah menyelesaikan seluruh tugas, diskusikanlah keseluruhan hasilnya. Evaluasi hal apa yang sudah berjalan dengan baik, maupun yang masih menjadi kendala dan perlu diselesaikan bersama. Pastikan bahwa segala hasil memberikan kepuasan untukmu dan pasangan, ya.
Dengan memahami tips membagi tugas persiapan pernikahan dengan pasangan, semoga perencanaan hari bahagiamu berjalan lancar dan sesuai harapan ya, Bela.


















