Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

7 Fakta Negara Tunisia, Perpaduan Eksotis Budaya Arab dan Eropa di Ujung Utara Afrika

7 Fakta Negara Tunisia, Perpaduan Eksotis Budaya Arab dan Eropa di Ujung Utara Afrika
ilustrasi bendera Tunisia. (unsplash.com/Brahim Guedich)
Intinya Sih
  • Tunisia terletak di ujung utara Afrika, berbatasan dengan Aljazair, Libya, dan Laut Mediterania, menjadikannya negara dengan hubungan erat ke Eropa terutama Prancis dan Italia.
  • Kota Kairouan di Tunisia dikenal sebagai kota suci keempat dalam Islam serta menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO berkat sejarah dan arsitektur masjid kunonya.
  • Tunisia menyimpan warisan Romawi seperti Kartago dan Amfiteater El Djem, menjadi lokasi syuting Star Wars di Tataouine, serta terkenal dengan kuliner khas Couscous dan Harissa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat mendengar benua Afrika, banyak orang langsung membayangkan sabana luas atau oasis. Namun, di ujung paling utara benua tersebut, terdapat sebuah negara eksotis yang memadukan budaya Arab, Eropa dan peninggalan Romawi kuno. Negara itu adalah Tunisia. Meski ukurannya relatif kecil dibanding negara Afrika lainnya, Tunisia menyimpan sejarah besar dan fakta-fakta menarik yang belum banyak diketahui. Penasaran? Simak 7 fakta negara Tunisia berikut ini, Bela!

1. Negara paling utara di benua Afrika

Bendera Tunisia. (Pexels.com/Amine Mayoufi)
Bendera Tunisia. (Pexels.com/Amine Mayoufi)

Tunisia memegang predikat geografis yang unik sebagai negara paling utara di benua Afrika. Secara geografis, wilayah daratan Republik Tunisia di Afrika Utara berbatasan langsung dengan Aljazair di sebelah barat dan barat daya, serta Libya di sebelah tenggara. Di wilayah utara dan timurnya, Tunisia berbatasan perairan dengan Laut Mediterania. Berkat lokasinya ini, Tunisia hanya berjarak selemparan batu dari Eropa. Kedekatan geografis ini membuat Tunisia memiliki hubungan dagang dan budaya yang sangat erat dengan negara-negara Eropa, khususnya Prancis dan Italia.

2. Kota suci keempat dalam dunia Islam

Pemandangan di Masjid Agung Kairouan di Tunisia.
Pemandangan di Masjid Agung Kairouan di Tunisia. (commons.wikimedia.org/Jerzystrzelecki)

Bagi umat Muslim, Tunisia memiliki kota bersejarah bernama Kairouan. Kota ini dianggap sebagai kota terpenting keempat di dunia Islam setelah Makkah, Madinah, dan Yerusalem. Didirikan pada tahun 670 M, Kairouan merupakan pusat penyebaran Islam awal di Afrika Utara dan kini menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO karena arsitektur masjid kunonya yang menakjubkan.

3. Rumah bagi reruntuhan Kartago (Carthage) dan Colosseum El Djem

Kartago, Tunisia (pixabay.com/Drahunkas)
Kartago, Tunisia (pixabay.com/Drahunkas)

Jika kamu mengira peninggalan kekaisaran Romawi hanya ada di Italia, kamu keliru. Tunisia adalah rumah bagi Kartago, pelabuhan kuno legendaris yang sempat menjadi rival terberat bangsa Romawi. Selain itu, Tunisia juga memiliki Amfiteater El Djem, sebuah colosseum raksasa peninggalan Romawi yang kondisinya bahkan jauh lebih utuh dan terawat dibandingkan Colosseum di Roma!

4. Lokasi syuting Planet Tatooine di film Star Wars

Tatooine (unsplash.com/Albina Andreeva)
Tatooine (unsplash.com/Albina Andreeva)

Pecinta film fiksi ilmiah pasti tidak asing dengan planet asal Luke Skywalker, yaitu Tatooine. Faktanya, nama planet tersebut diambil dari nama sebuah kota nyata di Tunisia bernama Tataouine. Sang sutradara, George Lucas, menggunakan lanskap rumah-rumah bawah tanah (rumah gua) unik milik suku Berber di Tunisia selatan sebagai latar belakang rumah masa kecil Luke Skywalker. Hingga kini, set syuting tersebut masih utuh dan menjadi destinasi wisata utama.

5. Pernah hanya memiliki dua presiden dalam 50 tahun

Sumber Gambar: tunisia-live.net
Sumber Gambar: tunisia-live.net

Secara politik, Tunisia memiliki sejarah yang cukup unik setelah merdeka dari Prancis pada tahun 1956. Selama lebih dari setengah abad, negara ini praktis hanya dipimpin oleh dua orang presiden saja. Presiden pertama adalah Habib Bourguiba (1956–1987), yang kemudian digantikan oleh Zine El Abidine Ben Ali melalui kudeta tak berdarah pada tahun 1987 hingga akhirnya digulingkan lewat revolusi pada tahun 2011.

6. Perpaduan unik budaya Arab dan Perancis

potret keindahan langit di kota sidi bou said,carthage,tunisia (unsplash.com/Ayoub Chebbi)
potret keindahan langit di kota sidi bou said,carthage,tunisia (unsplash.com/Ayoub Chebbi)

Efek dari masa kolonialisme membuat masyarakat Tunisia tumbuh dengan budaya hibrida. Meskipun bahasa resminya adalah bahasa Arab, sebagian besar penduduknya juga sangat fasih berbahasa Prancis. Jangan heran kalau kamu berkunjung ke sana, kamu akan menemui kedai kopi bergaya kafe Paris di jalanan, namun dengan menu makanan khas Timur Tengah yang kaya rempah.

7. Couscous dan Harissa menjadi kuliner khas Tunisia yang wajib dicoba

Potret Couscous
Potret Couscous (commons.wikimedia.org/Lmmima)

Bicara soal makanan, Tunisia terkenal dengan Couscous, makanan pokok berbahan dasar semolina gandum yang disajikan dengan siraman kuah sayur dan daging domba atau ikan. Orang Tunisia juga sangat menyukai makana pedas. Hampir di setiap hidangan, mereka akan menambahkan Harissa, pasta cabai tradisional khas Tunisia yang dicampur dengan bawang putih dan ketumbar.

Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More