Hubungan antara Korea dan Jepang ternyata nggak hanya pada pertukaran kebudayaan atau pekerjaan saja, tetapi juga meliputi pernikahan. Hal ini terlihat dari peningkatan pernikahan antara warga Korea dan Jepang.
5 Alasan Banyak Pernikahan Laki-Laki Korea dengan Perempuan Jepang

Persepsi positif warga Korea terhadap Jepang meningkat signifikan, dengan lebih dari 50% responden menyatakan pandangan baik untuk pertama kalinya sejak 2014.
Peningkatan kerja lintas negara dan interaksi sosial mendorong naiknya jumlah pernikahan antara laki-laki Korea dan perempuan Jepang hingga 40,2% pada tahun 2024.
Fenomena ini dipandang sebagai pemisahan antara politik dan budaya serta diharapkan membantu mengatasi masalah rendahnya angka kelahiran di kedua negara.
Angka peningkatannya pun juga signifikan. Dari angka tersebut menunjukkan laki-laki Korea lebih banyak menikah dengan perempuan Jepang. Apa saja alasan yang mendasarinya? Yuk, cek jawabannya di sini!
1. Meningkatnya persepsi positif terhadap Jepang

Menurut industri ketenagakerjaan luar negeri pada tanggal 17 Maret 2026, persepsi positif terhadap Jepang di kalangan warga Korea telah meningkat secara signifikan selama satu hingga dua tahun terakhir. Menurut "Survei Opini Publik tentang Media di Jepang" (dilakukan dari November hingga Desember 2025) yang dirilis oleh Dewan Riset Pers dan Kantor Berita Jepang pada Februari 2026 lalu, sebanyak 56,4% warga Korea menyatakan pandangan yang baik terhadap Jepang.
Angka ini menunjukkan peningkatan 15,8% dari tahun sebelumnya (40,6%) dan menandai pertama kalinya angka tersebut melebihi 50% sejak survei dimulai pada tahun 2014.
2. Peningkatan pernikahan lintas negara juga diawali karena pekerjaan

Meningkatnya pernikahan antara laki-laki Korea dengan perempuan Jepang juga didasari dengan pekerjaan. Menurut survei yang dirilis tahun lalu oleh East Asia Institute (EAI), 63,3% responden menyatakan bahwa mereka memiliki kesan yang baik tentang Jepang. Ini mewakili peningkatan 21,6% hanya dalam satu tahun dari 41,7% pada tahun 2024, menandai pertama kalinya tanggapan positif melampaui tanggapan negatif.
Tren ini juga didukung oleh angka ketenagakerjaan. Pada tahun 2025, jumlah warga Korea muda yang bekerja di Jepang mencapai 2.257, meningkat 726 dari tahun sebelumnya (1.531), mewakili kenaikan 47% dalam satu tahun.
3. Masyarakat Jepang juga menyukai Korea

Tingkat kesukaan masyarakat Jepang terhadap Korea juga meningkat tajam. Menurut "Survei Citra Nasional Republik Korea 2025" yang dirilis oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata pada Januari tahun 2026 ini, tingkat kesukaan masyarakat Jepang terhadap Korea mencapai 42,2%. Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat dalam tujuh tahun dari hanya 20% pada tahun 2018. Ini adalah angka tertinggi sejak survei pertama yang menargetkan Jepang dilakukan pada tahun 2018.
4. Hubungan saling menyukai itu mengarah pada pernikahan

Grafik dua negara tersebut yang menunjukkan presentase saling menyukai antara Jepang dan Korea telah menyebabkan peningkatan jumlah pernikahan. Menurut "Statistik Pernikahan dan Perceraian 2024" dari Badan Data Nasional, terdapat 1.176 pernikahan antara laki-laki Korea dan perempuan Jepang pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 40,2% dibandingkan tahun sebelumnya (840 kasus) dan merupakan angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Namun di sisi lain, pernikahan antara perempuan Korea dan laki-laki Jepang hanya berjumlah 147. Itu menunjukkan penurunan tajam menjadi seperlima dari angka yang terlihat 10 tahun lalu.
5. Diharapkan dapat meningkatkan masalah angka kelahiran

Berdasarkan dari hasil survei tersebut, para ahli menafsirkan fenomena ini sebagai pemisahan antara politik dan budaya. Selain itu, ada juga yang memprediksi bahwa peningkatan pertukaran ini akan berperan dalam menyelesaikan masalah kronis angka kelahiran rendah dan kekurangan tenaga kerja di Korea dan Jepang secara bersamaan.
Jadi, bagaimana menurutmu fenomena ini, Bela? Semoga bisa mengatasi angka kelahiran yang rendah di Korea dan Jepang, ya!


















