Silent treatment atau perlakuan diam merupakan salah satu bentuk manipulasi emosional di dalam hubungan, di mana seseorang menolak untuk berbicara maupun mengabaikan pasangan. Umumnya, seseorang melakukan tindakan ini karena ia ingin menghindari konflik, keinginan mengontrol dalam hubungan, hingga sebagai cara untuk menghukum pasangannya.
7 Bahaya Silent Treatment dalam Hubungan, Memengaruhi Kesehatan Mental

- Silent treatment adalah bentuk manipulasi emosional dan perilaku pasif-agresif yang dapat merusak hubungan serta berdampak negatif pada kesehatan mental pasangan.
- Perlakuan diam ini menimbulkan kecemasan, rasa bersalah, rendahnya harga diri, hilangnya kepercayaan, hingga menciptakan pola hubungan yang tidak sehat dan berpotensi menyebabkan perpisahan.
- Untuk menghadapi silent treatment, disarankan tidak memaksa pasangan berbicara, fokus pada pemulihan diri sendiri, serta mempertimbangkan bantuan profesional guna menjaga kesejahteraan emosional.
Mengutip laman Psychology Today, sikap ini juga termasuk ke dalam pola perilaku pasif-agresif, atau ekspresi kemarahan dan kebencian yang dilakukan secara tidak langsung kepada orang lain yang dinilai toxic. Tentunya, jika silent treatment terus terjadi, hanya akan menimbulkan dampak negatif terhadap keberlangsungan hubungan.
Lantas, apa saja bahaya silent treatment dalam hubungan?
Berikut penjelasan selengkapnya untukmu.
Table of Content
1. Menimbulkan kecemasan

Perlakuan diam nyatanya mampu menimbulkan kecemasan pada korbannya. Sebab, seseorang terus-menerus merasa kebingungan dengan sikap diam yang dilakukan pasangannya, karena tidak mendapatkan kejelasan apa yang sebenarnya terjadi.
Oleh karenanya, membicarakan permasalahan meski menyakitkan, justru jauh lebih sehat karena seseorang mendapatkan kejelasan mengenai permasalahan yang tengah dihadapi, serta menjadi langkah awal dalam menemukan solusinya.
2. Membuat seseorang merasa bersalah terus-menerus

Ketika seseorang didiamkan oleh pasangan tanpa mendapatkan kejelasan, mampu membuatnya menyalahkan diri sendiri. Bahkan, jika dilakukan secara berulang, korban perlakuan diam akan terus mencari jalan keluar sendiri agar pasangannya mau kembali berbicara. Ia pun rentan untuk terus menyesuaikan sikap dan kebutuhan demi pasangan, dengan tujuan supaya pasangan mau kembali berbicara dengannya.
3. Rendahnya harga diri

Nyatanya, silent treatment bisa mengikis kepercayaan dan harga diri seseorang. Karena, ia terus mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi, serta merasa tidak mempunyai kendali di dalam hubungan.
Lambat laun, ia pun mulai mempertanyakan apakah dirinya layak untuk dicintai. Jika terus terjadi, ia juga mungkin jadi takut untuk mengungkapkan pendapat, perasaan, maupun kebutuhannya di dalam hubungan.
4. Runtuhnya kepercayaan

Bahaya silent treatment dalam hubungan berikutnya yakni dapat meruntuhkan kepercayaan antar pasangan. Yup, ketika seseorang terus didiamkan tanpa sebab, ia akan mulai mempertanyakan keamanan dan komitmen di dalam hubungan tersebut.
Daripada merasa aman ketika menghadapi situasi konflik di lain waktu, ia justru merasa ketakutan bahwa kejadian diabaikan di masa lalu bisa terjadi lagi. Alhasil, lama-kelamaan ia pun merasa jauh secara emosional dengan pasangan, karena tidak adanya keterbukaan.
5. Membuat pola hubungan yang tidak sehat

Dalam hubungan yang sehat, komunikasi menjadi kunci penting agar masing-masing pasangan bisa merasa dipahami. Namun, jika setiap kali ada permasalahan pasangan bersikap mengabaikan, hal ini bisa mengakibatkan dinamika hubungan yang toxic. Seseorang yang didiamkan cenderung terus mengejar dan mengalah, yang pada akhirnya membuat hubungan terasa tidak seimbang.
6. Rentan menimbulkan perpisahan

Saat seseorang didiamkan pasangan tanpa adanya penjelasan berulang kali, bukan hanya perasaan tidak aman saja yang muncul, melainkan juga keinginan untuk berpisah dari pasangannya. Bagaimana tidak? Setelah berusaha mendapatkan penjelasan setiap kali mendapatkan perlakuan diam, ujung-ujungnya ia hanya merasakan kelelahan emosional karena pasangan terus mengabaikan dan menolak untuk membahas permasalahan yang sesungguhnya.
7. Tidak adanya penyelesaian konflik

Faktanya, silent treatment bukanlah sebuah sikap untuk menyelesaikan masalah, melainkan bentuk penghindaran konflik. Sehingga, alih-alih masalah terselesaikan, justru hanya akan menimbulkan kebencian bagi korban dan suatu saat tumpukan masalah tersebut bisa mengakibatkan konflik yang jauh lebih besar di kemudian hari.
Apa yang perlu dilakukan saat pasangan melakukan silent treatment?

Apabila pasangan melakukan silent treatment, tentu situasi ini bisa sangat menyakitkan untukmu. Oleh karenanya, kamu perlu memahami beberapa hal yang bisa kamu lakukan dalam situasi ini, agar tidak menimbulkan rasa lelah secara emosional yang lebih besar. Mengutip laman Reach Link, berikut penjelasannya.
Hindari mengejar untuk mendapatkan jawaban: Meski ada keinginan untuk segera mendapatkan jawaban, tapi mengejar agar pasangan mau berbicara justru dapat memperkuat perilakunya. Sebaiknya, setelah menyampaikan keinginanmu untuk memahami situasi, berikan ruang bagi pasangan terlebih dulu.
Fokuslah dengan diri sendiri: Selanjutnya, cobalah untuk fokus kepada diri sendiri. Sikap ini bertujuan agar kamu tidak terlibat ke dalam dinamika hubungan yang tidak sehat. Kamu bisa lakukan aktivitas yang menarik minatmu, maupun terhubung dengan teman-temanmu.
Meminta bantuan profesional: Kalau kamu merasa kesulitan dalam memproses pengalamanmu, berkonsultasi dengan terapis bisa memberimu manfaat. Mereka juga bisa membantumu untuk membangun kembali kepercayaan diri, serta membangun batasan yang sehat dengan pasangan.
Itulah beberapa bahaya silent treatment di dalam hubungan. Semoga artikelnya bermanfaat, Bela!


















