9 Alasan Kenapa Pasangan Sering Bertengkar saat Persiapan Pernikahan

- Stres dalam persiapan pernikahan dapat memicu pertengkaran antar pasangan
- Perbedaan pendapat tentang biaya dan jumlah tamu undangan bisa menimbulkan konflik
- Pertentangan dengan keinginan keluarga dan sikap perfeksionis juga menjadi penyebab bertengkar
Persiapan pernikahan kerap dianggap sebagai proses yang menyenangkan bagi calon mempelai pengantin. Tapi siapa sangka bahwa nyatanya, banyak pasangan yang justru bertengkar dalam periode ini. Seringkali bukan disebabkan karena adanya masalah di dalam hubungan, melainkan alasan lain yang nggak diperkirakan sebelumnya dan mampu menyulut emosi pasangan pada proses perencanaan pernikahan.
Lantas, kenapa pasangan sering bertengkar saat persiapan pernikahan?
Berikut Popbela rangkum jawabannya untukmu. Gulir terus!
1. Merasa stres

Perasaan stres selama persiapan pernikahan bisa memicu keributan antar pasangan. Apalagi kalau pasangan sama-sama sibuk bekerja, tetapi tetap perlu mengurusi detail perencanaan acara pernikahan yang begitu banyak. Oleh karenanya, pengelolaan stres yang baik dan memberikan waktu untuk me time sangat penting untuk dilakukan.
Cobalah untuk beristirahat sejenak, perbaiki pola tidur, dan berlatih relaksasi. Selain itu, sesekali isi waktu luang untuk melakukan aktivitas yang membuat bahagia, baik itu menikmati hobi, ataupun jalan-jalan ke tempat yang menyenangkan.
2. Adanya perbedaan pendapat tentang biaya pernikahan

Perbedaan pandangan mengenai biaya yang mesti dikeluarkan oleh masing-masing pasangan juga dapat menimbulkan perseteruan. Maka dari itu, sangat krusial untuk membahas rincian biaya dan hal apa saja yang perlu dibayarkan sedari awal perencanaan pernikahan. Dengan menyepakatinya di awal, dapat membantu mengurangi risiko perdebatan selama proses persiapan pernikahan.
3. Penentuan jumlah tamu undangan yang berbeda

Saat menentukan jumlah maupun siapa saja tamu yang hendak diundang, sebaiknya dibicarakan dan disepakati bersama secara jelas sejak awal. Selain itu, alokasi masing-masing undangan juga wajib diperhatikan dengan baik dan dibagi secara adil. Hal ini sangat berguna untuk menghindari cekcok di kemudian hari karena adanya perbedaan pendapat, maupun jatah yang kurang seimbang.
4. Pertentangan dengan keinginan keluarga

Dalam proses perencanaan pernikahan, keluarga dari kedua calon mempelai tentu mempunyai ekspektasi dan keinginan masing-masing. Contohnya, keluarga dari calon mempelai perempuan berharap agar pesta pernikahan digelar meriah, tapi keluarga dari calon mempelai laki-laki ingin merayakannya secara lebih sederhana. Maka dari itu, perbedaan ini perlu dijembatani dengan baik, sehingga tidak menimbulkan rasa stres dan konflik, baik di antara pasangan, maupun dua keluarga besar.
5. Bersikap perfeksionis

Alasan kenapa pasangan sering bertengkar saat persiapan pernikahan selanjutnya adalah sikap perfeksionis. Yup, jika salah satu pihak memerhatikan detail persiapan pernikahan dengan sangat teliti dan berharap agar semuanya berjalan sempurna, justru bisa memberikan tekanan yang lebih tak hanya pada diri sendiri, melainkan juga pasangannya. Akibatnya, hal ini bisa menimbulkan stres yang dapat memantik emosi masing-masing.
5. Keinginan konsep acara yang berbeda

Menyelaraskan keinginan terkait konsep acara pernikahan sejak awal perencanaan sangat penting untuk dilakukan. Bayangkan saja, jika calon mempelai laki-laki mengharapkan untuk menggelar pernikahan secara indoor dengan tema tradisional, sedangkan calon mempelai perempuan menginginkan konsep yang modern dan digelar di luar ruangan, tentu berpotensi menimbulkan perselisihan di antara keduanya.
6. Muncul rasa ragu tentang pasangan

Dalam proses perencanaan pernikahan, tak sedikit yang jadi merasa ragu tentang sosok pasangannya. Pikiran seperti apakah dia merupakan orang yang tepat bisa saja muncul, dan dapat dipicu akibat perbedaan pandangan dalam perencanaan acara, kurangnya komunikasi, maupun stres.
Oleh karenanya, cobalah untuk berkomunikasi secara jujur dan terbuka dengan pasangan. Beri juga waktu istirahat yang cukup untuk pengelolaan emosi yang lebih baik, serta pikiran yang lebih jernih.
8. Pembagian tugas yang timpang

Saat proses persiapan pernikahan, penting bagi pasangan untuk membagi tugas secara adil. Misalnya, siapa yang akan mengurusi baju pengantin, undangan, ataupun souvenir. Pastikan pula agar pasangan mempercayai satu sama lain dalam proses pendelegasian tugas ini. Karena, jika pembagian tugas terjadi secara timpang, sangat rentan untuk memicu pertengkaran.
9. Tidak melibatkan jasa perencana pernikahan

Sebenarnya, penggunaan jasa perencana pernikahan atau wedding planner sangatlah opsional. Namun, jika pasangan mempunyai kesibukan tetapi mesti mengurusi perencanaannya sendirian, bisa menyebabkan rasa burnout dan bikin mudah emosi kepada satu sama lain. Sehingga, menggunakan jasa wedding planner bisa jadi solusi guna membantu persiapan pernikahan yang minim stres.
So, dengan memahami alasan kenapa pasangan sering bertengkar saat persiapan pernikahan di atas, semoga bisa membantumu untuk mengantisipasinya dengan lebih baik ya, Bela!


















